0
News
    Home Bahlil Lahadalia Berita Featured Prabowo Subianto Soeharto Spesial

    Bahlil Sebut Hanya Soeharto dan Prabowo, Presiden yang Resmikan Megaproyek RDMP - detik

    2 min read

     

    Bahlil Sebut Hanya Soeharto dan Prabowo, Presiden yang Resmikan Megaproyek RDMP

    Heri Purnomo - detikFinance
    Senin, 12 Jan 2026 16:37 WIB
    Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.Foto: Dok. YouTube Kementerian ESDM
    Jakarta -

    Presiden Prabowo Subianto meresmikan megaproyek kilang terintegrasi atau Refinery Development Master Plan (RDMP) Pertamina di Balikpapan, Kalimantan Timur hari ini, Senin (12/1/2026).

    Menurut Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia peresmian RDMP kali ini suatu tonggak sejarah.

    Pasalnya, menurut Bahlil, dalam sejarah Indonesia pasca-Orde Lama, hanya ada dua presiden yang meresmikan proyek RDMP. Pertama Presiden Soeharto pada 1994 dan Presiden Prabowo Subianto pada 2026.

    "Kami laporkan bahwa kita meresmikan RDMP itu terakhir tahun 94. Jadi dalam sejarah bangsa pasca orde lama cuma dua presiden yang meresmikan RDMP 1 adalah Presiden, Pak Harto terakhir tahun 94, dan 32 tahun kemudian Presiden Prabowo Subianto meresmikan RDMP pada 2026," tutur Bahlil dikutip dari YouTube Kementerian ESDM, Senin (12/1/2026).

    Baca juga:

    Megaproyek dengan total investasi setara Rp 123 triliun ini untuk memodernisasi kilang eksisting, sehingga akan meningkatkan kapasitas pengolahan minyak, menghasilkan BBM berkualitas tinggi dan ramah lingkungan, mendorong hilirisasi industri petrokimia, dan memperkuat ketahanan energi nasional.

    Kilang ini juga bisa menambah produksi LPG dan menghasilkan produk petrokimia. Sebab, RDMP Balikpapan dilengkapi dengan fasilitas Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC) Complex.

    RFCC Complex dirancang untuk mengoptimalkan pengolahan residu minyak menjadi produk bahan bakar dan petrokimia bernilai tinggi. Kehadiran fasilitas ini menjadikan Kilang Balikpapan mampu memproduksi bahan bakar berkualitas tinggi setara standar Euro 5, yang lebih bersih dan rendah emisi, sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional. Selain itu, Kilang Balikpapan juga dapat memproduksi produk petrokimia propylene dan sulfur.




    (hrp/hns)
    Komentar
    Additional JS