Internasional
Trump akan Modernisasi Persenjataan Nuklir AS Tanpa Menambah Jumlah | Halaman Lengkap


Makin mudah baca berita nasional dan internasional.
Selasa, 01 April 2025 - 11:30 WIB
Kapal selam tenaga nuklir milik AS. Foto/tasnim
A A A
- Pemerintahan Presiden Donald Trump akan memodernisasi persenjataan senjata nuklir Amerika Serikat (AS) yang menua tanpa menambah jumlahnya, menurut Menteri Energi Chris Wright.
Dalam wawancara dengan Fox News pada hari Minggu (30/3/2025), Wright menggambarkan persediaan nuklir AS sebagai sesuatu yang "lebih tua" dan "menjadi usang."
Dia menambahkan negara itu perlu "memodernisasi," dengan mengklaim tidak ada upaya yang dilakukan untuk mencapai tujuan itu dalam tiga dekade terakhir.
Wright menekankan modernisasi tidak berarti menambah jumlah hulu ledak nuklir. "Kita tidak perlu menambah persediaan nuklir kita," ujar dia, tetapi lebih kepada "memastikan semuanya dalam kondisi prima."
Pejabat AS itu tidak memberikan rincian tentang jumlah hulu ledak yang akan diperbarui atau batas waktu untuk upaya tersebut.
"Hal terbaik tentang senjata nuklir adalah tidak menggunakannya... Dan untuk tidak menggunakannya, dunia harus memiliki keyakinan 100% bahwa Amerika memimpin dunia dalam teknologi senjata, keandalan, dan penilaian persediaan kita," ungkap Wright.
Dia mengklaim Proyek Manhattan yang menghasilkan terciptanya bom atom pertama dan pengeboman Hiroshima dan Nagasaki pada akhir Perang Dunia II, telah memberi AS kapasitas nuklir untuk “memenangkan” Perang Dingin.
Ia juga meramalkan negara itu akan berada dalam “posisi yang jauh lebih baik dalam beberapa tahun… sekali lagi, dengan seorang presiden yang berfokus pada hal itu.”
Meskipun berjanji memodernisasi nuklir, Trump awal bulan ini menyerukan perlucutan senjata global, dengan mengatakan, “Akan sangat bagus jika semua orang menyingkirkan senjata nuklir mereka.”
“Rusia dan kami sejauh ini memiliki yang paling banyak. China akan memiliki jumlah yang sama dalam waktu empat atau lima tahun… Denuklirisasi akan menjadi hal yang luar biasa,” ujar presiden AS.
Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menanggapi dengan mengatakan meskipun Rusia terbuka untuk berunding dengan AS mengenai masalah tersebut, “Tidak mungkin untuk mengabaikan persenjataan nuklir Eropa dalam dialog ini.”
AS memiliki lebih dari 5.000 hulu ledak nuklir, dengan sekitar 1.770 dikerahkan. Rusia memiliki sekitar 5.880 hulu ledak, yang sekitar 1.700 di antaranya telah dikerahkan.
Inggris memiliki sekitar 225, dan Prancis 290. Jumlah pasti hulu ledak China tidak diketahui, tetapi diperkirakan sekitar 600.
Rusia dan AS merupakan penandatangan perjanjian New START 2010, yang membatasi masing-masing pihak untuk mengerahkan 1.550 hulu ledak nuklir strategis.
Moskow menangguhkan partisipasinya dalam perjanjian tersebut pada tahun 2023, dengan alasan absurditas rezim inspeksi untuk fasilitas strategis karena keterlibatan Barat yang mendalam dalam konflik Ukraina.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com,
Klik Disiniuntuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Infografis

3 Ancaman Terbesar Militer AS, Paling Utama Adalah China
Tidak ada komentar:
Posting Komentar