Kontraktor AS di Balik Alligator Alcatraz Kandidat Terdepan Proyek Bantuan Gaza - SindoNews
3 min read
Kontraktor AS di Balik Alligator Alcatraz Kandidat Terdepan Proyek Bantuan Gaza
Selasa, 16 Desember 2025 - 21:30 WIB
A
A
A
WASHINGTON - Kontraktor Amerika Serikat (AS) di balik pusat penahanan Florida yang dijuluki "Alligator Alcatraz" mengajukan proposal untuk mengelola aliran bantuan ke Gaza yang nilainya bisa mencapai sekitar USD1,7 miliar. Kabar itu diungkap dalam laporan The Guardian.
Perusahaan tersebut, Gotham LLC, memiliki "peluang besar" untuk mengawasi aliran bantuan ke Gaza, menurut laporan tersebut, tetapi pemiliknya, Matt Michelsen, mengatakan kepada surat kabar itu bahwa ia memutuskan menarik diri dari proses penawaran setelah dihubungi untuk berita tersebut.
Rencana ini dipelopori dua pejabat politik muda Amerika yang bekerja untuk tim yang dipimpin menantu Presiden AS Donald Trump, Jared Kushner, dan ajudannya di Gaza, rabi Amerika Aryeh Lightstone.
Gotham LLC menarik perhatian awal tahun ini karena membangun pusat penahanan migran di Florida Everglades, yang dijuluki "Alligator Alcatraz".
Alcatraz merujuk pada bekas penjara terpencil yang terkenal di Teluk San Francisco yang kini menjadi tujuan wisata populer.
Fasilitas di Florida ini dibangun hanya dalam delapan hari di Cagar Alam Nasional Big Cypress Florida, yang dikelilingi rawa-rawa yang berisi ular piton dan buaya.
Gambar-gambar fasilitas tersebut menunjukkan deretan tempat tidur susun yang dipagari dengan kawat berduri.
Seorang hakim federal di Miami memerintahkan fasilitas tersebut untuk ditutup pada bulan Agustus.
Perusahaan tersebut, Gotham LLC, memiliki "peluang besar" untuk mengawasi aliran bantuan ke Gaza, menurut laporan tersebut, tetapi pemiliknya, Matt Michelsen, mengatakan kepada surat kabar itu bahwa ia memutuskan menarik diri dari proses penawaran setelah dihubungi untuk berita tersebut.
Rencana ini dipelopori dua pejabat politik muda Amerika yang bekerja untuk tim yang dipimpin menantu Presiden AS Donald Trump, Jared Kushner, dan ajudannya di Gaza, rabi Amerika Aryeh Lightstone.
Gotham LLC menarik perhatian awal tahun ini karena membangun pusat penahanan migran di Florida Everglades, yang dijuluki "Alligator Alcatraz".
Alcatraz merujuk pada bekas penjara terpencil yang terkenal di Teluk San Francisco yang kini menjadi tujuan wisata populer.
Fasilitas di Florida ini dibangun hanya dalam delapan hari di Cagar Alam Nasional Big Cypress Florida, yang dikelilingi rawa-rawa yang berisi ular piton dan buaya.
Gambar-gambar fasilitas tersebut menunjukkan deretan tempat tidur susun yang dipagari dengan kawat berduri.
Seorang hakim federal di Miami memerintahkan fasilitas tersebut untuk ditutup pada bulan Agustus.
Kontraktor Utama
Laporan The Guardian menunjukkan pemerintahan Trump kembali mengandalkan kontraktor besar AS, yang menghasilkan uang dari pembayar pajak Amerika, untuk memainkan peran di Gaza.
Rencana tersebut mengingatkan pada jenis proyek yang mendefinisikan intervensi AS di tempat-tempat seperti Irak dan Afghanistan dua dekade lalu.
Rencana tersebut membayangkan seorang "Kontraktor Utama" memasok 600 truk bantuan kemanusiaan dan komersial ke Gaza per hari.
Menurut dokumen yang dilaporkan The Guardian, kontraktor tersebut akan mengenakan biaya USD2.000 per muatan kemanusiaan dan USD12.000 untuk truk komersial.
Laporan tersebut tidak menyebutkan siapa yang akan membayar biaya tersebut.
Bulan lalu, Lightstone mengkonfirmasi satu tim pejabat AS tinggal di Tel Aviv dan sedang mengerjakan rencana untuk membangun kompleks perumahan, yang disebut "Komunitas Aman Alternatif", di Gaza.
Tim tersebut tidak terdiri dari diplomat karier, pejabat intelijen atau kemanusiaan, tetapi mantan anggota Departemen Efisiensi Pemerintah Elon Musk atau "Doge".
Mereka berbasis di hotel mewah tepi pantai Kempinski dan Hilton di Tel Aviv, seperti yang dilaporkan The New York Times.
Salah satu pejabat tersebut, menurut The Guardian, adalah Josh Gruenbaum, seorang pejabat yang ditunjuk untuk Administrasi Layanan Umum, lembaga pemerintah federal AS yang mengawasi properti, pengadaan, dan dukungan TI.
Pejabat lainnya adalah Adam Hoffman, seorang lulusan Princeton berusia 25 tahun, yang pernah bekerja untuk Doge dan sebelumnya merupakan aktivis Yahudi-Amerika konservatif.
Pada suatu waktu, ia adalah peneliti junior di lembaga pemikir Israel, Pusat Studi Timur Tengah dan Afrika Moshe Dayan di Universitas Tel Aviv, menurut biografi daring.
Menurut laporan tersebut, Matt Michelsen, pendiri Gotham, telah memperoleh keuntungan besar dari kontrak pemerintah.
Perusahaannya memanfaatkan kontrak yang diberikan selama masa karantina wilayah akibat Covid-19 yang diberlakukan pemerintah AS dan menyediakan logistik untuk operasi penahanan yang dikelola negara.
Michelsen mengatakan kepada The Guardian bahwa setelah pertanyaan mereka, perusahaannya "tidak akan berpartisipasi" dalam rencana Gaza.
Baca juga: ICC Tolak Upaya Israel Blokir Penyelidikan Kejahatan Perang di Gaza
(sya)