Sosok Anak Yai Mim yang Ikut Murka Ibunya Difitnah Sahara hingga Viral, Ternyata Sosok Terpandang - Tribunnewsbogor
Sosok Anak Yai Mim yang Ikut Murka Ibunya Difitnah Sahara hingga Viral, Ternyata Sosok Terpandang - Tribunnewsbogor.com
Penulis: khairunnisa | Editor: khairunnisa
Youtube channel Uya Kuya TV
TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Imam Muslimin alias Yai Mim menceritakan respon anak-anaknya soal konfliknya dengan Nurul Sahara yang tengah viral.
Ternyata anak Yai Mim tak terima dengan sederet fitnahan yang diurai pihak Sahara di media sosial.
Termasuk fitnahan yang menyerang pribadi istri Yai Mim, Rosidah.
Belakangan terungkap sosok anak-anak Yai Mim yang protes soal konflik Sahara itu ternyata bukan orang sembarangan.
Seperti diketahui, konflik antara Yai Mim dengan tetangganya, Sahara bermula karena masalah parkiran mobil.
Yai Mim merasa terganggu dengan aksi Sahara yang memarkirkan mobil rentalan miliknya di depan rumah Yai Mim.
Tak sampai di situ, konflik Yai Mim dan Sahara melebar ke dugaan pelecehan seksual.
Yai Mim dan Sahara pun sama-sama saling lapor ke kepolisian atas kasus pencemaran nama baik.
Terkait kasus tersebut, Yai Mim mengurai respon anak-anaknya.
Diakui Yai Mim, anak-anaknya tidak terima dengan fitnahan yang diurai Sahara soal dugaan pelecehan seksual.
Sahara baru-baru ini menuduh dirinya dilecehkan oleh Yai Mim secara verbal.
Sebab anak-anak Yai Mim semuanya punya latar belakang pendidikan agama yang mumpuni.
Bahkan mereka juga sosok terpandang lantaran punya pondok pesantren dengan ribuan santri.
"Saya ini kyai, hafal Quran 30 juz, punya santri dari Aceh sampai Papua hafal Quran. Punya anak di Tegal, santrinya 3 ribu nama pesantrennya Al Fatih. Punya anak Nu'man di sini, hafal Quran, punya santri enggak banyak, punya mahasiswa (mengajar)," ungkap Yai Mim dilansir TribunnewsBogor.com dari tayangan Youtube Dedi Mulyadi, Senin (6/10/2025).
Atas isu pelecehan yang menimpanya, Yai Mim menyebut anak-anaknya tak terima.
"Punya istri yang aku ajak, itu juga hafal Quran. Lah kok aku dituduh mencabuli dia (Sahara)?" ujar Yai Mim.
Bukan cuma soal dirinya, Yai Mim juga bercerita bahwa anak-anaknya tak terima saat istri Yai Mim, Rosidah difitnah Sahara.
Fitnahan itu berupa isu istri Yai Mim berzina dengan para kyai.
"(Anak-anak) ngomong ke saya 'masa mba Ines dikatakan begitu, main sama Kyai, istrinya abi loh itu, masa zina dengan kyai. Anak saya (bilang) 'aku enggak terima bi', Nu'man itu bilang," imbuh Yai Mim sambil menangis.
"Sampeyan (anak) enggak terima, aku lebih enggak terima lagi (istri difitnah). Pokoknya istri bagiku segala-galanya," sambungnya.
Selain dua anaknya yang diceritakan, Yai Mim ternyata punya satu anak lagi yang sudah meninggal dunia.
Dia adalah Ning Manara Qudsiya.
Anak keempat Yai Mim itu kabarnya sudah wafat pada 16 Agustus 2021 lalu.
Wafat di usia muda, Ning Manara meninggal dunia kabarnya karena sakit pencernaan.
Sosok Yai Mim
Sosoknya viral karena berseteru dengan Sahara, inilah latar belakang Yai Mim.
Imam Muslimin atau yang karib disapa Yai Mim merupakan mantan dosen senior di Universitas Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, Jawa Timur.
Yai Mim mengajar mata kuliah filsafat dan tasawuf Quran.
Pria kelahiran Blitar, 11 Maret 1966 itu juga memiliki dua pondok pesantren di PP Anshofa yang didirikan pada 2007 bersama istri pertamanya, dan Bayt Al Quran Jurus Shafa (Baiqu Nusa) yang berdiri pada 2021.
Ia merupakan anak dari pasangan H. Achmad Mochammad Mardi Hasan Karyantono dan Hj. Siti Katmiyati.
Saat diundang Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Yai Mim bercerita bahwa dirinya masih bersaudara dengan kyai senior di Nahdlatul Ulama (NU) yaitu KH Marzuki Mustamar.
Yai Mim juga mengaku masih berkerabat dengan Gus Iqdam.
Tak cuma itu, Yai Mim sendiri juga pernah mengaku sebagai keturunan keenam dari dua anggota Wali Songo, yaitu Sunan Ampel dan Sunan Bonang.
Berikut adalah jejak pendidikan Yai Mim:
- MI Al Qodiriyah
- MTs Ma’arif Bakung
- MA Al Kamal Kunir Wonodadi
Mengenyam pendidikan agama sejak dini, Yai Mim memilih karir di bidang yang sama.
Yai Mim adalah pengajar di Pesantren Terpadu Al Kamal di bawah asuhan KH A. Tohir Wiajaya, dengan fokus pada Fiqh, Bahasa Arab, Tafsir, hingga Tasawuf.
Lalu Yai Mim juga menjadi dosen filsafat di UIN Malang selama 20 tahun lebih.
Baca berita lain TribunnewsBogor.com di Google News