0
News
    Home Arya Daru Diplomat Kemlu Featured Kasus

    Istri Almarhum ADP Tak Pernah Minta Geser CCTV, Kuasa Hukum Minta Penjaga Kos Diperiksa Ulang - Kompas

    2 min read

     Kasus 

    Istri Almarhum ADP Tak Pernah Minta Geser CCTV, Kuasa Hukum Minta Penjaga Kos Diperiksa Ulang



    YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Kuasa hukum keluarga diplomat Kemlu ADP mengungkap adanya kejanggalan keterangan penjaga kos.

    Kuasa hukum keluarga ADP, Nicholay Aprilindo, menyampaikan ada kejanggalan keterangan penjaga kos yang disampaikan kepada penyidik.

    Menurut dia, istri ADP, yakni Meta Ayu, tidak pernah meminta penjaga kos untuk menggeser CCTV.

    "Dan perlu saya sampaikan keterangan dari istri almarhum bahwa istri almarhum yang bernama Meta Ayu tidak pernah meminta pergeseran CCTV," kata dia dalam konferensi pers, Sabtu (23/8/2025).

    Eks Wamenaker Noel Ebenezer Minta Amnesti ke Prabowo, Ini Respons Istana

    "Istri almarhum menyatakan tidak pernah meminta penjaga kos untuk menggeser CCTV, sehingga timbul pertanyaan kami dari mana penjaga kos, Siswanto, itu menyatakan ada permintaan dari istri almarhum untuk menggeser CCTV," kata dia.

    Baca juga: Akun WhatsApp Diplomat ADP Sempat Aktif usai Ditemukan Tewas, Kuasa Hukum Pertanyakan HP Hilang

    Menurut Nicholay, pernyataan dari penjaga kos ini merupakan upaya pengaburan fakta atas misteri kematian diplomat Kemlu ADP.

    "Ini jelas, pengaburan fakta kalau bagi kami. Itu perlu didalami," kata dia.

    Selain itu, lanjut dia, penjaga kos sempat mengatakan bahwa kunci kamar ADP hanya ada satu, namun saat pagi hari, penjaga kos dapat membuka pintu kos ADP dengan kunci lain.

    "Kemudian ketika dia mengatakan bahwa kunci dari kamar almarhum satu, tapi saat pagi dia membuka dengan kunci lain, berarti ada kunci dua double. Ini perlu didalami. Kok pemegang kunci penjaga kos bisa pegang dua kunci, ini kan belum terungkap," ujar dia.

    Baca juga: Babak Baru Kematian Diplomat ADP, Keluarga Ungkap Simbol Misterius dari Orang Tak Dikenal

    Keluarga juga meminta kepada penyelidik untuk memeriksa dua orang berinisial V dan D.

    Hal itu lantaran ADP sempat bertemu keduanya di Grand Indonesia (GI), dan setelah bertemu keduanya, ADP menunjukkan gelagat panik.

    "Inisial V dan D, pertanyaan kami sejauh mana pendalaman terhadap wanita V dan pria D. Apa yang menyebabkan almarhum kelihatan panik setelah bertemu dua orang oknum tersebut," ujar kuasa hukum keluarga ADP, Nicholay Aprilindo, Sabtu (23/8/2025).

    Terangi negeri dengan literasi, satu buku bisa membuka ribuan mimpi. Lewat ekspedisi Kata ke Nyata, Kompas.com ingin membawa ribuan buku ke pelosok Indonesia. Bantu anak-anak membaca lebih banyak, bermimpi lebih tinggi. Ayo donasi via Kitabisa!

    Jadi Tersangka KPK, Immanuel "Noel" Ebenezer Berharap Diampuni Prabowo

    Komentar
    Additional JS