0
News
    Home Berita Demo Featured

    Peringatan Keras untuk Pelajar: Jangan Ikut-ikutan Demo, - Kompas

    4 min read

     

    Peringatan Keras untuk Pelajar: Jangan Ikut-ikutan Demo


    JAKARTA, KOMPAS.com – Sejumlah buruh dari berbagai daerah hari ini, Kamis (28/8/2025), turun ke jalan menggelar aksi unjuk rasa di Jakarta.

    Demonstrasi dipimpin Partai Buruh dan Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) bersama koalisi serikat pekerja.

    Dua titik utama menjadi lokasi aksi, yaitu depan Gedung DPR RI, Senayan, dan Istana Kepresidenan Jakarta.

    Presiden Partai Buruh Said Iqbal menegaskan enam tuntutan utama demo buruh 28 Agustus 2025.

    Buruh Hari Ini Demo, Pegawai DPR Diimbau Kerja dari Rumah

    Keenam tuntutan itu mulai dari hapus sistem outsourcing, menolak upah murah, kenaikan upah minimum 2026 sebesar 8,5–10,5 persen, hingga reformasi pajak.

    Baca juga: Demo Buruh 28 Agustus di Jakarta, Ini 6 Tuntutan Utama ke Pemerintah

    Namun di tengah aksi tersebut, aparat keamanan memberikan peringatan keras agar pelajar tidak ikut-ikutan turun ke jalan.

    Keterlibatan pelajar dalam demonstrasi kerap menimbulkan persoalan baru, mulai dari keamanan hingga masa depan pendidikan mereka yang terancam.

    Pada unjuk rasa yang berujung ricuh di depan Gedung DPR pada Senin (25/8/2025), sebanyak 351 orang ditangkap, di antaranya 196 adalah pelajar berusia di bawah 18 tahun.

    “Kapolres Jakpus sudah mengingatkan, penyampaian pendapat bukan tempatnya anak-anak pelajar. Jangan ikut-ikutan, karena ini bukan tugas kalian,” tegas Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi, Selasa (26/8/2025).

    Menurut Ade Ary, banyak pelajar yang terprovokasi ajakan di media sosial dan akhirnya terlibat perusakan fasilitas umum.

    Baca juga: Jelang Demo Buruh 28 Agustus 2025, Ini yang Perlu Diketahui Warga Jakarta

    “Pihak yang menyebar ajakan ke pelajar, setop. Kasihan, mereka harus belajar,” ujarnya.

    KPAI: Pelajar Rentan Terpengaruh media sosial

    Komisioner KPAI, Sylvana Maria Apituley, menyebut alasan utama pelajar ikut demo karena ajakan teman atau terpengaruh konten di media sosial.

    “Beberapa anak menyatakan ikut aksi karena diajak kakak kelas, teman, serta ajakan di media sosial,” kata Sylvana, Rabu (27/8/2025).

    KPAI mendampingi ratusan anak yang ditahan di Polda Metro Jaya usai kericuhan 25 Agustus.

    Mereka berusia 12–17 tahun dari Jakarta, Tangerang, hingga Bekasi. Sebagian mengaku hanya ikut-ikutan tanpa tahu jelas tujuan aksi.

    Baca juga: Ribuan Buruh Gelar Aksi di DPR 28 Agustus, Tuntut Kenaikan Upah dan Hapus Outsourcing

    Bahkan, lima anak melaporkan mengalami kekerasan fisik saat diamankan.

    Keterlibatan pelajar dalam unjuk rasa buruh memperlihatkan celah besar dalam pengawasan orangtua dan sekolah.

    Tanpa pemahaman yang matang soal isu ketenagakerjaan, para siswa rentan hanya menjadi “korban” mobilisasi massa.

    Baca juga: 10.000 Buruh Demo di DPR dan Istana Besok, Bawa 5 Tuntutan Ini

    KPAI pun meminta agar anak-anak dilindungi sesuai UU Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak, termasuk mendapat pendampingan dan layanan bantuan psikososial.

    Mendiksmen: Jangan mudah terprovokasi

    Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, juga mengingatkan pelajar untuk tidak terjebak informasi palsu.

    “Kami mengimbau siswa di seluruh Indonesia agar tidak terprovokasi oleh berita-berita yang tidak jelas kebenarannya,” ujarnya di Kompleks Istana, Rabu (27/8/2025).

    Baca juga: Jalan Gatot Subroto Masih Bisa Dilewati Pagi Ini, akan Ditutup Saat Pedemo Tiba Pukul 10.00 WIB

    Mu’ti menekankan, guru dan kepala sekolah harus lebih ketat mengawasi murid agar tidak terlibat kegiatan yang bukan tugas mereka.

    “Pelajar sebaiknya fokus belajar. Aspirasi ada banyak cara menyampaikannya, tidak harus turun ke jalan,” tegasnya.

    Terangi negeri dengan literasi, satu buku bisa membuka ribuan mimpi. Lewat ekspedisi Kata ke Nyata, Kompas.com ingin membawa ribuan buku ke pelosok Indonesia. Bantu anak-anak membaca lebih banyak, bermimpi lebih tinggi. Ayo donasi via Kitabisa!

    Demo Buruh 28 Agustus 2025, Massa Mulai Padati Gedung DPR RI

    Komentar
    Additional JS