Pasukan Suriah Peringatkan Israel jika Berani Lukai Presiden Sharaa, Janjikan Sungai Darah - Sindonews
2 min read
Dunia Internasional, Konflik Timur Tengah
Pasukan Suriah Peringatkan Israel jika Berani Lukai Presiden Sharaa, Janjikan Sungai Darah
views: 3.247

Pasukan keamanan di dekat pusat Al-Suwayda, Suriah, setelah pesawat tempur Israel menyerang pada 15 Juli 2025. Foto/?zettin Kas?m/Anadolu Agency
DAMASKUS - Kelompok tentara Suriah bernama "Red Bands" di dalam militer Suriah telah memperingatkan Israel agar tidak melukai Presiden Ahmad al-Sharaa.Dalam pesan yang dibagikan dalam bahasa Arab dan Ibrani, kelompok tersebut menjanjikan "sungai darah" jika al-Sharaa "dilukai" oleh Israel.
Hal ini terjadi setelah serangan udara Israel pada hari Rabu yang menargetkan kawasan sekitar istana presiden di Gunung Qasioun di pinggiran Damaskus.
Pesawat tempur Israel melakukan empat serangan udara yang menargetkan gedung Staf Umum Suriah di Lapangan Umayyah di ibu kota Suriah, Damaskus, menghancurkan gedung tersebut sepenuhnya.
Sebelumnya pada hari itu, pesawat tanpa awak Israel melakukan dua serangan terhadap gedung tersebut.
Saluran 12 Israel mengungkapkan militer sedang bersiap untuk pertempuran selama beberapa hari di Suriah, di mana pesawat tanpa awak dan pesawat tempur sedang direlokasi untuk mempersiapkan serangan tersebut.
Menurut saluran tersebut, Divisi ke-98 telah dipersiapkan untuk kemungkinan pemindahan dari Gaza ke Suriah.
Satu brigade penerjun payung tentara Israel juga diperkirakan akan tiba di Suriah, yang menunjukkan sejauh ini, 160 serangan pesawat nirawak dan jet tempur telah dilakukan, sebagian besar di wilayah tersebut.
Sementara itu, provinsi selatan Sweida juga sedang diserang Israel.
Seorang pejabat Israel mengatakan pasukan sedang dikerahkan di Dataran Tinggi Golan sebagai persiapan untuk pertempuran selama beberapa hari, seraya mencatat telah terjadi "pertukaran pesan dengan Amerika mengenai masalah ini".
Baca juga: 7 Fakta Kenapa Tentara Israel juga Menembaki Gereja di Palestina?
Hal ini terjadi setelah serangan udara Israel pada hari Rabu yang menargetkan kawasan sekitar istana presiden di Gunung Qasioun di pinggiran Damaskus.
Pesawat tempur Israel melakukan empat serangan udara yang menargetkan gedung Staf Umum Suriah di Lapangan Umayyah di ibu kota Suriah, Damaskus, menghancurkan gedung tersebut sepenuhnya.
Sebelumnya pada hari itu, pesawat tanpa awak Israel melakukan dua serangan terhadap gedung tersebut.
Saluran 12 Israel mengungkapkan militer sedang bersiap untuk pertempuran selama beberapa hari di Suriah, di mana pesawat tanpa awak dan pesawat tempur sedang direlokasi untuk mempersiapkan serangan tersebut.
Menurut saluran tersebut, Divisi ke-98 telah dipersiapkan untuk kemungkinan pemindahan dari Gaza ke Suriah.
Satu brigade penerjun payung tentara Israel juga diperkirakan akan tiba di Suriah, yang menunjukkan sejauh ini, 160 serangan pesawat nirawak dan jet tempur telah dilakukan, sebagian besar di wilayah tersebut.
Sementara itu, provinsi selatan Sweida juga sedang diserang Israel.
Seorang pejabat Israel mengatakan pasukan sedang dikerahkan di Dataran Tinggi Golan sebagai persiapan untuk pertempuran selama beberapa hari, seraya mencatat telah terjadi "pertukaran pesan dengan Amerika mengenai masalah ini".
Baca juga: 7 Fakta Kenapa Tentara Israel juga Menembaki Gereja di Palestina?
(sya)