Perang Israel dan Mesir Bisa Pecah Kapan Saja Usai Pernyataan Netanyahu - Sindonews
1 min read
Dunia Internasional, Konflik Timur Tengah,
Perang Israel dan Mesir Bisa Pecah Kapan Saja Usai Pernyataan Netanyahu
Kamis, 11 September 2025 - 17:21 WIB
Pemandangan sisi Mesir dari perlintasan perbatasan Rafah saat truk-truk yang membawa rumah kontainer dan alat berat konstruksi menunggu untuk memasuki Gaza pada 18 Februari 2025. Foto/Ahmed Sayed/Anadolu Agency
A
A
A
KAIRO - Media Israel, termasuk situs berita Mekomet, melaporkan perang antara Israel dan Mesir semakin dipandang hanya masalah waktu. Menurut laporan-laporan ini, terdapat sentimen publik dan politik yang kuat di Mesir bahwa konflik terbuka dengan Israel akan segera meletus.
Ketegangan itu meningkat menyusul komentar provokatif Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu tentang pembukaan Penyeberangan Rafah untuk memungkinkan warga Palestina meninggalkan Gaza.
Pernyataan Netanyahu, yang disampaikan dalam wawancara dengan saluran Telegram Abu Ali Express, memicu kemarahan yang belum pernah terjadi sebelumnya di Mesir.
Setiap upaya untuk mengusir warga Palestina dari Gaza melalui wilayah Mesir secara luas dipandang di Mesir sebagai garis merah yang tidak dapat dilintasi, baik di tingkat resmi, media, maupun publik.
Laporan berbahasa Ibrani tersebut mencatat meningkatnya ketegangan antara kedua negara telah mendominasi berita utama Israel dalam beberapa hari terakhir, karena pernyataan tersebut berubah menjadi krisis diplomatik yang tajam.
Kementerian Luar Negeri Mesir mengeluarkan pernyataan resmi yang menolak komentar tersebut.
Kemlu Mesir menekankan Kairo tidak akan terlibat dalam penggusuran rakyat Palestina dan tidak akan membiarkan tanahnya digunakan sebagai sarana untuk melemahkan perjuangan Palestina.
Posisi Mesir ini juga mendapat dukungan regional dari negara-negara termasuk Yordania dan Uni Emirat Arab, yang menyatakan keprihatinan atas upaya memaksakan realitas baru di lapangan melalui penggusuran paksa.
Baca juga: Tucker Carlson Klaim Mata-mata Israel Mengetahui Serangan 9/11 di AS
Ketegangan itu meningkat menyusul komentar provokatif Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu tentang pembukaan Penyeberangan Rafah untuk memungkinkan warga Palestina meninggalkan Gaza.
Pernyataan Netanyahu, yang disampaikan dalam wawancara dengan saluran Telegram Abu Ali Express, memicu kemarahan yang belum pernah terjadi sebelumnya di Mesir.
Setiap upaya untuk mengusir warga Palestina dari Gaza melalui wilayah Mesir secara luas dipandang di Mesir sebagai garis merah yang tidak dapat dilintasi, baik di tingkat resmi, media, maupun publik.
Laporan berbahasa Ibrani tersebut mencatat meningkatnya ketegangan antara kedua negara telah mendominasi berita utama Israel dalam beberapa hari terakhir, karena pernyataan tersebut berubah menjadi krisis diplomatik yang tajam.
Kementerian Luar Negeri Mesir mengeluarkan pernyataan resmi yang menolak komentar tersebut.
Kemlu Mesir menekankan Kairo tidak akan terlibat dalam penggusuran rakyat Palestina dan tidak akan membiarkan tanahnya digunakan sebagai sarana untuk melemahkan perjuangan Palestina.
Posisi Mesir ini juga mendapat dukungan regional dari negara-negara termasuk Yordania dan Uni Emirat Arab, yang menyatakan keprihatinan atas upaya memaksakan realitas baru di lapangan melalui penggusuran paksa.
Baca juga: Tucker Carlson Klaim Mata-mata Israel Mengetahui Serangan 9/11 di AS
(sya)