Butuh Waktu Sepekan Tim DVI Rampungkan Indentifikasi 7 Jenazah Pesawat ATR 42-500 - Tribunnews
Tiga korban telah diidentifikasi yaitu Florencia Lolita Wibisono, Deden Maulana, dan Ester Aprilitia.
Ringkasan Berita:
- Identifikasi tujuh jenazah korban pesawat ATR 42-500 yang jatuh di Bulusaraung, Pangkep, Sulawesi Selatan, ditargetkan rampung dalam sepekan ke depan.
- Dari total 10 korban meninggal, tiga orang telah teridentifikasi, sementara tujuh jenazah lainnya masih menjalani proses identifikasi di RS Bhayangkara Makassar oleh Tim DVI Polri.
- Kepala Basarnas RI Marsdya TNI Mohammad Syafii telah menyerahkan berita acara tujuh jenazah hasil evakuasi kepada Kapolda Sulsel Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro.
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Identifikasi tujuh jenazah korban pesawat ATR 42-500 ditargetkan rampung pekan depan.
Pesawat ATR 42-500 jatuh di Bulusaraung, Pangkep, Sulsel, Sabtu (17/1/2026).
Ada 10 korban pesawat ATR ditemukan meninggal dunia.
Tiga korban telah diidentifikasi yaitu Florencia Lolita Wibisono, Deden Maulana, dan Ester Aprilitia.
Tujuh jenazah lainnya masih di RS Bhayangkara Makassar.
Baca juga: Operasi Pencari Korban Pesawat ATR 42-500 Ditutup, Kepala Basarnas: Terima Kasih Dukungannya
Kepala Basarnas RI Marsekal Madya (Marsdya) TNI Mohammad Syafii telah menyerahkan berita acara tujuh jenazah yang berhasil dievakuasi Tim SAR.
Berita acara tujuh jenazah diterima Kapolda Sulsel Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro mewakili DVI.
Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro mengatakan, pihaknya mengidentifikasi tujuh body pack ditambah 1 body pack yang berisi tulang.
DVI Polri telah melakukan berbagai langkah seperti mengambil sampel pembanding dari keluarga korban.
Sampel pembanding dilakukan di Polda Jawa Barat, Polda Metro Jaya, dan Polda Jawa Tengah.
Seluruh sampel pembanding telah diterima lengkap oleh DVI.
"Apabila jenazah dapat diidentifikasi melalui pemeriksaan fisik atau metode identifikasi awal, maka hasilnya tidak akan memakan waktu lama," ujar Djuhandhani, Jumat (23/1/2026).
Namun jika diperlukan pemeriksaan lanjutan seperti tes DNA dengan mencocokkan data pembanding yang ada, maka proses memerlukan waktu hingga sepekan.
Hal senada diungkapkan Kepala Pusat Identifikasi (Kapusident) Bareskrim Polri Brigjen Pol Mashudi.
Proses identifikasi ke tujuh jenaza diperkirakan rampung sepekan kedepan.
"Jadi kami sudah mengumpulkan data ante mortem setelah mereka meninggal dunia, termasuk sidik jarinya sampai sampel tes DNA-nya dari seluruh keluarga korban," terang Mashudi.
Tim DVI terus bekerja melakukan pemeriksaan lanjutan post mortem tujuh kantong jenazah dan satu kantong berisi tulang manusia yang diterima.
"Dan itu butuh proses, kalau memang dari identifikasi primer, sidik jari tidak bisa, pemeriksaan gigi tidak bisa, baru terakhir DNA," terang Mashudi.
Ia berjanji sepekan kedepan seluruh proses identifikasi ke tujuh jenazah akan dirampungkan.
"Kami memeriksa satu korban seperti sidik jari, gigi, dan sampel DNA-nya," tuturnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/2026-01-24-Suasana-serah-terima-berita-acara-tujuh-jenazah.jpg)