0
News
    Home Banjir Bencana Featured Lintas Peristiwa Prabowo Subianto Spesial Sumatera

    Prabowo Minta Maaf Penanganan Bencana Banjir Sumatera Belum Maksimal - Tribunnews

    4 min read

     

    Prabowo Minta Maaf Penanganan Bencana Banjir Sumatera Belum Maksimal - Tribunnews.com

    Editor: Acos Abdul Qodir

    Tangkapan Layar YouTube Sekretariat Presiden
    BENCANA DI SUMATRA - Presiden Prabowo Subianto meninjau dan mengunjungi para pengungsi di Karang Baru, Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, Jumat (12/12/2025). Kunjungan ke Aceh ini menjadi yang ketiga kalinya setelah wilayah itu diterjang banjir dan tanah longsor. 
    Ringkasan Berita:

      TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Presiden RI Prabowo Subianto meminta maaf atas penanganan bencana banjir dan longsor di Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh yang dinilai belum maksimal, termasuk pemulihan listrik yang belum sepenuhnya pulih, seraya menegaskan pemerintah terus bekerja keras memulihkan kehidupan warga.

      Prabowo menegaskan pemerintah berkomitmen penuh memulihkan kehidupan masyarakat pascabencana. Ia berjanji akan sekuat tenaga mengatasi rintangan agar warga dapat kembali beraktivitas normal.

      “Saya minta maaf kalau masih ada yang belum tertangani, termasuk listrik yang belum menyala. Kita sedang bekerja keras,” kata Prabowo saat meninjau posko pengungsian di Aceh Tamiang, Jumat (12/12/2025).

      Dampak Bencana

      Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat hingga Jumat siang, 12 Desember 2025:

      • Wilayah terdampak: Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat

      Aceh menjadi provinsi dengan dampak terparah, menampung lebih dari 831 ribu pengungsi dan mencatat 407 korban meninggal.

      Bertahan di Tenda Jalan

      Korban banjir bandang di Kabupaten Aceh Timur hingga Minggu (7/12/2025) masih bertahan di tenda-tenda pengungsian karena rumah mereka rusak, hanyut, atau dipenuhi lumpur tebal.

      Di Gampong Grong-grong, Kecamatan Pante Bidari, kerusakan mencapai 90 persen sehingga seluruh warga mengungsi di jalan lintas desa. Herman, salah seorang pengungsi, menuturkan, 

      “Kami mengungsi di jalan lintas desa, itupun di titik aman, karena beberapa ruas jalan desa juga amblas dan sangat parah.”

      Suara Pemerintah Daerah

      Gubernur Sumatra Barat, Mahyeldi, menyampaikan di Padang, Senin (8/12/2025) bahwa masa tanggap darurat bencana diperpanjang hingga 22 Desember 2025 karena masih ada tujuh nagari (desa) di Kabupaten Agam yang terisolasi.

      "Melihat situasi, kita memperpanjang masa tanggap darurat hingga 22 Desember mendatang," kata Mahyeldi, Senin (8/12/2025) di Padang.

      Fokus Anak-Anak

      Prabowo menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah, aparat, dan semua pihak yang bekerja keras mempercepat pemulihan. Ia menekankan pentingnya kolaborasi agar masyarakat segera bangkit.

      “Kita berusaha, kita tahu di lapangan sangat sulit, jadi kita atasi bersama. Mudah-mudahan masyarakat bisa cepat pulih,” jelasnya.
      Secara khusus, ia menaruh perhatian pada masa depan anak-anak korban bencana.

      “Saya kira itu pesan saya, anak-anak yang tabah dan semangat. Kita cepat kembali supaya anak-anak sekolah cepat sekolah semuanya,” katanya.

      Maaf dan Harapan

      Dalam kunjungan itu, Prabowo juga menyampaikan maaf dan pelukan langsung kepada warga pengungsi, menegaskan kehadiran negara di tengah korban. Ia menutup dengan ucapan terima kasih atas sambutan masyarakat meski tengah dilanda bencana.

      “Ibu-ibu, anak-anakku sekalian, terima kasih hari ini saya diterima dengan baik. Saya datang sesuai janji saya, waktu itu Aceh Tamiang masih terputus, sekarang sudah tembus. Insyaallah bersama-sama, pemerintah akan turun membantu semuanya,” pungkasnya.
       

      Komentar
      Additional JS