0
News
    Home Dunia Internasional Israel Konflik Timur Tengah

    'Ayah, Aku Tertembak!', Tentara Israel Bunuh Bocah Palestina yang Jadi Saksi Kunci Pembantaian Petugas Medis - merdeka

    8 min read

     Dunia Internasional,Konflik Timur Tengah

    'Ayah, Aku Tertembak!', Tentara Israel Bunuh Bocah Palestina yang Jadi Saksi Kunci Pembantaian Petugas Medis - Merdeka

    Pasukan Israel membunuh bocah tersebut lantaran ia menyaksikan eksekusi massal petugas medis di Gaza.

    Seorang ayah mengatakan anaknya yang berusia 12 tahun, Muhammad al-Bardawil, menjadi sasaran tentara Israel karena menyaksikan langsung eksekusi keji tentara zionis terhadap petugas medis pada Maret lalu.

    Muhammad ditembak mati oleh pasukan Angkatan Laut Israel pada 10 Mei saat ia sedang memancing bersama ayahnya di pantai Rafah.

    Kematian bocah tersebut terjadi hanya berjarak beberapa pekan setelah ia selamat dari eksekusi Israel terhadap 15 paramedis dan pekerja Pertahanan sipil. Para korban tersebut diketahui sedang menghadapi serangan di Rafah Barat pada 23 Maret, demikian dilansir Middle East Eye, Senin (19/5).

    Melucuti pakaian

    Dalam insiden itu, ayahnya, Saeed al-Bardawil, menyatakan ia sedang berjalan dengan putranya di daerah Tal al-Sultan ketika pasukan khusus Israel tiba-tiba muncul dan menahan mereka.

    Bersama beberapa orang lainnya, pasukan Israel melucuti pakaian mereka, mengikat, dan menodongkan senjata ke arah mereka sambil memaksa untuk berbaring tengkurap. Aksi keji ini hanya berjarak beberapa meter dari ambulans Bulan Sabit Merah yang terbakar membara karena lebih dulu diserang.

    Sekitar pukul 5 pagi, sejumlah ambulans tambahan dan truk pemadam kebakaran Pertahanan Sipil tiba di lokasi kejadian dalam misi penyelamatan.

    Berdasarkan kesaksian ayah Muhammad, saat petugas mendekati kendaraan yang dibom, tempat di mana rekan medis tergeletak tewas dan terluka, tentara Israel melepaskan tembakan langsung ke arah mereka.

    Tembakan itu berlangsung hingga tujuh menit

    Al-Bardawil mengatakan dia dan yang lainnya menutup mata mereka. Tetapi tidak dengan Muhammad.

    “Dia melihat semuanya,” kata sang ayah, seraya menambahkan, “Dia menceritakannya kepada saya secara langsung ketika saya berbaring dengan mata tertutup di sampingnya.”

    “Para tentara mulai maju ke arah ambulans. Pertama datang lima tentara, lalu lima lainnya menyusul. Beberapa pemuda tergeletak di luar, dan yang lainnya masih di dalam ambulans,” katanya.

    “Saat tentara mendekat, mereka melepaskan puluhan peluru ke arah petugas medis, menembak mereka dari jarak dekat di atas kepala mereka,” tambah al-Bardawil.

    “Petugas medis itu meminta bantuan. Kemudian terdengar tembakan yang semakin keras, lalu suara-suara itu berhenti,” kenangnya.

    Muhammad melihat apa yang tidak bisa dilihat ayahnya. Ia menyaksikan eksekusi sistematis terhadap petugas medis, termasuk mereka yang masih hidup dan memohon pertolongan. Seiring masuknya lebih banyak tentara, beberapa korban luka yang masih hidup pun ditembak mati dari jarak dekat.

    Petugas Medis Dikubur di Bawah Ambulans yang Rusak

    Setelah kejadian itu, militer Israel menggunakan buldoser untuk menggali lubang. Mereka mengubur petugas medis di bawah pasir serta menempatkan ambulans dan truk pemadam kebakaran yang rusak di atasnya.

    Al-Bardawil dan putranya berulang kali dipindahkan, diinterogasi, dan akhirnya matanya ditutup lagi. Tapi mata Muhammad tidak ditutup.

    “Mereka menyuruh kami duduk di lubang dan senjata diarahkan ke arah kami. Muhammad menoleh ke saya sambil berkata ‘Ayah, apa yang harus kami lakukan? Mereka akan membunuh kami, saya berharap mereka hanya menangkap kita saja.’”

    'Ayah, aku tertembak'

    Beberapa pekan kemudian, pada 10 Mei, sebuah kapal Angkatan Laut Israel mendekat saat ia dan ayahnya memancing pada pagi hari di lepas pantai Gaza.

    “Kami mencoba melarikan diri, dan mereka langsung menembak. Awalnya menggunakan peluru meriam, lalu dengan peluru tajam. Lalu datang lagi satu peluru,” ucap al-Bardawil.

    Saat itu, Muhammad berkata, “Ayah, aku tertembak” lalu ia pingsan. Muhammad meninggal tak lama setelah tiba di Rumah Sakit Palang Merah.

    “Itu adalah pembunuhan yang disengaja dan terencana,” kata al-Bardawil.

    Reporter Magang: Devina Faliza Rey

    Tangis Pecah Siswa 'Lulusan' Barak TNI saat Bersalaman dengan Kang Demul - merdeka

    Artikel ini ditulis oleh
    P
    Reporter
    • Pandasurya Wijaya
    Hasil Investigasi: Tank Israel Tembakkan 900 Peluru ke Bocah Palestina di Dalam Mobil Hingga Tewas

    Hind Rajab dan kerabatnya dibunuh pada 29 Januari ketika melarikan diri dari lingkungan mereka di Kota Gaza.

    Pria Palestina dan Anaknya Tewas Diberondong Peluru Saat Hadiri Upacara Pemakaman

    Video kejadian tersebut menunjukkan sebuah mobil pemukim memotong jalur prosesi pemakaman kemudian berhenti dan menghujani para peziarah dengan peluru.

    Komentar
    Additional JS