0
News
    Home Amerika Serikat Dunia Internasional Featured Gaza Konflik Timur Tengah

    Geng Motor Anti-Islam AS Disewa Awasi Keamanan di Gaza - Sindonews

    4 min read

     Dunia Internasional, Konflik Timur Tengah, 

    Geng Motor Anti-Islam AS Disewa Awasi Keamanan di Gaza

    Jum'at, 12 September 2025 - 17:51 WIB

    Anggota geng motor anti-Muslim AS, Infidels MC, bertugas menjaga keamanan di lokasi-lokasi Yayasan Kemanusiaan Gaza. Foto/Halaman Facebook Infidels
    A
    A
    A
    GAZA - Anggota geng motor Amerika Serikat (AS), "dengan sejarah permusuhan terhadap Islam," telah disewa kontraktor swasta Amerika untuk mengawasi keamanan di lokasi kontroversial Yayasan Kemanusiaan Gaza (GHF) di mana lebih dari 2.000 warga Palestina dibunuh. Kabar itu diungkap dalam laporan investigasi BBC.

    “Identitas sepuluh anggota Klub Motor Infidels yang bekerja di Gaza untuk UG Solutions telah dikonfirmasi, dengan tujuh anggota memegang posisi senior yang mengawasi lokasi," ungkap laporan BBC pada hari Rabu (10/9/2025).

    Infidels MC didirikan para veteran militer AS dari perang Irak pada tahun 2006, menurut laporan tersebut, dengan para anggotanya memandang diri mereka "sebagai Tentara Salib modern, menggunakan salib Tentara Salib sebagai simbol mereka."

    Masih Bisa Menembak, Bergerak, dan Berkomunikasi


    Pemimpin geng tersebut, Johnny “Taz” Mulford, sekarang menjadi “pemimpin tim negara” yang menjalankan kontrak UG Solutions di Gaza.

    Menurut BBC, “Ia adalah mantan sersan Angkatan Darat AS yang dihukum karena berkonspirasi melakukan penyuapan, pencurian, dan memberikan pernyataan palsu kepada otoritas militer."

    Pada bulan Mei, hanya dua pekan sebelum berangkat ke Gaza, unggahan media sosial menunjukkan Mulford mencoba merekrut veteran militer AS, "mengundang siapa pun yang 'masih bisa menembak, bergerak, dan berkomunikasi' untuk melamar."

    Mengutip perkiraan seorang mantan kontraktor, BBC mengatakan "setidaknya 40 dari 320 orang yang dipekerjakan untuk bekerja di UG Solutions" di Gaza direkrut dari geng tersebut.

    Menurut dokumen yang dilihat BBC, UG Solutions "membayar setiap kontraktor USD980 per hari termasuk biaya-biaya, naik menjadi USD1.580 per hari untuk para pemimpin tim" di lokasi GHF.

    Spanduk Jadikan Gaza Hebat Kembali


    Salah satu pemimpin lokasi, Josh Miller, telah mengunggah foto sekelompok besar kontraktor keamanan di Gaza dengan spanduk bertuliskan "Jadikan Gaza Hebat Kembali."

    Spanduk tersebut juga mempromosikan merek pakaiannya, yang beberapa di antaranya memuat slogan-slogan seperti "rangkul kekerasan" dan "Berselancar sepanjang hari, roket sepanjang malam. Gaza musim panas 25."

    Miller memiliki tato bertuliskan "Tentara Salib" di jari-jarinya dan "1095", tahun dimulainya Perang Salib Pertama, di ibu jarinya.

    Geng motor tersebut menjual barang dagangan bermerek "1095", mengklaim itu menandakan dimulainya Perang Salib, "satu kampanye militer oleh pasukan Eropa Barat untuk merebut kembali Yerusalem dan Tanah Suci dari kendali Muslim".

    Geng tersebut sebelumnya mengiklankan pesta panggang babi selama Ramadan, dengan selebaran bertuliskan, "Menentang hari raya Ramadan... kami mengundang Anda untuk menghadiri pesta sepeda terbuka & pesta panggang babi Infidels MC Colorado Springs Chapter."

    Jameson Govoni, pendiri dan CEO UG Solutions, menolak berkomentar, menurut BBC.

    Kecaman CAIR


    Dewan Hubungan Amerika-Islam (CAIR), organisasi hak-hak sipil dan advokasi Muslim terbesar di AS, telah menyerukan penarikan GHF dari Gaza menyusul investigasi BBC.

    “Para tentara bayaran GHF ini memiliki sejarah retorika yang sangat keras terhadap Muslim dan merendahkan berbagai aspek Islam, mulai dari Ramadan hingga Nabi Muhammad (saw),” ungkap Direktur Eksekutif Nasional CAIR, Nihad Awad.

    Dia menjelaskan, “Mereka seharusnya tidak memiliki tempat di Gaza. GHF juga tidak seharusnya, yang harus diselidiki dan dituntut atas dugaan kejahatan terhadap kemanusiaan.”

    CAIR menunjukkan geng tersebut saat ini memuat ujaran kebencian anti-Muslim di halaman Facebook-nya dan sebelumnya telah mengadakan acara panggang babi “yang menentang” bulan suci Ramadan dan merendahkan Nabi Muhammad (saw).

    Referensi KKK


    “Menunjukkan klub motor Infidels sebagai penanggung jawab penyaluran bantuan kemanusiaan di Gaza sama seperti menunjuk KKK sebagai penanggung jawab penyaluran bantuan kemanusiaan di Sudan. Sama sekali tidak masuk akal,” ujar Edward Ahmed Mitchell, wakil direktur CAIR, kepada BBC.

    Ia menambahkan, “Hal itu pasti akan berujung pada kekerasan, dan itulah yang telah kita saksikan terjadi di Gaza.”

    CAIR mengatakan sebelumnya telah mendesak pemerintahan Presiden AS Donald Trump untuk memutuskan hubungan dengan geng tersebut setelah laporan oleh Zeteo mengungkap hubungan kelompok tersebut dengan GHF.

    CAIR juga sebelumnya telah menyerukan penarikan GHF dari Gaza karena pembunuhan massal warga sipil di lokasi distribusinya.

    Lebih dari 2.400 Pencari Bantuan Tewas


    Menurut data terbaru otoritas Gaza pada hari Kamis, total 2.465 pencari bantuan Palestina telah tewas dan 17.948 terluka di atau dekat lokasi distribusi bantuan GHF sejak akhir Mei.

    Organisasi-organisasi hak asasi manusia telah mengecam GHF. Pelapor Khusus PBB telah menyerukan "pembubaran" GHF, dan para eksekutifnya dimintai pertanggungjawaban.

    "GHF, organisasi non-pemerintah yang dibentuk oleh Israel pada Februari 2025, dengan dukungan AS, untuk diduga mendistribusikan bantuan di Gaza, merupakan contoh yang sangat meresahkan tentang bagaimana bantuan kemanusiaan dapat dieksploitasi untuk agenda militer dan geopolitik terselubung yang melanggar hukum internasional secara serius," ungkap para ahli bulan lalu.

    Baca juga: Mesir Ancam Israel Jika Beraksi di Wilayahnya setelah Serangan Qatar
    (sya)
    Komentar
    Additional JS