BNPB: Korban Meninggal Bencana Sumatera 1.189 Orang, 141 Masih Hilang - Voi
BNPB: Korban Meninggal Bencana Sumatera 1.189 Orang, 141 Masih Hilang
14 Januari 2026, 13:56
Sampah kayu gelondongan yang terbawa banjir di Tapanuli, Sumatra (Antara)
JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah korban meninggal dunia akibat bencana banjir dan tanah longsor di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada akhir November 2025 mencapai 1.189 jiwa. Angka tersebut merupakan hasil pemutakhiran data hingga awal pekan ini.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari di Jakarta, Rabu 14 Januari, mengatakan korban meninggal dunia terdiri atas 550 jiwa di Provinsi Aceh, 375 jiwa di Sumatera Utara, dan 231 jiwa di Sumatera Barat. Sementara itu, 33 korban lainnya masih dalam proses identifikasi, baik terkait data identitas maupun lokasi penemuan.
Selain menimbulkan korban jiwa, bencana hidrometeorologi tersebut juga berdampak luas terhadap kehidupan masyarakat. BNPB mencatat 141 orang dinyatakan hilang, sedangkan 195.542 jiwa terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman akibat kerusakan rumah dan ancaman lanjutan bencana.
Di antara wilayah terdampak, Kabupaten Aceh Utara menjadi daerah dengan jumlah pengungsi tertinggi, yakni mencapai 67.876 jiwa. Kondisi ini dipengaruhi oleh luasnya wilayah terdampak banjir, kerusakan infrastruktur, serta terganggunya akses logistik dan layanan dasar.
Abdul Muhari menjelaskan pemerintah tidak hanya berfokus pada pembaruan data korban dan dampak bencana selama status darurat masih berlaku di sejumlah daerah. Pemerintah pusat bersama pemerintah daerah juga telah memperpanjang masa tanggap darurat di enam kabupaten di Provinsi Aceh, sekaligus memastikan percepatan pemulihan pada fase transisi darurat menuju rehabilitasi di puluhan kabupaten dan kota di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Dalam fase pemulihan tersebut, BNPB memprioritaskan pemulihan infrastruktur vital yang menjadi penopang aktivitas masyarakat dan distribusi bantuan. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah pembangunan 270 unit jembatan bailey yang tersebar di tiga provinsi terdampak.
“Hingga saat ini, 20 unit jembatan bailey telah terpasang, sementara 10 unit lainnya masih dalam proses pemasangan,” ujar Abdul Muhari dalam keterangannya.
Ia menambahkan, khusus di Provinsi Aceh, pemerintah telah mengirimkan 117 unit jembatan aramco untuk mempercepat pemulihan akses ke wilayah-wilayah yang sempat terisolasi akibat putusnya jalur transportasi. Salah satu jembatan yang telah berfungsi adalah jembatan bailey Jamur Ujung di ruas Bireuen–Takengon, yang kini sudah dapat dilalui kendaraan roda empat.
Sementara itu, proses perakitan Jembatan Krueng Pelang di Kabupaten Aceh Tengah telah mencapai 80%. Pembangunan tersebut dibarengi dengan kegiatan normalisasi sungai, pembersihan lumpur, serta perbaikan fasilitas publik yang dilakukan secara terpadu oleh unsur TNI, Polri, dan pemerintah daerah.
BNPB menegaskan, percepatan pemulihan infrastruktur dan layanan dasar menjadi kunci untuk mendukung kembalinya aktivitas masyarakat, sekaligus meminimalkan risiko sosial dan ekonomi pascabencana. Pemerintah juga terus mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan, mengingat kondisi cuaca ekstrem masih berpeluang terjadi di sejumlah wilayah.