0
News
    Home Featured Jokowi Pilihan

    Jokowi Sentil Desain Arsitektur Daerah Dicat Warna Parpol Pengusung Kepala Daerah - Beritasatu

    2 min read

     

    Jokowi Sentil Desain Arsitektur Daerah Dicat Warna Parpol Pengusung Kepala Daerah

    Jumat, 15 Desember 2023 | 11:35 WIB
    Penulis: Thomas Rizal | Editor: RZL
    Presiden Jokowi seusai penanaman padi di Pekalongan, Jawa Tengah, Rabu (13/12/2023).
    Presiden Jokowi seusai penanaman padi di Pekalongan, Jawa Tengah, Rabu (13/12/2023). (Beritasatu.com/Ichsan Ali)

    Bogor, Beritasatu.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengkritik warna dasar pada desain arsitektur pemerintahan di berbagai daerah yang sering kali identik dengan simbol partai politik pengusung kepala daerah setempat.

    ADVERTISEMENT

    Pernyataan ini disampaikan Jokowi saat membuka Musyawarah Nasional (Munas) Luar Biasa Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) 2023 di Kota Bogor, Jawa Barat, Jumat (15/12/2023).

    BACA JUGA

    "Kadang-kadang kalau masuk ke sebuah kota dari cat-nya saja sudah tahu ini dari partai apa," kata Jokowi dalam siaran yang dipantau dari YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (15/12/2023).

    ADVERTISEMENT

    Jokowi menekankan pentingnya diferensiasi dalam desain setiap daerah sesuai dengan karakteristik dan potensi yang dimiliki.

    Contohnya, Ambon yang dikenal dengan sektor perikanan, Lampung dengan buah nanas atau pisang, dan Tomohon di Manado dengan kekayaan bunga. Beliau mengkritik praktik di mana warna partai politik mendominasi kota, mengatakan bahwa hal tersebut tidak selaras dengan karakteristik daerah.

    "Masa warna partai masuk ke kota, enggak nyambung kan? Dipaksakan karena pemimpinnya dari partai. Misalnya partai A, langsung catnya ungu, kantor-kantornya Pemkot juga dicat ungu, ini apa toh," ungkapnya.

    "Saya hampir setiap hari ke daerah, bisa tahu wali kotanya dari partai ini, termasuk baju yang ini kita pakai sekarang ini," kata Jokowi.

    Selain kritik terhadap warna yang terkait dengan partai politik, Jokowi juga menyoroti keseragaman semboyan daerah yang mayoritas berawalan "Ber". Ia bertanya mengapa banyak kota memiliki semboyan yang mirip-mirip, seperti "Berhiber" atau "Berseri".

    BACA JUGA

    "Kenapa kota kita ini hampir mirip-mirip semuanya, pokoknya pakai 'Ber'. Bersih, banyak diambil, semuanya 'Ber', kenapa harus seperti itu," ujarnya.

    APEKSI dan Pemerintah Kota Bogor menyelenggarakan Munas Luar Biasa 2023 dengan tema "Konsistensi di Masa Transisi" pada 14-15 Desember 2023 di Kota Bogor. Agenda kali ini juga membahas kepengurusan Apeksi yang baru.

    Komentar
    Additional JS