335.109 Siswa di Jawa Barat Ijazahnya Masih Ditahan, Dedi Mulyadi: Pemprov Jabar Harus Siapkan Dana Rp1,3 Triliun - Ayo Bandung

 Pendidikan 

335.109 Siswa di Jawa Barat Ijazahnya Masih Ditahan, Dedi Mulyadi: Pemprov Jabar Harus Siapkan Dana Rp1,3 Triliun - Ayo Bandung

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi masih menarik perhatian publik.

Kebijakan-kebijakan Dedi Mulyadi setelah terpilih sebagai Gubernur Jawa Barat ini memang menarik untuk dibahas.

Salah satu yang paling disorot adalah Dedi Mulyadi meminta sekolah di Jawa Barat memberikan ijazah siswa yang saat ini masih ditahan.

Baca Juga: Bakal Raup Investasi Rp14 Triliun, Kabupaten di Jawa Tengah Ini Buka Kawasan Industri 4.300 Hektare, Siap Rekrut Ratusan Ribu Pekerja

Pria yang akrab disapa Kang Dedi menyampaikan bahwa untuk menebus ijazah siswa SMA, SMK dan SLB swasta di Jawa Barat memerlukan dana fantastis.

Penahanan ijazah dilakukan karena siswa yang masih menunggak uang ke sekolah.

Dedi mendapatkan data dari stafnya bahwa siswa SMA, SMK dan SLB yang ijazahnya belum ditebus mencapai 335.109 siswa.

Total anggaran yang harus dibayarkan itu mencapai Rp 1,3 triliun.

“Rp 1,3 Triliun Pemprov Jabar harus nyiapin uang untuk bayar ijazah yang belum dibayar," kata Dedi.

Baca Juga: Viral, Peserta CPNS Kemenkumham Peraih Skor SKD Tertinggi Gagal Lolos, Gara-gara Tinggi Badan Kurang 0,5 Cm

Terkait hal ini, nantinya Kang Dedi akan memverifikasi mana saja orang tuas siswa yang memang kurang mampu sehingga tidak bisa menebus ijazah.

Dedi menilai kalau ada masalah ketidakmampuan membayar ijazah dan ada pula karena masalah perilaku orang tua.

Kang Dedi pun mengancam, bila dirinya masih mendapatkan laporan penahan ijazah siswa, maka dia tidak sungkan-sungkan untuk mencabut bantuan dana dari Pemprov.

“Dan dananya akan di alokasikan untuk program beasiswa masyarakat miskin, silahkan pihak sekolah tinggal memilih, kedepan kami akan menggunakan dua skema itu,” kata Dedi Mulyadi.***

Baca Juga

Komentar

 Pusatin Informasi 


 Postingan Lainnya 

Artikel populer - Google Berita