0
News
    Home Alutsista Debat Capres-Cawapres Featured Ganjar Pranowo Pemilu Pemilu 2024 Pilihan Pilpres Pilpres 2024

    Ganjar Tekankan Redefinisi Politik Luar Negeri dan Perkuat Alutsista - Beritasatu

    2 min read

     

    Ganjar Tekankan Redefinisi Politik Luar Negeri dan Perkuat Alutsista

    Minggu, 7 Januari 2024 | 19:56 WIB
    MF
    DM
    Calon presiden Ganjar Pranowo menyampaikan visi dan misinya saat debat pilpres 2024 di Istora Senayan, Jakarta Pusat, Minggu, 7 Januari 2024.
    Calon presiden Ganjar Pranowo menyampaikan visi dan misinya saat debat pilpres 2024 di Istora Senayan, Jakarta Pusat, Minggu, 7 Januari 2024. (Youtube KPU RI)

    Jakarta, Beritasatu.com - Calon presiden (capres) nomor urut 3 Ganjar Pranowo menekankan pentingnya untuk meredefinisi politik luar negeri Indonesia. Hal itu penting mengingat kondisi dunia yang saat ini terus berkembang.

    ADVERTISEMENT

    "Politik luar negeri kita adalah alat untuk negosiasi terhadap dunia luar. Redefinisi politik LN bebas aktif sesuai kondisi kekinian," katanya saat membuka debat ketiga Pilpres 2024, di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (7/1/2024).

    Mantan Gubernur Jawa Tengah ini menuturkan, kepentingan nasional menjadi nomor satu. Menurut dia, Indonesia perlu memilih terkait kebijakan luar negeri yang akan dianut apakah sesuai dengan kekuatan Indonesia.

    "Kita perlu memprioritaskan kekuatan bangsa negara ini. Rakyat butuh lapangan kerja, butuh investasi," ujarnya.

    ADVERTISEMENT

    Ganjar menekankan, perlunya memperkuat infrastruktur diplomasi Indonesia di luar negeri. Salah satunya duta besar (dubes). "Inilah yang mesti kita beri penugasan," katanya.

    Mengenai sistem pertahanan, Ganjar menilai sistem pertahanan rakyat semesta harus diperkuat. Menurut dia, hal itu merupakan benteng ketahanan negara. "Penataan gelar pasukan," ujarnya.

    Saat ini, Ganjar mengaku, Ibu Kota Nusantara (IKN) menjadi pusat gravitasi baru karena merupakan bagian dari pertarungan global antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok. "Ini bagian dari antisipasi global," katanya.

    Untuk itu, Ganjar menekankan pentingnya penguatan alutsista. "Pertarungan 5.0 yaitu rudal hipersonik, senjata sensor quantum, senjata cyber, sistem senjata otonom," ujarnya.

    Hal itu, menurut Ganjar bisa tercipta jika anggaran pertahanan 1-2 persen dari produk domestic bruto (PDB). "Ini dikhawatirkan tidak terjadi," katanya.

    Komentar
    Additional JS