Viral! Helikopter Rusia Jatuh Tewaskan 5 Orang: Ekor Patah, Masih Nekat Terbang lalu Hantam Rumah - SINDOnews
2 min read
Viral! Helikopter Rusia Jatuh Tewaskan 5 Orang: Ekor Patah, Masih Nekat Terbang lalu Hantam Rumah
Senin, 10 November 2025 - 15:35 WIB
Helikopter Rusia menabrak batu hingga ekornya patah, namun masih nekat terbang hingga akhirnya jatuh menghantam rumah. Lima orang tewas dalam insiden ini. Foto/East2West News
A
A
A
MOSKOW - Setidaknya lima orang, termasuk empat eksekutif senior sebuah pabrik militer Rusia, tewas dalam kecelakaan helikopter di Republik Dagestan. Sebuah helikopter Ka-226 sedang membawa karyawan Pabrik Elektromekanis Kizlyar—yang dijatuhi sanksi Uni Eropa—di Dagestan ketika jatuh di sebuah desa dekat Laut Kaspia.
Rekaman video kecelakaan yang terjadi pada 7 November tersebut menjadi viral di media sosial. Video itu menunjukkan helikopter tersebut mencoba mendarat di pantai ketika ekornya menghantam batu, menyebabkan rotor di bagian belakang patah. Helikopter kehilangan keseimbangan karena ekornya yang patah menggantung di badannya.
Alih-alih mendarat, helikopter tersebut masih nekat terbang. Ia kemudian jatuh dan menghantam sebuah rumah pribadi yang kosong di dekat desa Achi-Su di Laut Kaspia. Insiden ini memicu kebakaran hebat, menurut pihak layanan darurat Rusia.
Baca Juga: Eks Bos NATO: Sekutu Tak Akan Kirim Tentara ke Ukraina karena Bisa Perang Dunia III dengan Rusia
Sebuah video terpisah menunjukkan momen helikopter menghantam rumah tersebut. Video itu menunjukkan helikopter merobek atap rumah sebelum terbakar. Video-video lainnya juga diunggah daring, yang menunjukkan petugas pemadam kebakaran bergegas memadamkan kobaran api yang membakar rumah di tepi pantai tersebut hingga menjadi puing-puing.
Pabrik Kizlyar kemudian mengeluarkan pernyataan yang menyatakan bahwa empat karyawannya termasuk di antara para korban, termasuk Achalo Magomedov, wakil direktur umum perusahaan untuk dukungan konstruksi dan transportasi. Seorang mekanik penerbangan Ka-226 juga tewas dalam kecelakaan yang melukai dua orang lainnya.
Menurut laporanNexta, Senin (10/11/2025), kecelakaan ini disebabkan oleh "kerusakan teknis" tanpa indikasi adanya tindak kesalahan yang disengaja.
Sementara itu, Rosaviatsia, badan penerbangan federal Rusia, mengklasifikasikan kecelakaan itu sebagai "bencana" dan mengatakan akan berpartisipasi dalam penyelidikan resmi.
Uni Eropa telah memberikan sanksi kepada pabrik Kizlyar pada tahun 2024 karena memproduksi peralatan pesawat yang digunakan oleh militer Rusia. Saat itu, Uni Eropa mengeklaim bahwa Pabrik Elektromekanis Kizlyar "bertanggung jawab atas dukungan terhadap tindakan-tindakan material yang merusak atau mengancam integritas wilayah, kedaulatan, dan kemerdekaan Ukraina".
"Perusahaan ini berspesialisasi dalam pengembangan dan manufaktur sistem kendali dan diagnostik darat pesawat serta produksi aksesori dan peralatan di dalam pesawat," imbuh pernyataan Uni Eropa.
Perusahaan ini memproduksi kunci DZ-UM, sejenis rak bom untuk jet tempur Su-25 Rusia, yang banyak digunakan oleh Moskow untuk menyerang Ukraina.
Rekaman video kecelakaan yang terjadi pada 7 November tersebut menjadi viral di media sosial. Video itu menunjukkan helikopter tersebut mencoba mendarat di pantai ketika ekornya menghantam batu, menyebabkan rotor di bagian belakang patah. Helikopter kehilangan keseimbangan karena ekornya yang patah menggantung di badannya.
Alih-alih mendarat, helikopter tersebut masih nekat terbang. Ia kemudian jatuh dan menghantam sebuah rumah pribadi yang kosong di dekat desa Achi-Su di Laut Kaspia. Insiden ini memicu kebakaran hebat, menurut pihak layanan darurat Rusia.
Baca Juga: Eks Bos NATO: Sekutu Tak Akan Kirim Tentara ke Ukraina karena Bisa Perang Dunia III dengan Rusia
Sebuah video terpisah menunjukkan momen helikopter menghantam rumah tersebut. Video itu menunjukkan helikopter merobek atap rumah sebelum terbakar. Video-video lainnya juga diunggah daring, yang menunjukkan petugas pemadam kebakaran bergegas memadamkan kobaran api yang membakar rumah di tepi pantai tersebut hingga menjadi puing-puing.
Pabrik Kizlyar kemudian mengeluarkan pernyataan yang menyatakan bahwa empat karyawannya termasuk di antara para korban, termasuk Achalo Magomedov, wakil direktur umum perusahaan untuk dukungan konstruksi dan transportasi. Seorang mekanik penerbangan Ka-226 juga tewas dalam kecelakaan yang melukai dua orang lainnya.
Menurut laporanNexta, Senin (10/11/2025), kecelakaan ini disebabkan oleh "kerusakan teknis" tanpa indikasi adanya tindak kesalahan yang disengaja.
Sementara itu, Rosaviatsia, badan penerbangan federal Rusia, mengklasifikasikan kecelakaan itu sebagai "bencana" dan mengatakan akan berpartisipasi dalam penyelidikan resmi.
Uni Eropa telah memberikan sanksi kepada pabrik Kizlyar pada tahun 2024 karena memproduksi peralatan pesawat yang digunakan oleh militer Rusia. Saat itu, Uni Eropa mengeklaim bahwa Pabrik Elektromekanis Kizlyar "bertanggung jawab atas dukungan terhadap tindakan-tindakan material yang merusak atau mengancam integritas wilayah, kedaulatan, dan kemerdekaan Ukraina".
"Perusahaan ini berspesialisasi dalam pengembangan dan manufaktur sistem kendali dan diagnostik darat pesawat serta produksi aksesori dan peralatan di dalam pesawat," imbuh pernyataan Uni Eropa.
Perusahaan ini memproduksi kunci DZ-UM, sejenis rak bom untuk jet tempur Su-25 Rusia, yang banyak digunakan oleh Moskow untuk menyerang Ukraina.
(mas)
Lihat Juga :