Bibit Siklon 91S Berkembang Menjadi Siklon Tropis JENNA, BMKG: Berpotensi Meningkat Jadi Kategori 2 - Serambinews
Bibit Siklon 91S Berkembang Menjadi Siklon Tropis JENNA, BMKG: Berpotensi Meningkat Jadi Kategori 2 - Serambinews.com
Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Nurul Hayati
Serambinews.com/HO
Bibit Siklon 91S Berkembang Menjadi Siklon Tropis JENNA, BMKG: Berpotensi Meningkat Jadi Kategori 2
SERAMBINEWS.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan informasi terbaru terkait Bibit Siklon Tropis 91S.
Dalam informasi terbarunya, BMKG melaporkan bahwa Bibit Siklon Tropis 91S telah berkembang menjadi Siklon Tropis JENNA.
Sistem cuaca ini mulai terbentuk pada Senin, 5 Januari 2026 pukul 06.00 UTC atau 13.00 WIB dan saat ini berada di wilayah monitoring Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Jakarta.
“Siklon Tropis JENNA mulai terbentuk pada 5 Januari 2026 pukul 13.00 WIB, saat ini berada di wilayah monitoring TCWC Jakarta sekitar Samudra Hindia barat daya Lampung,” ungkap BMKG dalam pernyataan terbarunya, Senin (5/1/2026).
BMKG menyebutkan, Siklon Tropis JENNA terpantau berada di Samudra Hindia barat daya Lampung dengan kecepatan angin maksimum mencapai 35 knot atau sekitar 65 kilometer per jam.
Tekanan udara minimum di pusat siklon tercatat sebesar 992 hPa.
Berdasarkan analisis dan prediksi terkini, BMKG memperkirakan Siklon Tropis JENNA masih berpotensi mengalami peningkatan intensitas dalam 24 jam ke depan.
Sistem ini diprediksi dapat menguat hingga kategori 2 dan bergerak ke arah selatan, menjauhi wilayah Indonesia.
“Siklon Tropis JENNA berpotensi meningkat menjadi kategori 2 dan bergerak ke arah selatan, menjauhi wilayah Indonesia dalam 24 jam ke depan,” BMKG melaporkan.
Meski pergerakannya menjauh, BMKG mengingatkan bahwa keberadaan Siklon Tropis JENNA tetap dapat menimbulkan dampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca dan perairan Indonesia, khususnya di wilayah pesisir barat Sumatra dan perairan Samudra Hindia.
Potensi dampak tersebut antara lain peningkatan kecepatan angin dan tinggi gelombang laut.
Oleh karena itu, BMKG mengimbau masyarakat, terutama nelayan dan operator pelayaran, agar meningkatkan kewaspadaan serta terus memantau informasi resmi cuaca dan peringatan dini yang dikeluarkan BMKG.
(Serambinews.com/Agus Ramadhan)
Baca dan Ikuti Berita Serambinews.com di GOOGLE NEWS
Bergabunglah Bersama Kami di Saluran WhatsApp SERAMBINEWS.COM