0
News
    Home Bandung Barat Bencana Berita Featured Lintas Peristiwa Longsor Pasirlangu Spesial

    Dua Kali Gemuruh di Tengah Malam, Longsor Pasirlangu Kabupaten Bandung Barat Sisakan Trauma Mendalam - Bolasport

    10 min read

     

    Dua Kali Gemuruh di Tengah Malam, Longsor Pasirlangu Kabupaten Bandung Barat Sisakan Trauma Mendalam

    Setelah suara itu terjadi, kata Eneng, jeritan hingga teriakanan minta tolong terdengar. Suara gemuruh terdengar hingga beberapa menit.

     


    Ringkasan Berita:
    • Eneng Rohaeni (38), mengaku mendengar suara gemuruh keras sekitar pukul 03.00 WIB saat tanah longsor terjadi
    • Suara gemuruh terdengar hingga beberapa menit
    • Banyak warga terbangun dalam kondisi panik karena kejadian berlangsung tanpa tanda-tanda awal yang jelas

     

    TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - Seorang warga Kampung Pasir Kuda, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Eneng Rohaeni (38), mengaku mendengar suara gemuruh keras sekitar pukul 03.00 WIB saat tanah longsor terjadi pada Sabtu (24/1/2026) dini hari.

    Suara tersebut muncul tiba-tiba ketika suasana masih sunyi dan warga tengah terlelap tidur.

    Baca juga: Foto Penampakan Longsor di Cisarua Bandung Barat, Tim SAR Cari Warga Hilang di Tengah Cuaca Ekstrem

    Peristiwa tanah longsor itu meninggalkan trauma mendalam bagi warga sekitar.

    Banyak warga terbangun dalam kondisi panik karena kejadian berlangsung tanpa tanda-tanda awal yang jelas.

    Baca juga: Longsor di Cisarua Bandung Barat, 10 Meninggal Dunia, 89 Orang Lainnya Belum Ditemukan

    Hingga pagi hari, warga Kampung Pasir Kuda masih diliputi rasa cemas pascakejadian longsor tersebut.

    "Jadi ada dua kejadian longsor dulu. Ada suara gemuruh di kejadian pertama seperti pesawat. 30 menit setelahnya ada suara kayak jatuh, gebruk, itu kejadian kedua," ujarnya kepada Tribun Jabar, Sabtu (24/1/2026).

    Setelah suara itu terjadi, kata Eneng, jeritan hingga teriakanan minta tolong terdengar. Banyak warga yang berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri. Suara gemuruh terdengar hingga beberapa menit.

    "Kejadian pertama itu ada puing-puing, tertahan dulu. Jadi pada masih bisa untuk menyelamatkan diri. Baru yang kedua, itu semua tidak ada yang bisa menyelamatkan diri," katanya.

    Setelah kejadian tersebut, Eneng mengaku dirinya masih sangat takut untuk berdiam di dalam rumah. Meski rumahnya tidak terdampak langsung, Eneng bersama warga lainnya memutuskan untuk mengungsi.

    "Kata pihak desa harus mengungsi dulu, siaga 1. Katanya takut ada longsor susulanan. Soalnya ini dua Kampung Pasir Kuda sama Pasir Kuning. Saya ngungsi ke rumah saudara," ucapnya.

    Di tengah duka yang mendalam ini, Eneng hanya berharap kepada pemerintah untuk dapat hadir membantu para korban. Menurutnya, para korban dan juga keluarga harus menjadi prioritas.

    "Kalau harapannyan mudah-mudahan ada santunan buat korban yang meninggal. Juga kasian apalagi saudara jauh, rumah habis, kasian. Mudah-mudahan ada bantuan untuk keluarga korban," ujarnya.

    Baca juga: BREAKING NEWS: Prabowo Cabut Izin 28 Perusahaan Pasca-Banjir dan Longsor Sumatera

    Hujan Ekstrem dan Angin Kencang

    Hujan deras disertai angin kencang memicu bencana tanah longsor di Kabupaten Bandung Barat.

    Peristiwa tanah longsor ini terjadi pada dini hari pada Sabtu (24/1/2026) 

    Longsor dilaporkan terjadi di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.

    Hingga Sabtu (24/1/2026) siang hari kondisi di lokasi masih dalam tahap penanganan dan pemantauan oleh petugas.

    Pranata Humas BPBD Jawa Barat, Hadi Rahmat, mengatakan hujan berintensitas tinggi menjadi faktor utama penyebab longsor

    "Bencana tanah longsor terjadi akibat hujan deras yang disertai angin kencang," kata Hadi saat dikonfirmasi Tribun Jabar melalui pesan singkat, Sabtu (24/1/2026).

    Akibat kejadian itu, sekitar 30 rumah dilaporkan terdampak. Sementara itu, data korban masih terus dikumpulkan oleh petugas di lapangan.

    Ia menambahkan, proses pendataan masih berlangsung karena petugas masih melakukan asesmen di lokasi terdampak. 

    "Masih assessment ada yang hilang tapi jumlahnya belum kami terima datanya," ujarnya.

    Baca juga: Longsor di Cisarua Bandung Barat Menyerupai Sungai Cokelat: 4 Tewas, 89 Hilang, 30 Rumah Tertimbun

    Sebagai tindak lanjut, pihaknya telah berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Bandung Barat serta aparat setempat untuk melakukan penanganan awal dan pendataan dampak bencana. 

    Dia juga mengimbau warga di wilayah rawan longsor agar tetap waspada, terutama saat hujan deras masih berpotensi terjadi di sejumlah daerah Jawa Barat. 

    Satu jenazah korban tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB) berhasil ditemukan pada Sabtu (24/1/2026).

    Jenazah berjenis kelamin laki-laki itu ditemukan oleh salah satu petugas TNI di sebuah aliran sungai yang berada di lokasi terdampak longsor. Jenazah itu ditemukan sekitar pukul 11.45 WIB. 

    Proses evakuasi berlangsung lambat, lantaran akses menuju titik penemuan masih sulit dijangkau. Kondisi tanah yang masih gembur, berlumpur, serta material bangunan masih berserakan.

    Warga pun bahu membahu membuat untuk jalur darurat agar jenazah dapat dievakuasi dengan aman. Mereka melemparkan dan menaruh bambu-bambu untuk sementara digunakan untuk pijakan.

    Evakuasi berjalan hampir 30 menit. Petugas langsung memasukan jenazah ke kantong jenazah untuk selanjutnya dibawa ke rumah sakit terdekat. Jeritan hingga tangisan pun terdengar saat jenazah itu evaluasi.

    Salah satu warga Eneng Rohaeni (38) menceritakan bahwa dirinya mengenal betul jenazah laki-laki yang berhasil ditemukan. Laki-laki itu bernama Dadang dengan usia kisaran 55 tahun.

    Saat diangkat dan dimasukkan ke mobil ambulans, dirinya tidak menyangka tetangga nya itu saat ini sudah berpulang ke rahmatullah. Padahal pada siang harinya sebelum kejadian dirinya bertemu.

    "Iya saya tahu, itu pak Dadang. Satu kampung sama saya. Kalau engga salah dia ada di rumah sama keluarganya. Dia buruh serabutan, kenal dekat saya," ujarnya kepada Tribun Jabar pada Sabtu (24/1/2026).

    Di ketahui sebelumnya, kejadian longsor di Desa Pasirlangu, terjadi pada pukul 03.00 WIB. Di mana pada kala itu warga sedang tertidur pulas saat tanah bergerak turun dan menghantam pemukiman warga.

    Berdasarkan pantauan di lokasi, tanah, batu, dan pepohonan menutup area permukiman. Sejumlah warga terlihat melakukan upaya pencarian terhadap kemungkinan korban yang masih tertimbu.

    Hingga saat ini, kondisi di lokasi tanah longsor masih diguyur hujan gerimis disertai angin kencang, sehingga menyulitkan proses evakuasi dan pencarian oleh pihak terkait termasuk aparat gabungan.

     

    Artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul Hujan Ekstrem dan Angin Kencang Picu Longsor Besar Cisarua, BPBD Imbau Warga Jabar Waspada


    Komentar
    Additional JS