Fatalitas Tinggi hingga 75 Persen, Ini Gejala Awal Virus Nipah yang Patut Diwaspadai - Viva
VIVA –Penyebaran virus Nipah di negara bagian Benggala Barat India terus mendapat sorotan dunia. Hingga saat ini sudah tercatat ada lima kasus terkonfirmasi virus nipah, termasuk dokter dan perawat di dalamnya.
Sementara itu hampir 100 orang diminta menjalani karantina mandiri di rumah. Sedangkan pasien yang terinfeksi dirawat di rumah sakit di dalam dan sekitar Kolkata, ibu kota negara bagian tersebut. Media lokal melaporkan satu pasien yakni perawat berada dalam kondisi kritis.
Virus Nipah merupakan virus mematikan yang hingga kini belum memiliki vaksin maupun obat khusus, dan dikategorikan sebagai patogen berisiko tinggi oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Para ahli menyebut infeksi pada manusia tergolong jarang dan biasanya terjadi ketika virus berpindah dari kelelawar ke manusia, sering kali melalui buah yang terkontaminasi.
Terkait dengan penularannya, WHO menyebut virus Nipah sebagai patogen zoonosis yang dapat menular dari hewan ke manusia, serta dari manusia ke manusia.
Pembawa alami utama virus ini adalah kelelawar pemakan buah (spesies Pteropus). Manusia bisa terinfeksi melalui kontak langsung dengan kelelawar atau hewan lain yang terinfeksi, atau dengan mengonsumsi makanan yang terkontaminasi air liur, urine, atau kotoran kelelawar.
Penularan antarmanusia juga telah dilaporkan, terutama melalui kontak dekat dengan cairan tubuh orang yang terinfeksi, demikian seperti dikutip dari laman The Independent, Selasa 27 Januari 2026.
Seberapa mematikan virus Nipah?
Virus Nipah memiliki tingkat kematian yang tinggi, dengan angka fatalitas dilaporkan antara 40 hingga 75 persen, tergantung pada wabah dan jenis virus yang terlibat.
Berdasarkan pembaruan dari Badan Keamanan Kesehatan Inggris (UK Health Security Agency), para penyintas dapat mengalami dampak jangka panjang pada sistem saraf, seperti kejang yang menetap atau perubahan kepribadian.
Dalam kasus yang jarang terjadi, ensefalitis dapat kambuh kembali beberapa bulan atau bahkan bertahun-tahun setelah infeksi awal, baik karena kekambuhan maupun aktifnya kembali virus di dalam tubuh.
Gejala Seseorang yang Terinfeksi Virus Nipah
Infeksi virus Nipah umumnya diawali dengan gejala yang tidak spesifik, sehingga sulit dideteksi sejak dini.
Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), masa inkubasi biasanya berkisar antara 4 hingga 21 hari. Namun, pada kasus langka dalam wabah sebelumnya, pernah dilaporkan jeda waktu yang lebih lama antara paparan virus dan munculnya gejala.
Pasien biasanya mengalami gejala mirip flu secara tiba-tiba, seperti demam, sakit kepala, nyeri otot, dan rasa lelah. Dalam beberapa kasus, muncul pula gangguan pernapasan seperti batuk, sesak napas, atau pneumonia, meski waktu kemunculan dan tingkat keparahannya bisa sangat bervariasi.
Komplikasi paling serius sekaligus ciri khas infeksi Nipah adalah peradangan otak yang disebut ensefalitis. Gejala saraf, seperti kebingungan, penurunan kesadaran, kejang, atau koma, umumnya muncul beberapa hari hingga beberapa minggu setelah gejala awal.
Sebagian pasien juga dapat mengalami meningitis.