0
News
    Home Bencana Bener Meriah Berita Featured Lintas Peristiwa Spesial Sumatera

    Bantuan Tak Merata dan Jalan Rusak, Warga Bener Meriah: Kami yang di Pelosok Tidak Tersentuh - NU Online

    4 min read

     

    Bantuan Tak Merata dan Jalan Rusak, Warga Bener Meriah: Kami yang di Pelosok Tidak Tersentuh

    NU Online  ·  Kamis, 1 Januari 2026 | 22:00 WIB


    Akses jalan di Bener Meriah Aceh terputus, penyebaran bantuan pun alami kendala. (Foto: NU Online/Lukman)

    Rikhul Jannah

    Jakarta, NU Online

    Keluhan warga terdampak bencana di Kabupaten Bener Meriah, Aceh, kian menguat. Di tengah kondisi pemulihan yang belum tuntas, persoalan tidak meratanya bantuan dan lambatnya perbaikan infrastruktur jalan menjadi sorotan utama. Warga di wilayah pedalaman mengaku masih terabaikan, sementara bantuan cenderung menumpuk di titik-titik tertentu yang mudah dijangkau.


    Nurbaeti, warga Bener Meriah menuturkan saat turun langsung ke lapangan, persoalan transportasi dan distribusi obat-obatan menjadi kendala serius. Berbagai kebutuhan dasar seperti vitamin, minyak kayu putih, susu anak, susu bayi, susu ibu hamil, hingga kebutuhan ibu dan anak lainnya belum terpenuhi secara merata.

    Baca Juga

    Awal 2026, Korban Meninggal Dunia Bencana Aceh-Sumatra Capai 1.157 Jiwa

    “Ketika kita turun berfikir transportasi, obat obatan yang harus dibagi seperti vitamin, minyak kayu putih, atau susu anak anak susu bayi, susu ibu hamil dan beberapa kebutuhan ibu dan anak harus terpenuhi,” ujarnya kepada NU Online, Kamis (1/1/2026).

    Ia menjelaskan, persoalan akses jalan, keterbatasan kendaraan operasional, serta sumber daya manusia (SDM) posko yang kurang terkoordinasi menjadi penyebab utama.

    Baca Juga

    Menembus Medan Terjal dari Bener Meriah, Pasukan Bagana Salurkan Bantuan ke Aceh Tengah


    “Pertama memang masalah di akses, yang kedua, kendaraan operasional, ketiga SDM posko kurang teekoordinir,” katanya.


    Masalah distribusi bantuan, lanjutnya, juga dipicu oleh sistem pendataan yang hanya menghitung KK (kartu keluarga), bukan perorangan. Pola ini dinilai menyebabkan bantuan tidak terbagi secara adil.

    Baca Juga

    Prabowo soal Status Bencana Nasional untuk Aceh-Sumatra: Situasi Terkendali, Saya Monitor Terus


    “Pembagian bantuan hanya menghitung KK bukan menghitung perorangan, ini yang membuat warga tidak terbagi merata,” ungkapnya.


    Ia menyoroti ketimpangan jumlah bantuan, di mana beras relatif lebih banyak dibandingkan kebutuhan lain seperti minyak goreng dan lauk pauk. Kondisi tersebut menyebabkan banyak warga tidak kebagian.

    “Apalagi kadang minyak goreng dan kebutuhan lainnya jumlahnya lebih sedikit dibandingkan dengan beras yang diberikan, ini menjadi masalah, banyak yang membutuhkan tidak kebagian,” ujarnya.

    Baca Juga

    Pergantian Tahun di Tengah Musibah, Ketua PWNU Aceh Ajak Masyarakat Isi dengan Doa dan Zikir


    Nurbaeti juga menyoroti fenomena penumpukan bantuan di posko, yang menurutnya tidak selalu tepat sasaran. “Banyak juga posko yang menumpuk bantuan ahirnya bukan di bagi sama orang yang membutuhkan tapi sama orang yang di dekat posko saja, untuk kami yang di plosok ini tidak tersentuh,” tegasnya.

    Kelompok rentan seperti perempuan, balita, dan anak-anak disebutnya masih sering terabaikan. Padahal, kebutuhan mereka justru sangat mendesak. “Satu lagi kita perhatikan prempuan dan balita dan anak anak yang butuh sekali dan jarang diperhatikan,” ujarnya.

    Menurutnya, kebutuhan mendesak di wilayah terdampak saat ini meliputi susu anak, obat-obatan, popok anak, makanan ringan, dan kebutuhan dasar lainnya. “Kalau kebutuhan mendesak disana selain sembako susu anak-anak dan obat obatan, popok anak-anak, makanan ringan juga perlu,” kata Nurbaeti.


    Sementara itu, Tim Relawan NU Peduli, Lukman Hakim menggambarkan beratnya akses menuju wilayah terdampak. Perjalanan dari Banda Aceh ke Bener Meriah memakan waktu hingga sembilan jam, melewati sejumlah titik dengan kondisi infrastruktur yang belum sepenuhnya pulih.


    “Kendaraan sudah dapat melintas, tetapi harus bergantian dengan sistem buka-tutup, sehingga menimbulkan antrean yang sangat panjang,” kata Lukman.

    Ia menyebut, meski banjir telah surut, endapan lumpur masih menumpuk di sejumlah bangunan. Warga pun bergotong royong membersihkan sekolah dan fasilitas umum yang masih bisa diperbaiki, sementara tenda-tenda darurat masih berdiri di beberapa titik. Sejumlah jembatan penghubung menuju kawasan terdampak juga masih dalam tahap perbaikan.

    ============

    Para dermawan bisa donasi lewat NU Online Super App dengan mengklik banner "Darurat Bencana" yang ada di halaman Beranda atau via web filantropi di tautan berikut: filantropi.nu.or.id.

    Komentar
    Additional JS