Trump Murka Inggris Tak Bantu Perang Lawan Iran, Sebut Hubungan Tak Seperti Dulu - Kompas
WASHINGTON, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump secara terbuka mengecam Perdana Menteri Inggris Keir Starmer atas keengganannya mendukung perang melawan Iran.
Trump memperingatkan, hubungan khusus yang selama ini terjalin erat antara kedua negara kini berada di ambang ketegangan serius.
“Dia tidak membantu, Saya tidak pernah menyangka akan melihat hal seperti itu. Saya tidak pernah menyangka akan melihat hal seperti itu dari Inggris,” kata Trump, dikutip dari AFP.
“Ini jenis hubungan yang jauh berbeda dari yang pernah kami miliki dengan negara Anda sebelumnya. Sangat menyedihkan melihat bahwa hubungan itu jelas tidak seperti dulu lagi,” sambungnya.
Baca juga: Trump Muncul dengan Ruam Merah Usai AS Serang Iran, Gedung Putih Buka Suara
Isyarat tak lagi butuh Inggris
Meskipun merasa dikhianati oleh aliansi yang dulunya paling solid, Trump mengisyaratkan bahwa Washington tidak lagi bergantung pada militer Inggris untuk menjalankan operasi tempur di Timur Tengah.
Ia menegaskan, absennya dukungan militer Inggris tidak akan memengaruhi hasil peperangan.
“Itu tidak akan berpengaruh, tetapi (Starmer) seharusnya membantu, seharusnya dia membantu,” jelas dia.
Baca juga: Mayoritas Warga AS Tolak Serangan ke Iran, Trump: Sangat Bagus, tapi Saya Tak Peduli
Perselisihan ini bermula ketika Inggris sempat menolak memberikan izin bagi militer AS untuk menggunakan pangkalan udaranya.
Meski pada akhirnya izin diberikan, Trump menilai keputusan tersebut memakan waktu terlalu lama dan menghambat momentum serangan.
Sikap hati-hati Keir Starmer bukan tanpa alasan. Keterlibatan militer di Timur Tengah merupakan isu politik yang sangat sensitif bagi publik Inggris.
Hal ini menyusul dukungan mantan perdana menteri Tony Blair yang berujung bencana terhadap invasi Irak yang dipimpin AS.
Baca juga: Serang Iran Habis-habisan, Trump Sesumbar Ini Belum Seberapa
Penjelasan Starmer
Sementara itu, Starmer membela posisinya di hadapan parlemen pada Senin (2/3/2026).
"Presiden Trump telah menyatakan ketidaksetujuannya dengan keputusan kami untuk tidak terlibat dalam serangan awal, tetapi adalah tugas saya untuk menilai apa yang sesuai dengan kepentingan nasional Inggris," katanya.
"Itulah yang telah saya lakukan dan saya tetap teguh pada pendirian saya," tambahnya.
Menurutnya, pangkalan militer di Inggris di Sipurs tak digunakan oleh pesawat pengebom AS selama perang AS-Israel dengan Iran.
Baca juga: Trump Targetkan 5 Minggu Epic Fury untuk Lumpuhkan Iran, Ancaman Rudal ke AS Jadi Dalih Utama
Namun, pangkalan angkatan udara Akrotiri milik Inggris di Siprus diserang oleh pesawat tak berawak Iran yang menghantam landasan pacu pangkalan tersebut pada Senin pagi.
Starmer menuturkan, serangan itu bukan sebagai tanggapan terhadap keputusan apa pun yang mereka ambil.
"Pendekatan Iran menjadi lebih gegabah dan lebih berbahaya," ujarnya.
"Mereka bekerja tanpa ampun dan sengaja melalui rencana untuk menyerang, tidak hanya target militer, tetapi juga target ekonomi di wilayah tersebut, tanpa mempedulikan korban sipil. Itulah situasi yang kita hadapi saat ini dan yang harus kita tanggapi," pungkasnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang