0
News
    Home Amerika Serikat Donald Trump Dunia Internasional Featured Kamboja Spesial Thailand

    Thailand Kecewa Berat dengan Trump Soal Ranjau Kamboja, Sebut AS Tak Paham Masalah - Tribunnews.

    3 min read

     

    Thailand Kecewa Berat dengan Trump Soal Ranjau Kamboja, Sebut AS Tak Paham Masalah - Tribunnews.com

    Editor: Nanda Lusiana Saputri

    YouTube Reuters
    THAILAND KECEWA BERAT - Presiden AS Donald Trump saat bertemu dengan wartawan di Gedung Putih untuk membahas perang antara Thailand dengan Kamboja, Kamis (11/12/2025). Thailand mengaku kecewa berat dengan pernyataan Trump terkait ranjau darat di perbatasan Thailand-Kamboja. 

    Aksi militer baru Thailand ini terjadi di tengah upaya mediasi internasional yang melibatkan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, yang diklaim telah ditolak oleh Bangkok.

    Kekerasan di antara dua negara Asia Tenggara ini terus berlanjut hingga Minggu (15/12/2025), sehari setelah Phnom Penh mengumumkan penutupan penuh terhadap semua perbatasan darat dan laut mereka dengan Thailand.

    Juru Bicara Angkatan Laut Kerajaan Thailand, Laksamana Muda Parach Rattanachaiyapan, dikutip oleh surat kabar Matichon Online, membenarkan bahwa pasukannya "melancarkan operasi militer untuk merebut kembali wilayah kedaulatan Thailand" di area pesisir Provinsi Trat.

    "Operasi dimulai pada dini hari dengan bentrokan sengit, dilaksanakan di bawah prinsip pertahanan diri sesuai hukum internasional dan demi menjaga kedaulatan nasional," ujar Rattanachaiyapan, mengutip Al Jazeera.

    Militer Thailand mengklaim telah berhasil mengendalikan dan merebut kembali wilayah tersebut serta mengusir semua pasukan lawan.

    Saluran televisi publik Thai PBS juga melaporkan militer Thailand "menancapkan bendera nasional Thailand" setelah berhasil memukul mundur pasukan musuh dari area tersebut.

    Laporan media lokal Thailand lainnya menyebutkan Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara Thailand melanjutkan operasi mereka di sepanjang perbatasan pada Minggu pagi.

    Bentrokan sporadis juga dilaporkan terjadi di beberapa wilayah lain, termasuk di daerah Ta Khwai, Surin, yang melibatkan tembakan langsung, tidak langsung, dan drone.

    Menanggapi eskalasi pertempuran, Kementerian Dalam Negeri Kamboja mengeluarkan pernyataan resmi pada Sabtu malam yang memutuskan penutupan total perbatasan.

    "Pemerintah Kerajaan Kamboja telah memutuskan untuk sepenuhnya menangguhkan semua pergerakan masuk dan keluar di semua perlintasan perbatasan Kamboja-Thailand, berlaku segera dan sampai pemberitahuan lebih lanjut," demikian bunyi pernyataan tersebut.

    Konflik yang dipicu oleh sengketa demarkasi perbatasan sepanjang 800 kilometer yang berasal dari era kolonial ini telah mengakibatkan korban tewas sedikitnya 25 tentara dan warga sipil, serta menyebabkan lebih dari setengah juta orang mengungsi di kedua sisi perbatasan.

    (Tribunnews.com/Whiesa)

    Komentar
    Additional JS