Banjir Bandang kembali Terjang Kawasan Wisata Guci Tegal, 3 Jembatan Hilang - Liputan6
Banjir Bandang kembali Terjang Kawasan Wisata Guci Tegal, 3 Jembatan Hilang
Liputan6.com, Jakarta - Banjir bandang kembali menerjang kawasan objek wisata Guci, Kabupaten Tegal, Sabtu (24/1/2026). Sejumlah fasilitas rusak, termasuk tiga jembatan hilang. Pemerintah Kabupaten Tegal menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari ke depan di kawasan tersebut.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tegal M Afifudin mengatakan, penetapan status darurat tersebut sebagai langkah penanganan darurat yang mengalami kerusakan bangunan maupun fasilitas di kawasan objek wisata itu.
"Kami memastikan tidak ada korban jiwa dan tidak ada rumah yang terdampak, kecuali beberapa fasilitas objek wisata dan tiga jembatan yang hilang. Oleh karena itu, kami menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari ke depan untuk penanganan darurat," kata Afifudin. Dikutip dari Antara, Minggu (25/1/2026).
Beberapa fasilitas objek wisata yang rusak dan tertutup material adalah Pancoran 13, Pancoran 5, Pemandian Air Panas, sedangkan tiga jembatan yang hilang, yaitu dua jembatan yang berada di kawasan objek wisata serta jembatan penghubung Siramp dan Bumijawa.
Saat ini, debit air sungai Gung yang berada di kawasan objek wisata Guci masih terpantau normal meski curah hujan masih mengguyur di wilayah kawasan tersebut.
Akibat tumpukan material berupa pasir dan batu, objek Pancuran 13, Pancuran 5, dan pemandian air panas ditutup total untuk masyarakat.
Kemudian, sebagai upaya penanganan darurat, pihaknya akan mendesain kawasan objek wisata Guci agar lebih aman pasca-bencana.
"Kami mengupayakan melakukan desain kawasan itu lebih aman pasca-bencana. Jembatan akan dibangun lagi setelah puncak hujan selesai atau sekitar pertengahan Februari 2026," katanya.
Menurut dia, Bupati Tegal mengarahkan kepada Camat Bojong dan Bumijawa agar masyarakat bisa menggunakan jalan lain, karena jembatan masih ditutup.
"Kemudian, 11 lokasi longsor yang terjadi di Siramp dan Bumijawa hingga menuju wilayah Kabupaten Brebes sudah bisa dilalui kendaraan, karena sisa material yang menumpuk di jalan sekitar pukul 13.30 WIB sudah dibersihkan oleh BPBD, Polri, dan relawan," katanya.