0
News
    Home Amerika Serikat Berita Dunia Internasional Featured Iran Spesial

    AS Jatuhkan Sanksi ke Pejabat Iran, termasuk Ajudan Khamenei atas Penindakan Demo Anti-Pemerintah - Tribunnews

    8 min read

      

    AS Jatuhkan Sanksi ke Pejabat Iran, termasuk Ajudan Khamenei atas Penindakan Demo Anti-Pemerintah

    AS menjatuhkan sanksi ke pejabat dekat Khamenei atas penindakan protes, di tengah meningkatnya tekanan Trump terhadap Iran.


    Ringkasan Berita:
    • Amerika Serikat menjatuhkan sanksi baru kepada pejabat Iran, termasuk ajudan dekat Ayatollah Ali Khamenei, terkait penindakan demonstrasi.
    • Sanksi mencakup pembekuan aset dan larangan transaksi, serta menandai peningkatan tekanan politik dan ekonomi AS terhadap Teheran.
    • Di tengah ketegangan, Presiden Donald Trump menyebut Iran berjanji menghentikan eksekusi demonstran dan menyebutnya sebagai kabar baik.

    TRIBUNNEWS.COM - Amerika Serikat (AS) menjatuhkan sanksi baru terhadap sejumlah pejabat Iran atas dugaan peran mereka dalam penindakan keras terhadap demonstrasi anti-pemerintah.

    Ajudan dekat Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei termasuk sosok yang kena sanksi AS.

    Sanksi ini diberlakukan di tengah meningkatnya tekanan Washington terhadap Teheran serta ancaman Presiden AS Donald Trump untuk melakukan intervensi militer.

    Departemen Keuangan AS mengumumkan sanksi tersebut pada Kamis (15/1/2026).

    Washington menargetkan pejabat politik dan keamanan Iran yang dianggap bertanggung jawab atas kekerasan terhadap demonstran.

    Salah satu tokoh utama yang dikenai sanksi adalah Ali Larijani, sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, yang disebut AS sebagai arsitek respons brutal pemerintah terhadap aksi protes.

    Menteri Keuangan AS, Scott Bessent mengatakan langkah ini diambil atas arahan langsung Presiden Trump.

    Bessent menyatakan Amerika Serikat berdiri bersama rakyat Iran dalam seruan mereka untuk kebebasan dan keadilan.

    Ia menegaskan pemerintah AS akan menggunakan seluruh kewenangannya untuk menargetkan para pejabat yang terlibat dalam penindasan hak asasi manusia.

    Sanksi tersebut mencakup pembekuan aset di AS serta larangan bagi warga dan perusahaan AS untuk melakukan transaksi dengan individu yang dikenai sanksi.

    Meski Iran telah lama berada di bawah sanksi berat, langkah ini dipandang sebagai sinyal meningkatnya tekanan politik AS di tengah gelombang demonstrasi.

    Baca juga: Siaga Perang, Iran Pamerkan Persediaan Rudal di Tengah Ancaman Intervensi Trump

    Larijani sendiri merupakan penasihat dekat Ayatollah Ali Khamenei dan tokoh berpengaruh dalam struktur keamanan Iran.

    Sebelumnya, Larijani menanggapi seruan Trump yang mendorong warga Iran mengambil alih lembaga publik dengan menuduh Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bertanggung jawab atas kematian warga Iran.

    Dalam unggahan di media sosial X, Larijani menyebut Trump dan Netanyahu sebagai “pembunuh utama rakyat Iran.”

    Kelompok-kelompok aktivis menyatakan ribuan demonstran diyakini telah tewas sejak gelombang protes dimulai, meski angka tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.

    Pemerintah Iran membantah tuduhan itu dan menyebut para demonstran sebagai perusuh bersenjata yang didukung oleh Amerika Serikat dan Israel.

    Iran juga memberlakukan pemadaman internet nasional, yang menyulitkan verifikasi jumlah korban jiwa serta klaim dari kedua belah pihak.

    Di tengah ketegangan yang meningkat, Trump mengatakan telah menerima informasi bahwa Iran akan menghentikan eksekusi terhadap para demonstran.

    Trump menyebut kabar tersebut sebagai perkembangan positif dan menyatakan harapannya agar janji itu benar-benar ditepati oleh Teheran.

    Baca juga: Trump Batalkan Serangan ke Iran setelah Dibujuk Negara-negara Arab dan Netanyahu

    Selain sanksi terhadap pejabat politik dan keamanan, AS juga memperketat tekanan ekonomi dengan menjatuhkan sanksi baru terhadap jaringan keuangan dan perusahaan yang terlibat dalam ekspor energi Iran.

    Langkah ini merupakan bagian dari kampanye tekanan maksimum pemerintahan Trump untuk menekan pemerintah Iran secara politik dan ekonomi.

    (Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)


    Komentar
    Additional JS