Usai Danantara, Prabowo Sahkan Bank Emas! Apa itu? - Radar Kediri

Setelah Danantara, Prabowo akan kembali meresmikan Bank Emas Indonesia atau biasa disebut bullion bank, pada hari ini, Rabu (26/2).
Peresmian tersebut rencananya akan dilaksanakan siang ini pukul 14.00 WIB di The Gade Tower, Jakarta Pusat, menurut keterangan dari Yusuf Permana, Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden kepada wartawan.
Bank Emas menjadi langkah pertama yang diinisiasi oleh Prabowo Subianto di Indonesia.
Ia menilai, selama ini Indonesia belum mempunyai fasilitas penyimpanan emas, sehingga banyak emas dari negeri yang mengalir ke luar negeri.
Nah, apa sebenarnya Bank Emas itu?
Bullion bank atau bank emas adalah tempat yang akan digunakan untuk menyimpan emas di Indonesia dengan menyediakan layanan kegiatan perbankan melalui instrumen logam mulia.
Fungsinya sebagai penyumbang dan memperluas ekosistem produksi emas dalam negeri.
Saat ini produksi emas di Indonesia angkanya telah mencapai puluhan ton.
Bahkan, Indonesia menempati peringkat ke-6 dalam cadangan emas di dunia.
Dengan total sekitar 2.600 ton, menurut Menteri BUMN, Erick Thohir.
“Tapi kalau kita lihat, untuk cadangan batangan emas, kita cuma 78,3 ton. Artinya kita nomor 43 di dunia. Ekonomi kita lihat Amerika itu hampir 8 ribu ton reserve-nya,” ujarnya.
Baca Juga: Siapa Anak Riza Chalid? Diduga Jadi Boker dalam Kasus Korupsi Minyak Mentah Pertamina
Sejalan dengan itu, Presiden Prabowo menekankan bahwa keberadaan bullion bank menjadi sangat penting untuk menyimpan emas hasil tambang.
OJK juga telah memberi izin usaha bullion kepada PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI), sejak (12/2).
Sebelumnya, OJK telah menerbitkan POJK Nomor 17 Tahun 2024 untuk mengatur kegiatan usaha bullion, termasuk simpanan emas, perdagangan, pembiayaan, dan penitipan emas oleh LJK.
Konsep bank emas ini ternyata telah berhasil diterapkan di beberapa negara, seperti Malaysia dan Turki.
Kedua negara tersebut menjadikan emas sebagai instrumen investasi dan aset perlindungan yang memiliki kepercayaan tinggi di masyarakat.
Di Malaysia, bank-bank besar seperti CIMB, Maybank, dan Public Bank menawarkan akun investasi emas yang memudahkan nasabah ketika membeli dan menjual emas secara digital.
Penerapan ini mendapat dukungan penuh dari pemerintah Malaysia melalui regulasi yang jelas dan sosialisasi yang luas.
Selain itu, bank emas di Malaysia juga terintegrasi dengan sistem keuangan syariah.
Sementera, di Turki, bank emas telah berkembang begitu pesat sebagai bagian dari upaya diversifikasi sistem keuangan.
Di negara Turki, bank-bank memungkinkan masyarakat untuk menyimpan emas dalam bentuk fisik yang dikonversi ke dalam rekening emas secara digital. Seperti bank Kuveyt Turk dan Turkiye.
Sedangkan di Indonesia, tercatat baru dua perusahaan yang mendapat izin OJK, yakni Pegadaian dan Bank Syariah Indonesia (BSI). Keduanya adalah milik BUMN.
Penulis: Eka Fitria Lusiana
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Komentar
Posting Komentar