Trump akan Berkunjung ke Arab Saudi pada Pertengahan Mei | Sindonews - Opsiin

Informasi Pilihanku

demo-image

Post Top Ad

demo-image

Trump akan Berkunjung ke Arab Saudi pada Pertengahan Mei | Sindonews

Share This
Responsive Ads Here

 Dunia Internasional 

Trump akan Berkunjung ke Arab Saudi pada Pertengahan Mei | Halaman Lengkap

trump-akan-berkunjung-ke-arab-saudi-pada-pertengahan-mei-pjx
alt-logo

Makin mudah baca berita nasional dan internasional.

Selasa, 01 April 2025 - 09:39 WIB

Trump akan Berkunjung...

Presiden AS Donald Trump. Foto/irna

A A A

WASHINGTON 

- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berencana mengunjungi Arab Saudi pada pertengahan Mei.

Kunjungan tersebut akan menandai kunjungan luar negeri pertama Trump selama masa jabatan presidennya yang kedua.

Putra mahkota Arab Saudi yang berusia 39 tahun, Mohammed bin Salman, berada di persimpangan isu kebijakan luar negeri yang ingin dibenahi Trump, mulai dari Ukraina hingga Gaza dan Iran.

Jika Trump berkunjung ke Arab Saudi pada bulan Mei, itu kira-kira akan bertepatan dengan tenggat waktu yang dilaporkannya sendiri kepada Iran untuk memulai perundingan nuklir.

Riyadh mendukung keputusan pemerintahan Trump pertama untuk secara sepihak menarik diri dari kesepakatan nuklir 2015 tetapi sejak itu telah memperbaiki hubungan dengan Teheran.

Arab Saudi juga telah menjadi tuan rumah perundingan langsung antara AS dan Rusia untuk mengakhiri perang di Ukraina.

Keputusan Trump meningkatkan hubungan dengan Rusia mengguncang pemerintahan Washington, tetapi kemajuan menuju gencatan senjata berjalan lambat.

Trump mengatakan pada akhir pekan bahwa dia "sangat marah" dengan Presiden Vladimir Putin dan mengancam sanksi minyak sekunder terhadap pembeli energi Rusia.

Trump juga mengatakan dia ingin memperluas Perjanjian Abraham 2020, yang ia buat selama masa jabatan pertamanya.

Pemerintahan Joe Biden sedang bernegosiasi dengan Arab Saudi untuk menormalisasi hubungan dengan Israel, tetapi pembicaraan tersebut digagalkan oleh serangan yang dipimpin Hamas pada 7 Oktober di Israel selatan.

Trump melihat ke Arah Perjanjian Abraham

Putra mahkota secara terbuka mengatakan Israel telah melakukan "genosida" di Gaza.

Diplomat dan analis Amerika mencoba menguraikan seberapa banyak retorika putra mahkota yang ditujukan untuk konsumsi dalam negeri atau posisi tawar-menawar.

Arab Saudi sekarang mengatakan negara Palestina harus diciptakan sebagai prasyarat untuk menormalisasi hubungan dengan Israel.

Pejabat Amerika dan Arab mengatakan Trump berharap mendapatkan Hadiah Nobel Perdamaian karena menjadi perantara kesepakatan antara Israel dan Arab Saudi.

Kerajaan itu menyelenggarakan pertemuan puncak dengan Mesir, Yordania, dan negara-negara Teluk lainnya mengenai rekonstruksi Gaza pada bulan Februari sebagai alternatif terhadap rencana Trump untuk mengusir paksa warga Palestina dari Gaza.

Namun, Teluk terbagi dalam rencana rekonstruksi senilai USD53 miliar yang dipelopori Mesir, dengan UEA melobi AS untuk menentang rencana tersebut.

Trump mengatakan pada awal bulan Maret bahwa dia berencana melakukan perjalanan ke Arab Saudi untuk perjalanan luar negeri pertamanya setelah kerajaan itu setuju berinvestasi USD1 triliun di AS.

USD1 Triliun untuk Arab Saudi

"Saya membuat kesepakatan dengan Arab Saudi.... Saya katakan saya akan melakukannya jika Anda membayar USD1 triliun kepada perusahaan-perusahaan Amerika, yang berarti pembelian selama periode empat tahun sebesar USD1 triliun, dan mereka telah setuju untuk melakukannya," ujar Trump kepada wartawan.

Arab Saudi juga merupakan negara pertama yang dikunjungi Trump selama masa jabatan pertamanya pada bulan Mei 2017, dan kunjungan tersebut dikatakan telah memperkuat hubungan antara kedua negara.

Arab Saudi belum mengonfirmasi klaim Trump tentang investasi senilai USD1 triliun.

Putra Mahkota Mohammed bin Salman menikmati hubungan dekat dengan lingkaran dalam Trump selama masa jabatan pertamanya.

Dia menjalin persahabatan dengan penasihat dan menantu Trump, Jared Kushner, dan kemudian berinvestasi di grup ekuitas swasta miliknya, Affinity Partners.

Terlepas dari sejarah ini, hingga baru-baru ini ada beberapa titik yang menyakitkan dalam hubungan antara pemerintahan Trump kedua dan Arab Saudi.

Kerajaan itu mengabaikan seruan Trump untuk memompa lebih banyak minyak di awal tahun. Trump mengatakan harga minyak yang lebih murah diperlukan untuk mengakhiri perang di Ukraina.

Arab Saudi dan produsen minyak lainnya yang tergabung dalam aliansi yang dijuluki OPEC+ akan meningkatkan produksi mulai April.

Hingga baru-baru ini, Arab Saudi dan negara-negara Teluk lainnya telah mencegah AS melancarkan serangan terhadap Houthi Yaman dari pangkalan udara mereka.

AS melancarkan serangan mematikan di Yaman awal bulan ini. Seorang pejabat pertahanan AS mengatakan kepada MEE baru-baru ini bahwa AS telah memperoleh izin dari negara-negara Teluk.

Brigade Al-Qassam Gelar Operasi Pertama, Israel Bunuh 1.000 Orang Sejak Perang Kembali Pecah

(sya)

wa-channel

Follow WhatsApp Channel SINDOnews untuk Berita Terbaru Setiap Hari

Follow

Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com,

Klik Disini 

untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!

Infografis

43 Negara yang akan...

43 Negara yang akan Dilarang Masuk ke Amerika Serikat

Trump akan Berkunjung...

43 menit yang lalu

Brigade Al-Qassam Gelar...

1 jam yang lalu

Tokoh Sayap Kanan Prancis...

2 jam yang lalu

Anggota Parlemen Iran...

3 jam yang lalu

2 Negara Anggota NATO...

8 jam yang lalu

Serangan Rudal AS Hancurkan...

12 jam yang lalu

Comment Using!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Pages