0
News
    Home Amerika Serikat Dunia Internasional Featured Kesehatan Spesial

    AS Ubah Pedoman Diet, Daging dan Susu Tinggi Lemak Jadi Fokus Utama - Kompas

    5 min read

     

    AS Ubah Pedoman Diet, Daging dan Susu Tinggi Lemak Jadi Fokus Utama

    Kompas.com, 9 Januari 2026, 21:30 WIB

    KOMPAS.com - Pemerintah Amerika Serikat merilis pedoman diet baru yang menggeser arah pola makan nasional ke konsumsi tinggi protein, daging, dan produk susu penuh lemak, sekaligus menganjurkan pembatasan makanan ultra-proses.

    Panduan ini resmi menggantikan MyPlate yang digunakan sejak 2011 dan langsung menuai pro-kontra di kalangan ahli gizi.

    Pedoman tersebut diumumkan Departemen Pertanian AS (USDA) dan Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan (HHS) pada Rabu (7/1/2026), seperti dilaporkan Live Science dan NBC News.

    Piramida makanan kembali dengan susunan terbalik

    Dalam pedoman terbaru, pemerintah AS menghidupkan kembali piramida makanan sebagai panduan visual, namun dengan susunan terbalik.

    Brasil Tutup Perbatasan dan Kerahkan Pasukan Usai AS Serang Venezuela

    Protein, daging, produk susu, serta lemak yang dikategorikan “sehat” ditempatkan di bagian atas, sementara biji-bijian utuh berada di bagian bawah.

    Live Science melaporkan, piramida baru ini menampilkan daging, unggas, telur, susu full-fat, buah, dan sayuran sebagai komponen utama.

    Lemak sehat disebut mencakup minyak zaitun, alpukat, kacang-kacangan, mentega, hingga beef tallow atau lemak sapi.

    Asupan protein naik signifikan

    Tangkapan layar realfood.gov. soal pedoman diet baru Amerika Serikat menggeser arah pola makan ke protein tinggi dan produk susu penuh lemak, sekaligus memicu perdebatan di kalangan ahli gizi.
    Lihat Foto

    Salah satu perubahan paling mencolok adalah kenaikan rekomendasi asupan protein harian.

    Pedoman baru menganjurkan konsumsi protein 1,2 hingga 1,6 gram per kilogram berat badan per hari, naik dari rekomendasi lama sebesar 0,8 gram per kilogram.

    NBC News mencatat, bagi orang dengan berat badan sekitar 68 kilogram, kebutuhan protein harian meningkat dari sekitar 54 gram menjadi 81–108 gram.

    Pemerintah menilai asupan protein tinggi penting untuk menjaga massa otot, metabolisme, dan kesehatan seiring bertambahnya usia.

    Lemak dianggap penting, tapi tetap dibatasi

    Meski memasukkan daging dan produk susu penuh lemak sebagai bagian dari pola makan sehat, pedoman baru tetap mempertahankan batas konsumsi lemak jenuh. Asupan lemak jenuh dianjurkan tidak melebihi 10 persen dari total kalori harian.

    Pedoman ini tidak menghapus batas lemak jenuh, melainkan menggeser fokus ke sumber lemak dari makanan utuh. Lemak dari produk ultra-proses tetap dianggap berisiko bagi kesehatan.

    Penekanan pada pembatasan makanan ultra-proses

    Pedoman diet baru juga secara tegas menganjurkan penghindaran makanan ultra-proses.

    Pemerintah menyarankan pembatasan makanan kemasan siap saji, minuman berpemanis, makanan tinggi gula dan garam, serta produk dengan perisa dan pemanis buatan.

    Namun, NBC News mencatat pedoman ini tidak memberikan definisi rinci tentang makanan ultra-proses.

    Kondisi ini memunculkan kekhawatiran akan potensi kebingungan di masyarakat saat menerapkan panduan tersebut.

    Kritik dari kalangan akademisi

    Sejumlah pakar gizi menyampaikan kekhawatiran atas penekanan berlebih pada daging dan produk susu.

    Profesor epidemiologi dan nutrisi Harvard T.H. Chan School of Public Health, Dr. Walter Willett, menilai pendekatan ini berisiko bagi kesehatan dan lingkungan.

    “Pedoman ini tidak akan menghasilkan pola makan yang optimal bagi kesehatan maupun planet,” kata Willett kepada CNN, seperti dikutip Live Science.

    Profesor emeritus nutrisi New York University, Marion Nestle, juga menilai istilah protein dalam pedoman baru ini pada praktiknya merujuk pada daging.

    “Protein menjadi eufemisme untuk pola makan berbasis daging,” ujarnya kepada STAT News.

    Dampak langsung ke kebijakan publik

    NBC News melaporkan, pedoman diet nasional AS memiliki dampak luas karena menjadi acuan menu makan siang sekolah, ransum militer, serta program bantuan pangan federal seperti Supplemental Nutrition Assistance Program (SNAP).

    Pihak Gedung Putih menyatakan pedoman baru ini akan diterapkan secara bertahap di sekolah dan program pemerintah dalam dua tahun ke depan.

    Pedoman diet terbaru AS menandai perubahan besar dalam kebijakan gizi nasional, dari pendekatan plant-forward ke pola makan tinggi protein hewani.

    Perdebatan mengenai dampaknya terhadap kesehatan jangka panjang dan keberlanjutan lingkungan diperkirakan akan terus berlanjut.

    Para ahli sepakat bahwa apa pun panduannya, kualitas makanan utuh dan keseimbangan tetap menjadi kunci utama pola makan sehat.

    Komentar
    Additional JS