Rusia dan Ukraina Akhirnya Sepakat Gencatan Senjata, Perjanjiannya? - Liputan 6 - Opsiin

Informasi Pilihanku

demo-image

Post Top Ad

demo-image

Rusia dan Ukraina Akhirnya Sepakat Gencatan Senjata, Perjanjiannya? - Liputan 6

Share This
Responsive Ads Here

 Konflik Rusia Ukraina, Internasional

Rusia dan Ukraina Akhirnya Sepakat Gencatan Senjata, Perjanjiannya?

Selama tiga hari, tim dari Amerika Serikat (AS) dan delegasi Rusia serta Ukraina bertemu di Arab Saudi untuk mengukir jalan menuju perdamaian.

oleh Tanti Yulianingsih Diperbarui 28 Mar 2025, 00:23 WIB
Banner Infografis Rusia dan Ukraina Sepakat Gencatan Senjata. (Liputan6.com/Abdillah)

Advertisement

Liputan6.com, Riyadh - Sebuah upaya mediasi kedua pihak yang tengah berseteru di medan perang, Rusia dan Ukraina membuahkan titik terang: gencatan senjata di Black Sea atau Laut Hitam.

Selama tiga hari, tim dari Amerika Serikat (AS) dan delegasi Rusia serta Ukraina bertemu di Arab Saudi untuk mengukir jalan menuju perdamaian.

BACA JUGA:

Gedung Putih, Kremlin dan Ukraina kemudian mengumumkan pada Selasa 25 Maret 2025 bahwa mereka telah mencapai kesepakatan sementara bagi Ukraina dan Rusia untuk menghentikan pertempuran dan memastikan navigasi yang aman di Laut Hitam dalam pembicaraan terpisah dengan kedua belah pihak.

Advertisement

Al Jazeera menyebut AS telah setuju untuk membantu Rusia meningkatkan ekspor pertanian dan pupuk ke pasar dunia dengan imbalan kesepakatan keamanan maritim di Laut Hitam. Tetapi banyak rincian yang belum terselesaikan, dan Kremlin membuat kesepakatan itu bersyarat pada pencabutan beberapa sanksi Barat.

Laporan Associated Press (AP) yang dikutip Kamis (27/3/2025) menyebut bahwa pengumuman itu dibuat saat AS mengakhiri pembicaraan tiga hari dengan delegasi Ukraina dan Rusia di Arab Saudi mengenai langkah-langkah prospektif menuju gencatan senjata terbatas.

Sementara kesepakatan damai yang komprehensif masih tampak jauh, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy memuji pembicaraan itu sebagai "langkah awal yang tepat" menuju penyelesaian damai perang yang telah berlangsung selama 3 tahun.

Apa yang dicapai dalam kesepakatan gencatan senjara parsial itu?

Al Jazeera mengutip sebuah pernyataan yang dirilis oleh Gedung Putih mengatakan bahwa Ukraina dan Rusia telah sepakat untuk menghentikan penggunaan kekuatan dan penggunaan militer terhadap kapal-kapal komersial di Laut Hitam.

Gedung Putih juga mengeluarkan pernyataan yang hampir identik, yang menunjukkan bahwa AS dan Ukraina telah menyetujui persyaratan ini.

028902800_1742801585-INA-BHR1280x312

Apa Isi Pernyataan Kesepakatan Rusia dan Ukraina?

027754300_1743069005-250327_INFOGRAFIS_HL_RUSIA___UKRAINA_SEPAKAT_GENCATAN_SENJATA_P_01
Infografis Rusia dan Ukraina Sepakat Gencatan Senjata. (Liputan6.com/Abdillah)

Kremlin mengeluarkan pernyataan, menambahkan bahwa AS dan Rusia akan mengatur "tindakan pengendalian yang tepat melalui pemeriksaan kapal-kapal di Laut Hitam", tanpa menyebutkan tindakan apa saja yang akan dilakukan.

Sebagai balasannya, AS akan "membantu memulihkan akses Rusia ke pasar dunia untuk ekspor pertanian dan pupuk, menurunkan biaya asuransi maritim, dan meningkatkan akses ke pelabuhan dan sistem pembayaran untuk transaksi tersebut", kata pernyataan Gedung Putih.

Namun, pernyataan Kremlin lebih spesifik dalam hal tuntutan Rusia: pernyataan itu menambahkan bahwa jeda pertempuran di Laut Hitam akan mulai berlaku hanya setelah sanksi dicabut dari bank pertanian Rusia, Rosselkhozbank, bersama dengan organisasi keuangan lain yang bekerja dengan perdagangan pangan internasional, termasuk produk ikan dan pupuk. Pernyataan Kremlin menambahkan bahwa organisasi-organisasi ini harus terhubung dengan sistem SWIFT dan sanksi serta pembatasan apa pun terhadap pangan, pupuk, kapal, dan mesin pertanian harus dicabut.

SWIFT, yang merupakan singkatan dari Society for Worldwide Interbank Financial Telecommunication, adalah jalur keuangan internasional yang memungkinkan aliran transfer dana yang lebih baik lintas batas. Sebulan setelah invasi besar-besaran Rusia ke Ukraina pada Februari 2022, tujuh bank Rusia dikeluarkan dari SWIFT. Rosselkhozbank dikeluarkan beberapa bulan kemudian, pada Juni 2022.

Sejak dimulainya perang, AS dan sekutunya telah menjatuhkan setidaknya 21.692 sanksi kepada individu, organisasi media, atau lembaga Rusia di sektor militer, energi, penerbangan, pembuatan kapal, dan telekomunikasi.

Pernyataan tersebut mengatakan AS dan Rusia “menyambut baik jasa negara ketiga dengan tujuan mendukung pelaksanaan perjanjian energi dan maritim”. Meskipun pernyataan tersebut tidak menyebutkan negara tertentu, Turki sebelumnya telah memediasi kesepakatan gandum Laut Hitam, dan India telah membantu meyakinkan Rusia untuk tetap berpegang pada kesepakatan tersebut.

Baik pernyataan Gedung Putih maupun Kremlin mengatakan Washington dan Moskow akan "mengembangkan langkah-langkah" untuk melaksanakan perjanjian sebelumnya antara Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin melalui panggilan telepon pada 18 Maret untuk menghentikan serangan terhadap infrastruktur energi Rusia dan Ukraina.

Perjanjian ini diterima oleh Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy. Namun seperti sebelumnya, rinciannya masih samar-samar. Pernyataan terbaru AS dan Rusia tidak menyebutkan "langkah-langkah" yang akan menghentikan serangan terhadap infrastruktur energi. Sejak perjanjian ini, Rusia dan Ukraina saling menuduh menyerang infrastruktur energi.

Pernyataan Kremlin menambahkan bahwa ada kemungkinan "perpanjangan dan penarikan dari perjanjian [larangan serangan energi] jika salah satu pihak tidak mematuhinya".

Dalam pidato video malam harinya yang diunggah ke akun X miliknya pada hari Selasa (25/3), Zelenskyy mengatakan, “Ukraina siap bekerja secepat mungkin dan dengan transparansi penuh untuk mengakhiri perang.”

Namun, Zelenskyy menyatakan ketidakpercayaannya pada Moskow, dengan mengatakan: “Ada sesuatu yang dibohongi Kremlin lagi: bahwa konon kebungkaman di Laut Hitam bergantung pada masalah sanksi, dan bahwa konon tanggal dimulainya kebungkaman di sektor energi adalah 18 Maret.”

Menteri Pertahanan Ukraina Rustem Umerov mengatakan diskusi lebih lanjut diperlukan untuk menyelesaikan rincian kesepakatan Laut Hitam.

Sebelumnya, setelah pembicaraan di Jeddah, Arab Saudi, pada Selasa (11/3/2025), Ukraina menyatakan kesiapannya untuk gencatan senjata langsung selama 30 hari dengan Rusia usai AS mengumumkan akan segera mencabut pembatasan bantuan militer dan berbagi intelijen.

Advertisement

Menakar Manfaat Kesepakatan Gencatan Senjata Laut Hitam Bagi Ukraina

091716400_1648615862-rusia_ukraina
Ilustrasi Ukraina dan Rusia. (Xinhua/Kantor Berita Belta)

Rincian kesepakatan tersebut tidak dirilis, termasuk bagaimana atau kapan kesepakatan itu akan dilaksanakan dan dipantau, tetapi tampaknya kesepakatan itu menandai upaya lain untuk memastikan pelayaran Laut Hitam yang aman setelah kesepakatan tahun 2022 yang ditengahi oleh PBB dan Turki dihentikan oleh Rusia satu tahun kemudian, pada bulan Juli 2023.

Rusia mengatakan kesepakatan Laut Hitam yang diumumkan pada hari Selasa (25/3) hanya dapat dilaksanakan setelah sanksi terhadap Bank Pertanian Rusia dan lembaga keuangan lainnya yang terlibat dalam perdagangan makanan dan pupuk dicabut dan akses mereka ke sistem pembayaran internasional SWIFT dipastikan.

Zelenskyy mengatakan Moskow berbohong tentang ketentuan perjanjian tersebut, meskipun AS kemudian mengatakan bahwa kesepakatan itu akan membantu memulihkan akses Rusia ke pasar dunia untuk ekspor pertanian dan pupuk.

Meskipun manfaat bagi Rusia jelas, pejabat Ukraina mempertanyakan bagaimana kesepakatan Laut Hitam yang diumumkan Selasa (25/3) lalu akan menguntungkan mereka. Tidak jelas, misalnya, apakah kesepakatan itu juga akan menghentikan serangan terhadap pelabuhan Ukraina.

“Secara pribadi, saya tidak berpikir ini akan meningkatkan kapasitas ekspor kami secara signifikan. Terus terang, berkat pesawat nirawak angkatan laut Ukraina, kami telah memperluas kemampuan kami di Laut Hitam secara signifikan,” kata anggota parlemen Ukraina Zhelezniak.

Itu karena Ukraina mengambil tindakan sendiri setelah Rusia menarik diri pada tahun 2023 dari kesepakatan sebelumnya untuk memastikan pengiriman Laut Hitam yang aman. Ukraina mengukir rute perdagangan yang mengharuskan kapal berlayar di dekat garis pantai Bulgaria dan Rumania, dipandu oleh Angkatan Laut Ukraina. Pada saat yang sama, pasukan Ukraina meluncurkan kampanye serangan pesawat nirawak laut untuk semakin memukul mundur armada Rusia.

“Sayangnya,’' kata Zhelezniak, kesepakatan baru itu “memperburuk posisi kami dalam hal pengaruh di Laut Hitam.”

Adapun gencatan senjata juga mencakup penghentian serangan jarak jauh terhadap infrastruktur energi, tetapi perbedaan tajam muncul segera setelah pengumuman hari Selasa (25/3) mengenai kapan penghentian pertempuran akan dimulai.

Moskow mengatakan gencatan senjata telah dimulai pada 18 Maret dan menuduh Kyiv melanggar ketentuan dengan menyerang lokasi energi di dalam Rusia, tuduhan yang dibantah oleh Staf Umum Ukraina pada hari Rabu.

Kremlin kemudian memposting daftar jenis fasilitas yang dicakup oleh gencatan senjata terbatas.

Itu termasuk kilang minyak, jaringan pipa minyak dan gas, fasilitas penyimpanan minyak, termasuk stasiun pompa, infrastruktur pembangkit dan transmisi listrik, serta pembangkit listrik, gardu induk, transformator, gardu distribusi, pembangkit listrik tenaga nuklir, dan bendungan pembangkit listrik tenaga air.

BACA JUGA:

Jalan Perdamaian Rusia dan Ukraina Masih Panjang

012346200_1646713585-ahmed-zalabany-WPKhMmbaLHI-unsplash
Ilustrasi perang Rusia Ukraina. (Unsplash/Ahmed Zalabany @zalab8)

Menanggapi kabar angin segar gencatan senjata di Laut Hitam ini, pengamat Synergy Policies Dinna Prapto Raharja mengatakan bahwa sejatinya jalan masih panjang untuk mencapai titik perdamaian antara Rusia dan Ukraina. 

"Kesan saya belum ada kesepakatan gencatan senjata di Laut Hitam ya; Trump saja yang karena kebutuhan Public Relations perlu segera bikin rilis bahwa ada titik terang dalam upaya dia memediasi Ukraina dan Rusia. Faktanya menurut saya masih panjang. Peluang perdamaian masih butuh waktu panjang," tutur Dinna kepada Liputan6.com dalam keterangan tertulisnya.

Klaim AS tentang gencatan senjata ini, kata Dinna, menunjukkan betapa inginnya AS menyelesaikan urusan Eropa, "nggak mau mbayarin Eropa lagi untuk Ukraina maupun NATO."

Menurut Dinna, pengaruh AS boleh dikatakan besar dalam mengubah cara pandang Uni Eropa terhadap AS pun demikian cara Ukraina melihat AS. "Zelenskyy udah nggak seperti dulu yang sempat kagum sama Trump, sekarang dia berhati-hati sama Trump dan Rusia jelas-jelas makin berpikir harus berjarak sama AS dan UE. Kedua belah pihak ini dianggap Rusia nggak bisa dipercaya."

Sementara Matthew Kroenig dari lembaga pemikir Atlantic Council menulis di situs webnya bahwa pengumuman gencatan senjata di Laut Hitam itu adalah “sebuah langkah menuju pembatasan konflik menuju perdamaian pada akhirnya”.

Namun, Daniel Fried, anggota terhormat Keluarga Weiser di Atlantic Council, memiliki pandangan yang berbeda.

"Amerika Serikat berisiko terseret ke dalam lubang konsesi, mengurangi tekanan pada Rusia sementara pasukan Rusia terus menyerang kota-kota dan warga sipil Ukraina,” tulis Fried di situs web Atlantic Council seperti dikutip dari Al Jazeera. "Kesepakatan hari ini (25 Maret) bukanlah perdamaian melalui kekuatan."

Mengutip diplomat Grigory Karasin yang memimpin delegasi Rusia dalam kesepakatan kali ini, kantor berita Rusia TASS melaporkan bahwa pembicaraan mendatang antara AS dan Rusia akan melibatkan PBB dan negara-negara lain.

“Semuanya dibahas – ada dialog yang intens dan menantang, tetapi itu sangat berguna bagi kami dan bagi Amerika,” kata Karasin.

054810700_1743069040-250327_INFOGRAFIS_HL_RUSIA___UKRAINA_SEPAKAT_GENCATAN_SENJATA_P_02
Infografis Respons Dunia Gencatan Senjata Rusia dan Ukraina. (Liputan6.com/Abdillah)

Advertisement

Comment Using!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Pages