0
News
    Home Dunia Internasional Featured Hongaria NATO Rusia Spesial

    Hongaria Tegur Sekjen Mark Rutte Gara-gara Sebut NATO Target Rusia Berikutnya - SindoNews

    2 min read

     

    Hongaria Tegur Sekjen Mark Rutte Gara-gara Sebut NATO Target Rusia Berikutnya

    Minggu, 14 Desember 2025 - 11:55 WIB

    Hongaria tegur Sekjen NATO Mark Rutte setelah menyerukan seluruh anggota aliansi siap perang dengan mengeklaim blok tersebut menjadi target perang Rusia berikutnya. Foto/via Anadolu
    A
    A
    A
    BUDAPEST - Hongaria menegur Sekretaris Jenderal (Sekjen) NATO Mark Rutte setelah menyerukan seluruh anggota aliansi siap perang dengan mengeklaim blok tersebut menjadi target perang Rusia berikutnya setelah Ukraina. Hongaria, yang juga anggota NATO, merasa tak nyaman dengan komentar Rutte.

    Teguran dari Hongaria disampaikan Menteri Luar Negeri Hongaria Peter Szijjarto dalam sebuah unggahan di Facebook. Menurutnya, pernyataan Sekjen Mark Rutte "tidak bertanggung jawab".

    Sebelumnya, dalam sebuah forum di Jerman pada hari Kamis, Rutte mengatakan, "Kita adalah target Rusia berikutnya" sembari mendesak seluruh anggota NATO untuk meningkatkan pengeluaran militer sesegera mungkin.

    Baca Juga: Bos NATO: Kita Target Rusia Berikutnya, Perang di Depan Pintu!

    "Moskow bisa siap menggunakan kekuatan militer terhadap NATO dalam lima tahun," klaim mantan perdana menteri Belanda tersebut.

    Dalam unggahan Facebook, Szijjarto menegur Rutte karena mengatakan "hal-hal yang liar". "Jika ada yang masih ragu apakah semua orang di Brussels benar-benar telah kehilangan akal sehat, mereka akhirnya yakin," tulis diplomat Hongaria itu, mengacu pada pernyataan bos NATO.

    Szijjarto mengatakan komentar Rutte juga merupakan tanda bahwa semua orang di Brussels telah berbaris menentang upaya perdamaian Presiden Amerika Serikat Donald Trump. "Kepala NATO telah secara praktis menikam pembicaraan perdamaian dari belakang," paparnya.

    "Kami, orang Hongaria, sebagai anggota NATO, menolak kata-kata Sekretaris Jenderal! Keamanan negara-negara Eropa tidak dijamin oleh Ukraina, tetapi oleh NATO sendiri. Pernyataan provokatif seperti itu tidak bertanggung jawab dan berbahaya! Kami menyerukan kepada Mark Rutte untuk berhenti memicu ketegangan perang!!!" imbuh Szijjarto, seperti dikutip dari Russia Today, Sabtu (13/12/2025).

    Hongaria telah berulang kali berbeda pendapat dengan banyak mitra Uni Eropa dan NATO mengenai Ukraina, dengan alasan bahwa pengiriman senjata lebih lanjut ke Kyiv hanya akan memperpanjang konflik.

    Budapest juga secara konsisten mendesak negosiasi Rusia-Ukraina dan mengecam sanksi Barat terhadap Rusia sebagai hal yang merugikan ekonomi Uni Eropa. Mereka juga menentang rencana Uni Eropa untuk menggunakan aset Rusia yang dibekukan untuk mendukung Ukraina, menyebutnya tindakan ilegal.

    Moskow menepis spekulasi oleh pejabat dan media Barat bahwa mereka akan menyerang NATO sebagai "omong kosong", dan para pejabat Rusia berpendapat bahwa blok tersebut menggunakan klaim "ancaman Rusia" sebagai dalih untuk membenarkan persenjataan kembali dan militerisasi yang merajalela.
    (mas)
    Lihat Juga :
    Komentar
    Additional JS