Demam Tinggi hingga Badan Pegal Jadi Gejala Pasien Super Flu di Malang - Kompas
Demam Tinggi hingga Badan Pegal Jadi Gejala Pasien Super Flu di Malang
MALANG, KOMPAS.com - Demam tinggi disertai badan pegal menjadi salah satu keluhan yang dirasakan pasien influenza A H3N2 Subclade K atau super flu yang sempat terdeteksi di Kota Malang, Jawa Timur.
Gejala tersebut menjadi penanda awal yang membuat pasien masuk dalam pemantauan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang melalui sistem sentinel Influenza Like Illness (ILI).
Kepala Dinkes Kota Malang, Husnul Muarif, mengatakan bahwa pasien yang terdata mengalami keluhan infeksi saluran pernapasan akut dengan suhu tubuh di atas 38 derajat celsius.
Kondisi tersebut, menurut Husnul, umumnya disertai batuk, nyeri tenggorokan, sakit kepala, serta rasa pegal di seluruh tubuh.
“Jadi semua pasien ISPA (Infeksi Sistem Pernapasan Akut) dengan gejala batuk, demam, nyeri tenggorokan, badan terasa sakit semua pegal, nyeri kepala, serta suhu badan di atas 38 derajat celcius, akan masuk ke kategori sentinel ILI,” kata Husnul, Senin (12/1/2026).
Dia menyebut, semua pasien yang masuk dalam kategori sentinel ILI selanjutnya diambil sampel untuk dikirim ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Surabaya. Pemantauan akan dilanjutkan oleh Whole Genome Sequencing (WGS) di Jakarta.
Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan pasien terinfeksi influenza A varian H3N2. Total terdapat 17 kasus yang teridentifikasi, dengan satu kasus ditemukan pada September, satu kasus pada Oktober, dan mayoritas atau 15 kasus terjadi pada November 2025.
Meski demikian, Husnul menegaskan bahwa tidak ada pasien yang mengalami kondisi berat.
Dia mengatakan, semua pasien hanya menjalani rawat jalan dan kondisinya terpantau dengan baik oleh petugas kesehatan.
“Tidak ada yang sampai dirawat inap. Semua pasien bisa ditangani dengan rawat jalan dan sekarang sudah sehat,” katanya.
Selain itu, Husnul memastikan bahwa 17 pasien super flu tersebut sudah dinyatakan sembuh.
Namun, Dinkes Kota Malang mengimbau masyarakat untuk lebih peka terhadap gejala flu yang disertai demam tinggi dan nyeri badan.
Masyarakat juga diminta tidak mengabaikan keluhan tersebut dan segera memeriksakan diri jika kondisi tidak membaik.
“Jika merasa tidak enak badan, upayakan untuk tidak keluar rumah. Jika terpaksa beraktivitas di luar, gunakan alat pelindung seperti masker. Pola pencegahan Covid-19 sangat bajk untuk diterapkan kembali,” pungkas Husnul.