0
News
    Home Dunia Internasional Featured Keuangan Rusia Uni Eropa

    Uni Eropa Bekukan Aset Bank Sentral Rusia Tanpa Batas Waktu - SindoNews

    2 min read

     

    Uni Eropa Bekukan Aset Bank Sentral Rusia Tanpa Batas Waktu

    Sabtu, 13 Desember 2025 - 06:59 WIB


    Bendera UE berkibar di antara gedung-gedung. Foto/sputnik
    A
    A
    A
    BRUSSEL - Negara-negara Uni Eropa (UE) sepakat membekukan aset Bank Sentral Rusia yang disimpan di Eropa untuk jangka waktu yang tidak terbatas. Langkah itu dilaporkan Reuters pada hari Jumat (12/12/2025).

    Aset yang dibekukan tersebut bernilai 210 miliar euro (USD246 miliar), menurut laporan tersebut.

    Pembekuan tanpa batas waktu sebagai pengganti pemungutan suara setiap enam bulan mengenai masalah ini dikatakan untuk "menghilangkan risiko" anggota blok yang menentang, Hongaria dan Slovakia, yang dapat menghambat rencana Brussel.

    Perdana Menteri (PM) Hongaria Viktor Orban menuduh Uni Eropa telah melangkah "melewati batas" dengan mengizinkan aset Rusia dibekukan melalui pemungutan suara mayoritas yang memenuhi syarat dari 15 dari 27 negara anggota.

    Dia memperingatkan ini akan "menyebabkan kerusakan yang tidak dapat diperbaiki pada Uni Eropa," dan menekankan protes Hongaria atas keputusan tersebut, dan rencana untuk "melakukan yang terbaik untuk memulihkan situasi yang sah."

    Sebelumnya pada hari Jumat, Bank Sentral Rusia mengecam rencana Uni Eropa untuk menggunakan asetnya guna menerbitkan pinjaman perang kepada Ukraina hingga tahun 2026 dan 2027 sebagai tindakan ilegal, dan memperingatkan Moskow berhak untuk menanggapi.

    "Mekanisme penggunaan langsung dan tidak langsung aset Bank Sentral Rusia, serta bentuk-bentuk penggunaan aset Bank Sentral Rusia yang tidak sah lainnya, adalah ilegal dan bertentangan dengan hukum internasional, dan melanggar prinsip kekebalan kedaulatan aset," ungkap Bank tersebut.

    Secara terpisah pada hari Jumat, Bank Sentral mengajukan gugatan terhadap Euroclear, lembaga kliring dan penyimpanan sekuritas yang berbasis di Brussels yang menyimpan sebagian besar aset Rusia yang dibekukan, di pengadilan Moskow.

    Keputusan Uni Eropa ini muncul di tengah upaya Presiden AS Donald Trump menegosiasikan penyelesaian krisis Ukraina, termasuk apa yang dilaporkan Wall Street Journal sebagai rencana membuka dana Rusia yang dibekukan dan mencoba memulihkan kerja sama energi antara Moskow dan Eropa.

    Baca juga: Israel Setujui Permintaan AS untuk Bayar Biaya Pembersihan Kerusakan di Gaza
    (sya)
    Komentar
    Additional JS