0
News
    Home Banjir Berita Featured Lintas Peristiwa Pati Spesial

    Banjir di Pati Belum Surut, Jenazah Warga Terpaksa Dibawa Pakai Perahu - Liputan6

    5 min read

     

    Banjir di Pati Belum Surut, Jenazah Warga Terpaksa Dibawa Pakai Perahu

    Warga terpaksa membawa keranda berisi jenazah menggunakan perahu menuju pemakaman setempat. Hal ini karena akses jalan yang terendam banjir tidak bisa dilewat ambulans.

    Diterbitkan 16 Januari 2026, 17:29 WIB

    • Kapan banjir di Kabupaten Pati terjadi?
    • Apa dampak banjir terhadap proses pemakaman di Kecamatan Gabus?
    • Bagaimana dampak banjir terhadap lahan pertanian di Desa Nguren Rejo?

     Baca artikel ini 5x lebih cepat

    Liputan6.com, Jakarta - Banjir yang menerjang Kabupaten Pati, Jawa Tengah belum surut, Jumat (16/1/2026). Musibah ini membuat proses pemakaman salah satu warga di Kecamatan Gabus terkendala.

    Warga terpaksa membawa keranda berisi jenazah menggunakan perahu menuju pemakaman setempat. Hal ini karena akses jalan yang terendam banjir tidak bisa dilewat ambulans.

    "Musibah seperti ini saya bersedih. Semoga bencana yang sudah terjadi ini segera berlalu," kata salah satu warga Pati, Edi Lismanto. Dikutip dari Fokus Indosiar.

    Selain menerjang permukiman, banjir juga merendam lahan pertanian di Desa Nguren Rejo. Kondisi tersebut memaksa petani memanen bawang merah lebih awal agar tanaman tidak rusak seluruhnya terkena air.

    Jalur Pantura Banjir

    Banjir juga merendam jalur pantai utara (Pantura), tepatnya di sekitar Simpang Tiga Jalur Lingkar Selatan (JLS) Widorokandang. Polresta Pati mengerahkan personel untuk mengatur dan mengurai kepadatan lalu lintas di sekitar lokasi.

    Menurut Kanit Turjawali Satlantas Polresta Pati Iptu Purwanto, banjir terjadi akibat meluapnya air sungai di sekitar lokasi, sehingga mengakibatkan jalan tergenang dengan ketinggian sekitar 10 sampai 15 sentimeter, bahkan di beberapa titik mencapai 20 sentimeter.

    Selain itu, kata dia, kondisi jalan yang rusak dan berlubang di beberapa titik turut memperlambat arus kendaraan.

    Akibat kondisi tersebut, arus lalu lintas di Jalur Nasional Pantura sempat mengalami perlambatan.

    "Berdasarkan pantauan petugas, genangan air membentang sepanjang 100 hingga 150 meter. Antrean kendaraan tercatat mencapai sekitar 1 kilometer dari arah Jalan Lingkar Selatan dan Juwana pada siang hari," ujarnya, Kamis (15/1/2026).

    Pada pembaruan situasi pukul 14.45 WIB di ruas Pantura Pati-Rembang, tepatnya di Desa Purworejo Cangkring, sekitar 1,5 kilometer dari Simpang Tiga Widorokandang, ketinggian air mencapai sekitar 20 sentimeter dengan panjang genangan sekitar 100 meter.

    Antrean kendaraan dari arah timur mencapai sekitar 3 kilometer, sedangkan dari arah lingkar mencapai sekitar 4 kilometer.

    Komentar
    Additional JS