0
News
    Home Bencana Berita BNPB Featured Lintas Peristiwa Spesial Sumatera

    BNPB Percepat Hunian dan Infrastruktur Pasca Bencana Sumatra - Times Indonesia

    5 min read

     

    BNPB Percepat Hunian dan Infrastruktur Pasca Bencana Sumatra

    BNPB mempercepat pemulihan pascabencana banjir dan longsor di Aceh, Sumut, dan Sumbar melalui pembangunan hunian, jembatan bailey, distribusi logistik, serta Operasi Modifikasi Cuaca.

    TIMES Indonesia,
    14 Januari 2026, 10:13 WIB
    2.3k
    Imadudin Muhammad
    R
    Pengendara melintas di depan Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Pembina Aceh Tamiang, yang terdampak banjir, Selasa (13/1/2026). (Foto: Humas BNPB)
    A-
    A
    A+

    JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus mengakselerasi penanganan darurat dan pemulihan pascabencana banjir serta tanah longsor yang melanda Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Berdasarkan pemutakhiran data hingga Senin (12/1/2026), total korban meninggal dunia akibat bencana tersebut mencapai 1.189 jiwa.

    Berdasarkan catatan BNPB, dari jumlah tersebut, 550 korban jiwa tercatat di Aceh, 375 jiwa di Sumatera Utara, dan 231 jiwa di Sumatera Barat, sementara 33 korban lainnya masih dalam proses identifikasi. Selain itu, bencana juga menyebabkan 141 orang hilang dan memaksa 195.542 jiwa mengungsi, dengan Kabupaten Aceh Utara menjadi wilayah dengan jumlah pengungsi terbanyak, mencapai 67.876 jiwa.

    Pemerintah pusat dan daerah telah menetapkan serta memperpanjang status tanggap darurat di sejumlah wilayah terdampak.

    Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengatakan, di Aceh, status tanggap darurat diperpanjang di enam daerah, sementara puluhan kabupaten/kota di tiga provinsi telah memasuki masa transisi darurat menuju pemulihan.

    Menteri Haji: Diklat PPIH Arab Saudi Bukan Formalitas

    Infrastruktur Vital Jadi Prioritas

    Dalam upaya memulihkan konektivitas wilayah, BNPB memprioritaskan penyediaan 270 unit jembatan bailey. Kebutuhan tersebut tersebar di Aceh sebanyak 137 unit, Sumatera Utara 27 unit, dan Sumatera Barat 106 unit. Hingga kini, 20 unit jembatan telah terpasang, 10 unit dalam proses pemasangan, serta 117 unit jembatan Aramco telah dikirimkan khusus untuk Aceh.

    Salah satu capaian signifikan terlihat di Kabupaten Aceh Tengah dengan rampungnya Jembatan Bailey Jamur Ujung pada ruas jalan Bireuen–Takengon yang kini sudah dapat dilalui kendaraan roda empat.

    Sementara itu, pembangunan Jembatan Krueng Pelang telah mencapai progres 80 persen.

    "Kegiatan normalisasi sungai di Aceh Tamiang serta pembersihan fasilitas publik di Aceh Utara juga terus dikebut melalui sinergi TNI dan Satgas Operasi Aman Nusa II-2025," ujar Abdul Muhari dalam keterangan tertulis, Rabu (14/1/2026).

    Tajuk Redaksi: Ruang Digital, Pandji, dan Batas Negara

    Percepatan Hunian Sementara dan Tetap

    Pada sektor permukiman, BNPB mencatat terdapat 49.296 rumah rusak berat yang menjadi fokus penanganan. Pemerintah mengusulkan pembangunan 27.575 unit Hunian Sementara (Huntara), dengan 4.280 unit saat ini sedang dalam tahap pengerjaan fisik.

    Di Provinsi Aceh, dukungan lintas sektor telah membuahkan hasil dengan dilakukannya serah terima 200 unit hunian kepada masyarakat terdampak di sejumlah lokasi prioritas. Pembangunan Huntara di Blang Pandak, Kabupaten Pidie, telah mencapai 100 persen sebanyak 12 unit, serta 1 unit di Kecamatan Pantee Bidari, Kabupaten Aceh Timur.

    Kemendagri Dorong Kolaborasi Antardaerah melalui Aglomerasi Pengelolaan Sampah

    Sementara itu, di Sumatera Utara telah terbangun 648 unit Hunian Tetap (Huntap). Di Sumatera Barat, pembangunan Huntara juga terus dipercepat, salah satunya di Kabupaten Padang Pariaman.

    Huntara Padang Pariaman Masuki Tahap Akhir

    Pemerintah mengakselerasi pembangunan Huntara Tahap I di Nagari Anduring, Kecamatan Asam Pulau, Kabupaten Padang Pariaman, sebanyak 34 unit. Pembangunan tersebut meliputi 9 unit tipe couple (18 hunian), 3 unit tipe barak (15 hunian), serta 1 unit hunian single.

    Hingga Selasa (13/1/2026), progres fisik menunjukkan hasil signifikan. Sebanyak 7 unit telah rampung 100 persen, sementara 27 unit lainnya telah melampaui 50 persen. Pemasangan rangka dinding, atap, baja ringan, GRC, pintu, jendela, hingga instalasi air bersih dan listrik dilakukan secara paralel guna mempercepat penyelesaian.

    Seiring pembangunan fisik, penyaluran Dana Tunggu Hunian (DTH) juga terus dipercepat dan telah menjangkau 1.950 keluarga dari total 10.656 rekening yang disiapkan bagi warga terdampak.

    Operasi Udara dan Modifikasi Cuaca Diintensifkan

    Untuk menopang seluruh kegiatan di lapangan, BNPB mencatat total distribusi logistik telah mencapai 1.740,39 ton atau 99,86 persen dari total logistik masuk. Operasi ini melibatkan 56 sortie pesawat charter BNPB, 61 sortie pesawat Hercules, puluhan armada darat, serta 7 kapal laut, termasuk KRI Banjarmasin dan KRI Surabaya.

    Selain distribusi logistik, helikopter BNPB juga aktif melaksanakan evakuasi medis darurat, di antaranya dari Samar Kilang, Bener Meriah, dan Desa Bergang, Aceh Tengah, menuju fasilitas kesehatan rujukan.

    Guna menjaga kelancaran seluruh pekerjaan fisik di lapangan, pemerintah mengintensifkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk mengendalikan potensi cuaca ekstrem. Hingga Senin (12/1/2026), akumulasi penyemaian awan telah mencapai 1.150 sortie di tiga provinsi terdampak, dengan rincian 433 sortie di Aceh, 344 sortie di Sumatera Utara, dan 373 sortie di Sumatera Barat. (*)

    Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
    Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
    Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

    Komentar
    Additional JS