0
News
    Home Featured Kasus Kriminal Spesial

    Sesudah 2 Penagih Utang Tewas, Massa Bakar 9 Kios, 6 Motor, dan 1 Mobil di Kalibata Jaksel - Tribunnews

    6 min read

     

    Sesudah 2 Penagih Utang Tewas, Massa Bakar 9 Kios, 6 Motor, dan 1 Mobil di Kalibata Jaksel - Tribunnews.com



    Dok. Tribun Jakarta
    PEMBAKARAN - Aparat berusaha memadamkan api di seberang Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan, Kamis malam, (11/12/2025). 
    Ringkasan Berita:

    TRIBUNNEWS.COM - Sebanyak 9 kios, 6 sepeda motor, dan 1 mobil dibakar oleh massa di seberang Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Kecamatan PancoranJakarta Selatan, Kamis malam, (11/12/2025).

    Pembakaran itu dilakukan setelah terjadinya aksi pengeroyokan terhadap dua debt collector atau penagih utang di tempat kejadian perkara (TKP). Akibat pengeroyokan, satu penagih utang tewas di TKP dan satu lainnya meninggal di RS Budhi Asih, Cawang, Jakarta Timur.

    Sesudah pengeroyokan tersebut, sejumlah massa yang tak dikenal melakukan aksi balas dendam. Mereka membakar beberapa kios dan kendaraan di TKP.

    Sebanyak 49 petugas pemadam kebakaran (damkar) dan 8 unit mobil damkar dikerahkan guna memadamkan api. Anggota TNI dan Polri mengawal ketat pemadaman yang dilakukan hingga Jumat pagi, (12/12/2025)

    "Terdapat 8 unit berikut kendaraan pendukung dan 49 personel yang kita kerahkan. Total ada 9 kios, enam motor, dan 1 mobil yang terbakar. Proses pemadaman berlangsung dengan pengawalan TNI dan Polri," kata Poengky, Perwira Piket Sudin Gulkarmat Jakarta Selatan, dikutip dari Kompas TV

    Tribun Jakarta mewartakan damkar harus menyisir area gelap dengan lampu senter lantaran si jago merah kembali menyala di beberapa titik. Beberapa tenda pedagang terlihat rusak karena kerusuhan.

    Polisi masih melakukan penyelidikan dan memburu pelaku perusakan serta pembakaran.

    Warung makan di Jalan Kalibata Raya, tepatnya di seberang TMP Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan, dibakar massa pada Kamis (11/12/2025) malam.
    Warung makan di Jalan Kalibata Raya, tepatnya di seberang TMP Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan, dibakar massa pada Kamis (11/12/2025) malam. ((Ho/Campus League))

    Kronologi

    Peristiwa bermula dari dua penagih utang yang dikeroyok oleh beberapa orang tak dikenal sekitar pukul 15.30 WIB.

    Pengeroyokan terjadi setelah penagih utang menghentikan pengendara sepeda motor di sekitar lokasi kejadian. Tidak lama kemudian, beberapa orang tak dikenal turun dari mobil dan langsung mengeroyok dua penagih utang.

    "Mereka langsung ngeroyok dengan begitu sporadis, begitu cepat kepada kelompok-kelompok yang menyetop ini, yang memberhentikan kendaraan itu," kata Kapolsek Pancoran Kompol Mansur kepada wartawan.

    Setelah melakukan pengeroyokan, orang-orang tak dikenal tersebut langsung meninggalkan lokasi kejadian.

    "Yang satu meninggal. Satu lagi dalam keadaan koma," kata Mansur.

    Berdasarkan video yang diterima awak media, kedua penagih utang tampak tergeletak di tenda makan pedagang kaki lima dekat TMP Kalibata. Salah satunya mengenakan celana panjang yang sudah sobek.

    Sejumlah warga datang ke TKP dan melihat kedua orang itu sudah bersimbah darah.

    Lalu, pada pukul 18.30 WIB muncul sejumlah orang mendatangi lokasi pengeroyokan. Mereka diperkirakan berjumlah 20-30 orang dan tampak membawa senjata tajam seperti parang dan pedang.

    Adapun puluhan petugas kepolisian baik berseragam dinas maupun berpakaian preman telah berjaga di lokasi. Aparat sempat meminta massa untuk membubarkan diri, tetapi massa memaksa tetap bertahan di TKP.

    Massa kemudian merobohkan dan membakar beberapa warung. Salah satunya adalah warung sate taichan milik warga bernama Rian.

    Rian mengaku tidak tahu mengenai kasus pengeroyokan itu. Dia hanya mendapatkan kabar adanya kericuhan.

    Ketika pembakaran terjadi, karyawan warung sate taichan Rian berlari menyelamatkan diri.

    “Udah mau mulai buka, baru. Anak buah saya juga pada kabur, enggak tahu ke mana," kata dia.

    Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyebut personel gabungan dari Polda Metro Jaya dan Polres Jakarta Selatan sudah dikerahkan ke TKP.

    "Polda Metro Jaya dan Polres Jakarta Selatan turun menangani untuk mengkondusifkan lokasi kejadian," katanya.

    Budi berkata polisi belum bisa menyimpulkan kelompok apa yang melakukan aksi pembakaran. Namun, polisi menduga massa datang sebagai bentuk solidaritas atas meninggalnya rekan mereka.

    "Kalau yang ramai tadi itu mungkin ada solidaritaslah dari anak-anak mereka," katanya.

    (Tribunnews.com/Febri/Reynas Abdila/Tribunjakarta.com/Annas Furqon/Satrio Sarwo)

    Komentar
    Additional JS