7 Tradisi Ramadhan di Indonesia yang Menarik untuk Diketahui | kumparan

Lebih dari sekadar kebiasaan, tradisi ini bermakna mendalam mulai dari menyucikan diri, saling mendoakan, dan memaafkan, menjadikan Ramadhan sebagai momen penuh kebersamaan.
Tradisi Ramadhan di Indonesia begitu beragam, mencerminkan kekayaan budaya dan cara unik masyarakat dalam menyambut bulan suci.
Tradisi yang berasal dari Aceh ini menyembelih hewan ternak seperti sapi atau kambing dan memasaknya bersama-sama untuk dinikmati bersama keluarga dan masyarakat.
Meugang biasanya dilakukan satu atau dua hari sebelum Ramadhan dan menjadi momen untuk bersyukur atas rezeki yang diberikan.
Tradisi Ramadhan di Indonesia yang satu ini juga menarik, tradisi membangunkan orang untuk sahur dengan berkeliling kampung sambil memukul beduk atau alat musik tradisional lainnya.
Tradisi ngangget dari Bangka Belitung ini menjadi pengingat bagi umat Muslim untuk bangun dan mempersiapkan diri untuk menjalankan ibadah puasa.
Tradisi mandi menggunakan air yang dicampur dengan jeruk nipis dan rempah-rempah sebagai simbol pembersihan diri sebelum Ramadhan.
Balimau Kasai dari Sumatera Barat ini dilakukan secara bersama-sama di sungai atau tempat pemandian umum dan menjadi ajang silaturahmi antar warga.
Tradisi membersihkan diri secara fisik dan spiritual sebelum memasuki bulan Ramadhan. Masyarakat akan berendam atau mandi di sumber air alami seperti sungai atau mata air.
Padusan melambangkan penyucian diri dari dosa dan kesalahan agar dapat menjalankan ibadah puasa dengan hati bersih. Tradisi ini berasal dari Jawa.
Tradisi mengirimkan makanan kepada keluarga, tetangga, dan kerabat sebagai bentuk silaturahmi dan memohon maaf sebelum Ramadhan.
Makanan yang dikirim biasanya berupa nasi dan lauk pauk tradisional. Sama halnya padusan tradisi megengan juga berasal dari Jawa menjadi wujud kebersamaan dan mempererat tali persaudaraan antar warga.
Festival menyambut Ramadhan yang dimeriahkan dengan arak-arakan, pertunjukan seni, dan pasar malam.
Dugderan menjadi wujud kegembiraan masyarakat Semarang dalam menyambut bulan suci Ramadhan.
Tradisi memperingati turunnya Al-Quran biasanya dirayakan pada malam ke-17 Ramadhan.
Umat Muslim di seluruh Indonesia mengikuti pengajian, ceramah, dan berbagai kegiatan keagamaan untuk meningkatkan pemahaman dan kecintaan terhadap Al-Quran.
Tradisi Ramadhan di Indonesia ini sangat beragam dan unik, mencerminkan kekayaan budaya dan nilai-nilai keagamaan yang hidup di masyarakat.
Selain sebagai bagian dari perayaan Ramadhan, tradisi ini juga memiliki nilai sosial dan budaya yang penting dalam mempererat tali persaudaraan dan menjaga warisan leluhur. (Rizki)
Komentar
Posting Komentar