0
News
    Home Donald Trump Dunia Internasional Gaza Israel Konflik Timur Tengah

    Trump Komentari Serangan Zionis Terbaru di Gaza: Israel Harus Membalas - SINDOnews

    2 min read

     

    Trump Komentari Serangan Zionis Terbaru di Gaza: Israel Harus Membalas

    Rabu, 29 Oktober 2025 - 12:01 WIB


    Presiden AS Donald Trump. Foto/anadolu
    A
    A
    A
    WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan pada hari Rabu (29/10/2025) bahwa Israel harus menanggapi kemungkinan serangan oleh gerakan Palestina Hamas. Trump menambahkan hal ini tidak akan menyebabkan pelanggaran gencatan senjata di Jalur Gaza, dan "tidak ada yang akan membahayakan" perjanjian Gaza.

    Presiden menambahkan proses perdamaian Timur Tengah memasuki fase kedua.

    "Kita memasuki fase kedua," ujar Trump di atas Air Force One dalam perjalanan dari Tokyo ke Korea Selatan.

    Namun, presiden AS tidak menjelaskan apa yang diharapkannya dari tahap baru perjanjian damai Gaza.

    "Hamas adalah bagian yang sangat kecil dari perdamaian di Timur Tengah … Jika terpaksa, kita akan menyingkirkan Hamas dengan sangat mudah, dan itu akan menjadi akhir bagi Hamas. Kita lebih suka tidak melakukannya. Kita telah membuat kesepakatan dengan mereka," tegas Trump.

    Militer Israel telah menewaskan 20 warga Palestina dalam serangan di Gaza setelah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu memerintahkan serangan "kuat" menyusul baku tembak di Rafah selatan, yang mengakibatkan seorang tentara Israel terluka.

    Serangan pada hari Selasa menandai peningkatan kekerasan paling signifikan sejak gencatan senjata yang ditengahi Presiden Amerika Serikat Donald Trump mulai berlaku di wilayah yang dilanda perang tersebut pada 10 Oktober.

    Sayap bersenjata Hamas, Brigade Qassam, menuduh Israel melanggar gencatan senjata dan mengatakan akan menunda rencana penyerahan jenazah seorang tawanan yang hilang.

    Hamas juga memperingatkan setiap eskalasi Israel "akan menghambat operasi pencarian, penggalian, dan pengambilan jenazah, yang akan menyebabkan penundaan dalam pemulihan jenazah" dari 13 tawanan yang tersisa di Gaza.

    Di Washington, DC, Wakil Presiden AS JD Vance menegaskan gencatan senjata masih berlaku meskipun ada serangan dan klaim pelanggaran oleh kedua belah pihak.

    "Itu bukan berarti tidak akan ada pertempuran kecil di sana-sini," ujar Vance kepada wartawan di Capitol Hill.

    "Kita tahu bahwa Hamas atau pihak lain di Gaza menyerang seorang tentara (Israel). Kita berharap Israel akan membalas, tetapi saya pikir perdamaian yang dijanjikan presiden akan tetap ada," ungkap dia.

    Hamas membantah terlibat dalam serangan di Rafah.

    Baca juga: Israel Kembali Serang Gaza, Banyak Warga Palestina Tewas dan Terluka
    (sya)
    Komentar
    Additional JS