Bupati Bandung Barat Terjebak Lumpur hingga Setengah Badan di Lokasi Longsor Cisarua - Liputan6
Bupati Bandung Barat Terjebak Lumpur hingga Setengah Badan di Lokasi Longsor Cisarua
Liputan6.com, Jakarta - Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail sempat terjebak dalam lumpur saat mendatangi lokasi longsor di Desa Pasirlangu, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Sabtu (24/1/2026). Ketika tiba di Pasirlangu, Jeje turun langsung ke area longsor hendak memantau proses evakuasi korban yang tertimbun tanah. Jeje yang mengenakan masker juga berjas hujan oranye itu menginjak tanah lumpur, ia terperosok dan beberapa saat terjebak.
Lumpur itu tampak cukup dalam, separuh tubuh Jeje tertelan. Bupati muda itu sempat kepayahan meloloskan badannya sendiri. Petugas terdekat pun berupaya membantu menarik lengan Jeje. Setelah beberapa saat, Jeje pun berhasil keluar dari lumpur dengan kondisi selamat, lalu melanjutkan proses evakuasi.
"Pergerakannya harus terarah, terukur, jangan sporadis bergerak sendiri-sendiri," arahan Jeje di lokasi.
Diketahui, setelah longsor terjadi pada Sabtu dini hari, Kampung Pasir Kuning itu masih kerap diguyur hujan deras, membuat area longsor semakin lembek dan berlumpur, menyulitkan proses evakuasi.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jawa Barat, Bambang Imanudin mengakui, kondisi itu pula yang menyulitkan proses evakuasi tim gabungan dari Basarnas dan SAR.
"Tim gabungan Basarnas dan SAR sudah siap, tetapi lokasi terus diguyur hujan, ini menyulitkan proses pencarian," kata Bambang, Sabtu (24/1/2026).
Selain itu, pencarian dengan alat berat pun diaku sulit dilakukan karena tanah yang masih lembek, sehingga pencarian masih dilakukan secara manual.
"Alat berat sudah ada dan siap di atas, tapi akses jalannya masih kami koordinasikan. Kondisi tanah juga masih lembek dan masih ada pergerakan material," ucap dia.
Data Korban
Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Barat telah menerima sebanyak 10 kantong jenazah korban terdampak bencana longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Sebanyak enam jenazah telah berhasil diidentifikasi dan diketahui identitasnya.
"Enam kantong jenazah yang teridentifikasi terdiri dari lima jenazah utuh dan satu bagian tubuh. Sementara empat kantong lainnya masih dalam proses identifikasi oleh tim DVI," ucap Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Hendra Rochmawan, Sabtu (24/1/2026).
1. Suryana, laki-laki, 57 tahun
2. Jajang Tarta, laki-laki, 35 tahun
3. Dadang Apung, laki-laki, 60 tahun
4. Nining, perempuan, 40 tahun
5. Nurhayati, perempuan, 42 tahun
6. M. Kori, laki-laki, 30 tahun, berupa bagian tubuh.
"Sementara itu, masih dalam proses identifikasi sebanyak tiga jenazah utuh dan satu bagian tubuh," ucap Hendra.
Hendra melanjutkan, proses identifikasi dilakukan dengan mengedepankan standar prosedur operasional yang ketat. Proses tersebut melibatkan tenaga media, forensi, serta dukungan teknologi untuk memastikan keakuratan data.
Darurat Bencana Bencana
Jeje telah menetapkan status darurat bencana. Hal itu dilakukan untuk mempercepat proses penanganan pencarian korban. serta penyaluran bantuan bagi masyarakat terdampak.
“Saya tetapkan per hari ini darurat bencana, karena korban cukup banyak,” kata Jeje.
Jeje mengatakan, ke depan pemerintah daerah akan memperkuat langkah mitigasi bencana, mengingat wilayah Bandung Barat dan Jawa Barat secara umum merupakan daerah rawan bencana. Dengan status tersebut, seluruh sumber daya daerah akan dimaksimalkan untuk penanganan korban dan upaya pencegahan bencana serupa.
"Kami akan melakukan koordinasi secara masif, terutama di daerah rawan seperti perbukitan dan tanah miring," pungkas dia.
