0
News
    Home Berita Featured Kasus Pandji Pragiwaksono Spesial

    Awalnya Menggebu Polisikan Pandji, Kini Pelapor Buka Kemungkinan Damai - Kompas

    4 min read

     

    Awalnya Menggebu Polisikan Pandji, Kini Pelapor Buka Kemungkinan Damai

    Kompas.com, 11 Januari 2026, 07:14 WIB
    Lihat Foto

    JAKARTA, KOMPAS.com – Laporan terhadap komika Pandji Pragiwaksono yang dilayangkan Aliansi Muda Muhammadiyah (AMM) bersama Angkatan Muda Nahdlatul Ulama (NU) sempat mencuat dengan nada keras.

    Dalam laporan itu, Pandji dituding melakukan penghasutan dan penistaan agama lewat materi pertunjukan Mens Rea yang tayang di Netflix.

    Namun, seiring meredanya polemik dan munculnya berbagai pandangan dari internal Muhammadiyah, para pelapor kini mulai membuka kemungkinan penyelesaian damai.

    1. Berangkat dari keresahan para kader

    2.000 Mobil Terbang Akan "Melayang" di AS

    Ketua Aliansi Muda Muhammadiyah, Tumada, mengatakan pelaporan terhadap Pandji berawal dari diskusi internal dan rasa keberatan atas materi yang dianggap menyerempet nama organisasi.

    “Ini memang benar-benar pure gerakan organik yang memang kami bangun. Setelah melalui kajian bersama, kami menilai ada bagian-bagian yang berpotensi menyinggung kesalahpahaman publik,” ujar Tumada kepada Kompas.com, Jumat (9/1/2026).

    Tumada menjelaskan, mereka mempermasalahkan materi Pandji yang menyebut Muhammadiyah dan NU mendapat jatah tambang dari Presiden terpilih Prabowo Subianto sebagai bentuk balas budi.

    Menurutnya, pernyataan itu menyesatkan karena menyeret organisasi secara keseluruhan.

    “Kami merasa bahwa itu bukan Muhammadiyah-nya, tapi perorangannya. Yang mana kemudian kalau kita berbicara soal organisasi per hari ini, itu tidak bisa dibawa-bawa,” kata dia.

    2. Disebut bukan bagian Muhammadiyah

    Setelah laporan bergulir, Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyatakan bahwa AMM bukan organisasi resmi di bawah Muhammadiyah.

    Ketua Biro Komunikasi dan Pelayanan Umum PP Muhammadiyah, Edy Kuscahyanto, menegaskan laporan tersebut tidak mewakili sikap organisasi.

    “Aliansi Muda Muhammadiyah juga bukan organisasi resmi di Muhammadiyah. Mereka hanya individu yang mengatasnamakan Muhammadiyah,” kata Edy.

    Menanggapi hal itu, Tumada menyebut pihaknya tidak mempersoalkan pernyataan PP Muhammadiyah.

    Ia mengakui AMM memang bukan bagian struktural, meski anggotanya mayoritas berasal dari warga Muhammadiyah.

    “Karena memang kami memang terpisah dengan organisasi induk, maka kami sebenarnya memaknai jalan ini sebagai jalan kritis yang harus disuarakan cepat,” ujar Tumada.

    3. Komedi jadi alasan pelaporan

    AMM menyadari komedi merupakan ruang ekspresi. Namun, mereka menilai penayangan Mens Rea di Netflix membuat materi Pandji berdampak lebih luas.

    “Ketika di ruang publik dengan jangkauan luas, komedi juga kan sebenarnya memiliki dampak sosial,” kata Tumada.

    Ia menyebut kutipan Pandji, “Emang lo pikir kenapa NU sama Muhammadiyah bisa ngurus tambang? Karena diminta suaranya,” sebagai bagian yang paling dipersoalkan.

    Menurut AMM, pernyataan tersebut berpotensi membentuk opini bahwa organisasi resmi terlibat dalam praktik politik balas budi.

    4. Kini pelapor mulai membuka ruang damai

    Seiring berjalannya proses dan meluasnya polemik, AMM menyatakan sikap lebih lunak. Mereka menegaskan laporan itu tidak bertujuan memenjarakan Pandji.

    “Langkah yang kami tempuh itu bukan semata-mata untuk pemidanaan. Melainkan sebagai mekanisme klarifikasi dan evaluasi melalui jalur yang sah,” ucap Tumada.

    AMM juga membuka peluang komunikasi langsung dengan Pandji jika memungkinkan.

    Sementara itu, Pandji merespons santai polemik yang muncul.

    Dari New York, ia menyatakan kondisinya baik-baik saja dan menyampaikan terima kasih kepada para pendukungnya.

    "Gue juga baik-baik aja. Gue lagi di New York, abis ngisi siaran. Dan sekarang lagi mau balik ke rumah, lapar, mau balik ke anak-anak dan istri, dan makan malam sama mereka," ucap Pandji.

    "Semoga lu juga sehat dan baik-baik aja. I love you guys. Dan terima kasih sudah mencintai dunia stand up comedy," lanjutnya.

    Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang
    Komentar
    Additional JS