Isi Curhat Lucky Prada Dipukul Senior saat Bekerja, sang Kakak: Mungkin Dia Tidak Tahan - Halaman all - Tribunpapuabarat
Kasus
Isi Curhat Lucky Prada Dipukul Senior saat Bekerja, sang Kakak: Mungkin Dia Tidak Tahan - Halaman all - Tribunpapuabarat

TRIBUNPAPUABARAT.COM - Keadilan atas kasus kematian Prada Lucky Chepril Saputra Namo masih dipertanyakan pihak keluarga.
Diketahui sebelumnya, Prada Lucky diuga tewas karena dianiaya oleh seniornya di Batalyon Infanteri (Yonif) Teritorial Pembangunan/834 Waka Nga Mere di Kabupaten Nagekeo, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur.
Kakak Prada Lucky, Novilda Lusiana Hetinina Namo atau Lusi, sempat mendengar korban bercerita dianiaya saat bekerja.
Lusi mengingat sang adik sebenarnya dikenal kerap diam dan tak sering mengeluh.
Namun saat itu, Prada Lucky mengaku sedang sakit dan mendapatkan aksi pemukulan dari seniornya.
"Dia cerita ke saya satu kali, curhat sekitar bulan lalu, itu melalui telepon. Dia telepon saya ketika saya ada kerja. Dia bilang 'Lusi saya ada sakit' saya tanya 'sudah minum obat.' Dia bilang 'belum Lusi saya masih kerja," ujar Lusi.
"Dia cerita, 'Lusi saya tadi kena pukul dari senior' terus saya bilang kenapa. 'Senior pikir saya capek kerja' dia kan bagian dapur, dia pasti kan kerja ekstra dari pagi."
"Dia bilang bangunnya itu setiap jam tiga pagi. Otomatis kan drop juga, saya bilang ke rumah sakit dulu atau ke kesehatan di Batalyon disitu. Dia bilang 'iya Lusi nanti saya pergi," tutur Lusi.
"Ini anak tidak banyak omong, dia kebanyakan simpan punya keluh kesah sendiri. Tapi waktu itu mungkin dia tidak tahan, dia curhat ke saya," imbuh Lusi.
Lusi juga mengatakan, setelah mendapat kabar adiknya dirawat di rumah sakit, pihak keluarga kesulitan untuk mendapat akses informasinya.
Bahkan, Lusi sampai harus meminta tolong temannya yang berada di Nagekeo untuk ke rumah sakit dan mencari informasi soal benar tidaknya Prada Lucky dirawat.
"Saya juga dapat info dari saya punya teman dan saya minta tolong ketika saya punya adik masuk rumah sakit itu, kan semua ditutup aksesnya."
"Jadi saya minta tolong saya punya teman di kantor, minta tolong temannya yang di Nagekeo, untuk pergi ke rumah sakit. Hanya untuk memastikan benar atau tidak Lucky di rumah sakit," kata Lusi dalam Program 'Sapa Indonesia Pagi' Kompas TV, Senin (11/8/2025).
Kemudian diperoleh informasi dari teman Lusi itu, Prada Lucky sudah dirawat sejak Minggu (3/8).
Temannya Prada Lucky yang berjaga di rumah sakit, menyebut Prada Lucky dirawat karena jatuh dari motor.
"Ternyata dia perginya hari Minggu dan memang betul Lucky itu ada di rumah sakit. Dan dia sempat tanya di teman-temannya yang jaga, dan teman-temannya yang jaga itu mengaku bilang Lucky jatuh motor," terang Lusi.
Baca juga: Buka Pameran UMKM, Gubernur Papua Barat: Produk Lokal Tak Kalah Saing dengan Luar Daerah
4 TERSANGKA DITAHAN
Polisi Militer Kodam IX/Udayana menetapkan empat prajurit TNI sebagai tersangka dalam kasus kematian Prada Lucky Chepril Saputra Namo yang diduga tewas akibat dianiaya seniornya.
Keempat tersangka kini telah ditahan di Subdenpom IX/1-1 Ende, Nusa Tenggara Timur.
Penetapan tersangka dan saksi dilakukan setelah pemeriksaan sejumlah personel.
Menurutnya, pemeriksaan terhadap para tersangka akan dilanjutkan untuk mengetahui peran masing-masing.
Selain empat orang tersebut, tambah Wahyu, ada 16 personel lain yang masih menjalani pemeriksaan lanjutan oleh penyidik Pomdam IX/Udayana.
"Selanjutnya, untuk 16 orang lainnya saat ini masih terus dilakukan pemeriksaan lanjutan dan tidak menutup kemungkinan ada tersangka baru dari hasil pemeriksaan tersebut," tutur dia, dikutip TribunPapuaBarat.com dari Kompas.com.
KRONOLOGI PENGANIAYAAN

Dikutip dari Tribunnews.com, dari laporan yang ditujukan kepada Asintel Kasdam IX/Udayana, pemukulan terjadi akibat dari adanya penyimpangan seks (LGBT) yang dilakukan oleh Prada Lucky Chepril Saputra Namo dan Prada Ricard Junimton Bulan.
Staf-1/Intel Yonif 834/WM menyampaikan, pada Minggu (27/7) pukul 21.45 WITA, dilaksanakan pemeriksaan oleh Staf-1/Intel terhadap personil yang mengalami penyimpangan seksual (LGBT) an. Prada Lucky Chepril Saputra Namo.
Pada Senin (28/7) sekitar pukul 06.20 WITA, Prada Lucky pernah kabur saat izin ke kamar mandi untuk buang air besar.
Hal itu diketahui oleh anggota Staf Intel an. Serda Lalu Parisi Ramdani saat mengecek kamar mandi, ternyata Prada Lucky tidak ada.
Serda Lalu Parisi Ramdani melaporkan kejadian tersebut ke Sertu Thomas Desambris Awi.
Selanjutnya pada pukul 09.25 WITA, Serda Lalu Parisi Ramdani melaporkan kejadian perihal kaburnya Prada Lucky Namo kepada Danki A an. Lettu Inf Ahmad Faisal.
Kemudian Danki A memerintahkan para organik Kipan A melaksanakan pencarian di sekitar wilayah Pelabuhan, arah Kota dan beberapa tempat yang pernah didatangi oleh Prada Lucky Namo.
Sekitar pukul 10.45 WITA, Prada Lucky Namo ditemukan di rumah Ibu Iren yang merupakan ibu asuhnya.
Setelah itu Prada Lucky Namo dibawa kembali ke Marshalling Area oleh Sertu Thomas Desambris Awi, Sertu Daniel, Serda Lalu Parisi S. Ramdani dan Pratu Fransisco Tagi Amir.
Baca juga: Pertama di Teluk Bintuni, Panitia HUT ke-80 RI Gelar Lomba Cerdas Cermat Tingkat Pelajar
Selanjutnya, sekitar pukul 11.05 WITA, pemeriksaan terhadap Prada Lucky Namo dilakukan di kantor Staf-1/Intel.
Beberapa orang senior Prada Lucky Namo datang membawa selang dan memukul Prada Lucky secara bergantian.
Pada Senin pukul 23.30 WITA, Danyonif TP/834 Letkol Inf Justik Handinata memerintahkan Danki C Yonif 834/WM Lettu Inf Rahmat untuk datang ke kantor Staf-1/Intel.
Setibanya di kantor Staf-1/Intel Danyon 834/WM memerintahkan Lettu Inf Rahmat untuk organik kembali dan tidak ada yang melakukan tindakan pemukulan serta memberikan penekanan agar tidak ada kekerasan dalam mendidik junior.
Berikutnya, pada Rabu (30/7) sekitar pukul 01.30 WITA bertempat di rumah jaga kesatrian tempat Prada Lucky Namo dan Prada Ricard Junimton Bulan di sel telah datang 4 orang personel, yaitu Pratu Petris Nong Brian Semi, Pratu Ahmad Adha, Pratu Emanuel De Araojo dan Pratu Aprianto Rede Raja kemudian melakukan pemukulan terhadap Prada Lucky Namo dan Prada Ricard Junimton Bulan menggunakan tangan kosong.
Pada Sabtu (2/8) sekitar pukul 09.10 WITA, Prada Ricard Junimton Bulan demam dan Prada Lucky Namo mengalami muntah-muntah kemudian keduanya dibawa ke Puskesmas Kota Danga untuk melaksanakan pemeriksaan.
Setelah melaksanakan pemeriksaan Prada Ricard Junimton Bulan diijinkan untuk kembali, sedangkan untuk Prada Lucky dirujuk ke RSUD Aeramo dikarenakan Hemoglobin (Hb) rendah.
Pada Minggu (3/8), kondisi Prada Lucky sudah mulai membaik setelah dilakukan penanganan oleh Dokter RS.
Kemudian pada Senin (4/8) sekitar pukul 19.00 - 21.30 WITA, Ibu Asuh dari Prada Lucky Namo, Ibu Iren, datang menjenguk untuk memberikan semangat serta menyuapi makan saat itu kondisi Prada Lucky Namo membaik dikarenakan bisa tertawa dan bercengkrama.
Sekitar pukul 23.30 WITA, kondisi Prada Lucky Chepril Saputra Namo menurun sehingga dipindahkan ke ruang ICU RSUD Aeramo.
Pada Selasa (5/8) sekitar pukul 04.47 WITA, dilakukan pemasangan Ventilator terhadap Prada Lucky Namo untuk menunjang pernapasan.
Setelah mendapat perawatan intensif di RSUD Aeramo, Kabupaten Nagekeo, Prada Lucky Namo mengembuskan napas terakhirnya pada Rabu (6/8/2025) sekitar pukul 11.23 WITA.
(*)