0
News
    Home Berita DPR Featured Kesehatan Spesial Superflu

    DPR Usul Edukasi Superflu Diperluas Agar tak Makan Korban - Inilah

    2 min read

     

    DPR Usul Edukasi Superflu Diperluas Agar tak Makan Korban

    Oleh

    Warga menjaga protokol kesehatan dengan menggunakan masker sebagai salah satu cara pencegahan kembali melonjaknya COVID-19 di Tanah Air. (Foto ilustrasi: Inilah.com/Didik Setiawan)

    Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

    Kecil
    Besar

    Anggota Komisi X DPR RI, Habib Syarief menilai sosialisasi mengenai superflu perlu digencarkan, baik kepada siswa, tenaga pendidik, maupun orang tua, imbas meningkatnya kasus influenza A (H3N2) atau superflu di sejumlah negara, termasuk Indonesia. 

    Menurutnya, edukasi yang tepat akan membantu mencegah kepanikan sekaligus meningkatkan kewaspadaan.

    “Ini bukan untuk menakut-nakuti, melainkan langkah perlindungan agar proses belajar mengajar tetap berlangsung aman, nyaman, dan sehat,” kata Habib dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (9/1/2026)

    Baca Juga:

    Sebagai langkah jangka menengah, Habib juga mendorong Kementerian Kesehatan untuk mempertimbangkan program vaksinasi influenza di sekolah-sekolah.

    “Vaksinasi merupakan bentuk pencegahan yang terbukti efektif. Kami berharap ada sinergi lintas kementerian agar program vaksinasi influenza bagi siswa bisa segera direalisasikan," tegasnya.

    Habib sebelumnya meminta sekolah-sekolah, untuk kembali menerapkan protokol kesehatan secara disiplin di lingkungan pendidikan.

    Baca Juga:

    “Peningkatan kasus superflu tidak boleh dianggap sepele. Sekolah merupakan ruang publik dengan intensitas interaksi yang tinggi, sehingga berpotensi menjadi tempat penularan penyakit. Karena itu, langkah antisipatif harus segera dilakukan agar penyebaran tidak semakin meluas,” tutur Habib.

    Habib menegaskan, anak-anak merupakan kelompok rentan terhadap penyakit menular, termasuk superflu. Lingkungan sekolah yang padat aktivitas menuntut adanya perlindungan ekstra agar hak anak untuk belajar dalam kondisi aman dan sehat tetap terjaga.

    Menurutnya, penerapan protokol kesehatan dasar seperti penggunaan masker dan kebiasaan mencuci tangan harus kembali dibiasakan dalam aktivitas belajar mengajar.

    Baca Juga:

    “Masih banyak sekolah yang memiliki fasilitas cuci tangan di pintu masuk sekolah maupun ruang kelas. Fasilitas ini harus benar-benar dimanfaatkan, bukan sekadar formalitas,” jelasnya.

    0 suka
    0 bookmark
    Komentar
    Additional JS