0
News
    Home Berita Featured Prabowo Subianto Seskab Teddy Spesial

    Oleh-oleh dari Lawatan ke Tiga Negara, Seskab Teddy Ungkap Prabowo Bawa Pulang Investasi Rp90 Triliun - Merdeka

    4 min read

     

    Oleh-oleh dari Lawatan ke Tiga Negara, Seskab Teddy Ungkap Prabowo Bawa Pulang Investasi Rp90 Triliun

    Seskab Teddy mengungkapkan Presiden Prabowo membawa pulang komitmen investasi sebesar Rp90 triliun setelah melakukan kunjungan ke Inggris, Swiss, dan Prancis.



    Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol Teddy Indra Wijaya (Lizsa Egeham/Liputan6.com)

    Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, mengungkapkan hasil signifikan yang diperoleh Presiden Prabowo Subianto setelah menyelesaikan kunjungan kerja ke tiga negara, yaitu Inggris, Swiss, dan Prancis, selama lima hari. Kunjungan tersebut berakhir dengan kedatangan Presiden Prabowo dan delegasi terbatas kembali di Tanah Air pada hari Sabtu, 24 Januari 2026.

    Menurut Teddy, perjalanan ke luar negeri ini menghasilkan berbagai kesepakatan strategis yang mencakup investasi dan kerja sama internasional. "Menutup lawatan lima hari di luar negeri, Presiden membawa pulang oleh-oleh beberapa hasil konkret," ujar Teddy, seperti yang dikutip dari akun Instagram Sekretariat Kabinet Republik Indonesia pada tanggal 24 Januari 2026.

    Teddy menjelaskan bahwa salah satu pencapaian utama dari kunjungan ini adalah komitmen investasi di sektor maritim yang mencapai 4 miliar poundsterling, setara dengan Rp90 triliun. Investasi ini merupakan hasil pertemuan antara Presiden Prabowo dan Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, yang berlangsung di 10 Downing Street pada 20 Januari 2026.

    "Investasi bidang maritim sebesar 4 miliar poundsterling atau sekitar 90 triliun rupiah dengan Inggris," tambahnya. Selain itu, Indonesia dan Inggris juga telah menyepakati kerja sama untuk membangun 1.582 kapal ikan bagi nelayan. Teddy menekankan bahwa semua kapal tersebut akan diproduksi di dalam negeri, yang diperkirakan dapat menyerap hingga 600 ribu tenaga kerja.

    "Pembangunan 1.582 kapal ikan yang akan diproduksi di tanah air dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 600.000 orang," ungkap Teddy. Di bidang pendidikan, Presiden Prabowo juga menjalin kerja sama dengan 24 universitas terkemuka di Inggris, yang mencakup sektor kedokteran serta Sains, Teknologi, Engineering, dan Matematika (STEM), termasuk rencana untuk membuka kampus universitas Inggris di Indonesia.

    "Kerja sama pendidikan dengan 24 universitas terbaik di Inggris Raya, khususnya di bidang kedokteran dan STEM," jelas Teddy. Dengan demikian, kunjungan ini tidak hanya memperkuat hubungan bilateral tetapi juga memberikan dampak positif bagi perkembangan ekonomi dan pendidikan di Indonesia.

    Sampaikan Ide-ide Ekonomi di Davos

    Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol Teddy Indra Wijaya (Lizsa Egeham/Liputan6.com)

    Dalam kunjungannya ke Swiss, Presiden Prabowo menandatangani Board of Peace (BoP) di Davos pada hari Kamis, 22 Januari 2026, yang disaksikan langsung oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Penandatanganan ini menandai keanggotaan Indonesia dalam organisasi internasional baru yang bertugas untuk mengawasi proses transisi, stabilisasi, dan rekonstruksi Gaza pascakonflik.

    "Bergabung dalam Board of Peace (BoP) merupakan langkah konkret Indonesia untuk mendukung perdamaian di Gaza, yang saat ini telah mengalami kemajuan signifikan dalam proses pemulihan konflik," ungkap Teddy.

    Selanjutnya, Presiden Prabowo juga memberikan pidato di World Economic Forum (WEF) yang berlangsung di Davos, Swiss. Dalam forum tersebut, yang dihadiri oleh puluhan kepala negara serta ribuan pemimpin perusahaan global, Presiden memperkenalkan konsep ekonomi yang disebut "Prabowonomics."

    Setelah kunjungan ke Swiss, Presiden Prabowo melanjutkan perjalanan ke Paris, Prancis, untuk melakukan pertemuan serta makan malam kenegaraan dengan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, di Istana Elysee pada hari Jumat, 23 Januari 2026. Dalam pertemuan ini, kedua negara sepakat untuk memperkuat kemitraan strategis di berbagai sektor.

    "Kami berkomitmen untuk meningkatkan kerja sama yang nyata dengan Pemerintah Prancis dalam berbagai sektor strategis," kata Teddy.


    Komentar
    Additional JS