F-35, F-22, Sampai Pengebom B-1B Lancer Terlibat Tangkap Maduro - detik
F-35, F-22, Sampai Pengebom B-1B Lancer Terlibat Tangkap Maduro
Tim - detikInet
Chairman Kepala Staf Gabungan Amerika Serikat, Jenderal Dan Caine, mengungkap operasi kompleks untuk menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro merupakan hasil perencanaan jangka panjang antara militer AS dan badan intelijennya. Dilibatkan pula pesawat-pesawat canggih AS berjumlah ratusan.
"Kata 'integrasi' saja tak cukup menggambarkan kerumitan misi, ekstraksi sangat presisi melibatkan lebih dari 150 pesawat yang lepas landas dari seluruh belahan bumi barat dengan koordinasi ketat," klaimnya yang dikutip detikINET dari Breaking Defense.
"Semuanya menyatu dalam waktu dan tempat yang tepat untuk efek berlapis demi satu tujuan, mengerahkan pasukan ke pusat Caracas sambil tetap menjaga elemen kejut taktis. Kegagalan satu komponen saja dalam mesin yang terlumasi dengan baik ini akan membahayakan seluruh misi," imbuh Caine.
Misi itu diberi nama Operasi Absolute Resolve. Beberapa bulan terakhir, AS memang membangun kapasitas militernya di kawasan tersebut. Puncaknya terjadi pada pertengahan November saat gugus tempur kapal induk USS Gerald Ford tiba di wilayah tersebut.
Menurut Caine, awal Desember, komunitas intelijen telah memberikan informasi sangat lengkap, termasuk detail kebiasaan sehari-hari Maduro hingga nama hewan peliharaannya, sehingga Pentagon merasa mampu mengeksekusi operasi kapan pun diperintahkan. Namun, faktor cuaca sempat menjadi kendala.
Kondisi cuaca akhirnya membaik sehingga Presiden Trump memberikan perintah untuk menggelar misi. Pada titik itulah, pesawat-pesawat mulai lepas landas dari 20 pangkalan berbeda di seluruh belahan bumi barat. "Total lebih dari 150 pesawat, mulai dari pengebom, jet tempur, intelijen, pengintai, pengawas, hingga helikopter, berada di udara," kata sang Jenderal.
Ada sejumlah helikopter (jenis dan jumlah dirahasiakan) membawa pasukan khusus dikerahkan, yang dilindungi pesawat dari Marinir, Angkatan Laut, Angkatan Udara, dan Garda Nasional Udara AS. Helikopter dari Resimen Penerbangan Operasi Khusus ke-160 Angkatan Darat mengangkut pasukan serbu ke Venezuela setelah pertahanan udara musuh berhasil dilumpuhkan.
Armada perlindungan ini mencakup jet tempur tercanggih AS serta pesawat pendukung lainnya dan sejumlah drone yang dikendalikan jarak jauh. Komponen udara mencakup pesawat pengebom B-1B Lancer dan jet tempur seperti F-22 Raptor, F-35 Lightning II, dan F/A-18 Super Hornet, bersama dengan platform serangan elektronik, peringatan dini, intelijen, serta pengawasan dan pengintaian (ISR).
Jet tempur F-35 memainkan peran kunci dalam menekan pertahanan udara Venezuela. Pejabat AS mengonfirmasi bahwa F-35A dari Garda Nasional Udara Vermont dan F-35B dari Korps Marinir AS telah disiagakan di kawasan tersebut.
Pesawat-pesawat ini beroperasi berdampingan dengan F-22 yang dikerahkan dari Pangkalan Gabungan Langley-Eustis, didukung berbagai pangkalan di seluruh Karibia serta kapal-kapal Angkatan Laut AS, termasuk kapal induk USS Gerald R. Ford dan USS Iwo Jima.
Tepat pukul 01.01 dini hari waktu setempat, pasukan helikopter tiba di kediaman Maduro. Tim penangkapan segera turun ke kompleks bangunan Maduro dan menangkapnya.
Video: Momen Helikopter AS Cegat Kapal Tanker di Laut Karibia
(fyk/fyk)