0
News
    Home Bencana Berita BNPB Featured Lintas Peristiwa Spesial Sumatera

    BNPB Intensifkan Modifikasi Cuaca di Sumatra untuk Dukung Proses Pemulihan Pascabencana - NU Online

    4 min read

     

    BNPB Intensifkan Modifikasi Cuaca di Sumatra untuk Dukung Proses Pemulihan Pascabencana

    NU Online  ·  Kamis, 15 Januari 2026 | 15:50 WIB


    Gambar sebagai ilustrasi berita. Potret kerusakan alam di Aceh akibat banjir bandang yang melanda akhir November 2025. (Foto: NU Online/Lukman)

    Rikhul Jannah

    Jakarta, NU Online

    Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengintensifkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di sejumlah wilayah Sumatra guna mendukung proses pemulihan pascabencana yang masih berlangsung di tengah ancaman cuaca ekstrem. Langkah ini dilakukan menyusul peringatan dini Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait potensi hujan lebat yang masih berpeluang terjadi dalam beberapa hari ke depan.


    Berdasarkan peringatan BMKG, potensi cuaca ekstrem di Sumatra Utara terdeteksi di 24 kabupaten dan kota. Sementara di Sumatra Barat, hujan lebat diperkirakan akan mengguyur Kabupaten Pasaman Barat. Ancaman cuaca ini muncul ketika proses penanganan darurat dan pemulihan di sejumlah daerah terdampak belum sepenuhnya tuntas.


    Untuk mengurangi risiko bencana susulan, BNPB mengerahkan Operasi Modifikasi Cuaca di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Sebanyak tiga pesawat ditempatkan di masing-masing provinsi untuk mengendalikan pertumbuhan awan hujan yang berpotensi memicu curah hujan berlebih.

    Baca Juga

    LKK PBNU dan Kemenag Bekali Relawan untuk Perkuat Dukungan Psikososial Pascabencana di Pidie Jaya


    “Untuk Aceh, hampir setengah wilayahnya kita tutup dengan operasi modifikasi cuaca. Operasi ini juga mencakup wilayah tengah hingga ke selatan yang base-off nya dari Medan,” jelas Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari melalui keterangan yang diterima NU Online, Kamis (15/1/2026).


    Hingga Rabu (14/1/2026), akumulasi Operasi Modifikasi Cuaca telah mencapai 1.201 sorti di tiga provinsi terdampak. Rinciannya, di Aceh dilakukan 449 sorti dengan total 431.600 kilogram bahan semai, di Sumatra Utara 368 sorti dengan 322.000 kilogram bahan semai, serta di Sumatra Barat 384 sorti dengan 381.325 kilogram bahan semai.


    “Operasi ini juga didukung penyemaian ratusan ribu kilogram bahan semai guna mengendalikan curah hujan,” katanya.


    Abdul mengatakan, intensifikasi OMC dilakukan karena dampak bencana di tiga provinsi tersebut masih sangat luas. Berdasarkan data BNPB hingga Kamis (15/1/2026) pukul 10.00 WIB, tercatat 1.190 orang meninggal dunia, 141 orang dilaporkan hilang, dan 131.521 jiwa masih mengungsi.

    Baca Juga

    Orang Tua dan Guru Jadi Penopang Utama Pemulihan Psikologis Anak Pascabencana


    Jumlah korban meninggal dunia tertinggi berada di Kabupaten Aceh Utara dengan 231 jiwa, disusul Kabupaten Agam sebanyak 194 jiwa dan Kabupaten Tapanuli Tengah sebanyak 130 jiwa. Sementara itu, Provinsi Aceh menjadi wilayah dengan jumlah pengungsi terbanyak, diikuti Sumatra Utara dan Sumatra Barat.


    Dari sisi kerusakan, BNPB mencatat total 175.050 rumah terdampak. Di Aceh, sebanyak 144.865 rumah dilaporkan rusak, dengan 44.361 unit di antaranya mengalami kerusakan berat. Di Sumatra Utara tercatat 17.513 rumah rusak, termasuk 6.058 rumah rusak berat, sedangkan di Sumatra Barat sebanyak 12.672 rumah rusak, dengan 2.993 unit rusak berat.


    Abdul juga menyampaikan bahwa pembangunan hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap) masih berjalan lambat dibandingkan dengan besarnya kebutuhan di lapangan.


    Ia menambahkan, di Sumatra Barat dari 884 unit huntara yang diusulkan, baru 11 unit yang dilaporkan selesai dibangun. Kondisi serupa juga terjadi di Aceh dan Sumatra Utara, di mana jumlah huntara yang rampung masih jauh dari jumlah rumah rusak berat.

    Baca Juga

    Sumut Masuki Fase Transisi Darurat ke Pemulihan Pascabencana Banjir dan Tanah Longsor


    Para dermawan bisa donasi lewat NU Online Super App dengan mengklik banner "Darurat Bencana" yang ada di halaman Beranda atau via web filantropi di tautan berikut: https://filantropi.nu.or.id/solidaritasnu.

    Komentar
    Additional JS