0
News
    Home Berita Featured Fenomena Kesehatan Spesial Super Flu Tips & Tricks

    Fenomena Super Flu, Kenali Gejala dan Cara Menghadapinya - Kompas

    6 min read

     

    Fenomena Super Flu, Kenali Gejala dan Cara Menghadapinya

    Kompas.com, 31 Desember 2025, 14:33 WIB

    logo appx2

    KOMPAS.com - Meningkatnya laporan kasus super flu di Amerika Serikat kembali menjadi sorotan dunia kesehatan. 

    Istilah ini ramai digunakan masyarakat untuk menggambarkan flu yang terasa lebih berat, bertahan lama, dan menimbulkan kelelahan ekstrem. 

    Meski terdengar mengkhawatirkan, para ahli menegaskan bahwa super flu bukan istilah medis resmi.  Namun, lonjakan kasus influenza dengan gejala berat tetap perlu diwaspadai, terutama di tengah mobilitas tinggi dan rendahnya cakupan vaksinasi di sejumlah negara.

    Gejala dan cara menghadapi Super Flu

    Apa itu super flu?

    Ketua Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Dr. Piprim Basarah Yanuarso menjelaskan, super flu sejatinya bukan diagnosis medis.

    12 Hari yang Mencekam: Menilik Teror Israel di Iran dalam Perang Terdahsyat 2025

    “Super flu bukan merupakan terminologi medis. Istilah ini kerap dipakai oleh orang awam untuk menggambarkan infeksi influenza A H3N2 subclade K,” ujar Piprim, dikutip dari laporan Kompas.com sebelumnya, Rabu (31/12/2025). 

    Virus influenza A H3N2 yang bermutasi ini dilaporkan lebih sulit dikenali oleh sistem imun, termasuk pada orang yang sebelumnya sudah memiliki kekebalan akibat infeksi flu atau vaksinasi. 

    Hal ini sejalan dengan penjelasan Andrew Pekosz, Ph.D., ahli virologi dari Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health.

    “Virus flu bermutasi dengan cepat, dan mutasi ini bisa memberikan keuntungan bagi virus tersebut,” kata Pekosz, disadur dari Today.

    Ia menjelaskan, salah satu jenis H3N2 yang muncul memiliki mutasi yang memungkinkan virus menghindari perlindungan dari vaksin. Kondisi inilah yang membuat sebagian orang merasa flu kali ini lebih berat dibandingkan flu musiman pada umumnya.

    Lihat Foto

    Gejala super flu yang perlu diwaspadai

    Para ahli menyebut, secara umum gejala super flu mirip dengan influenza A musiman. 

    Namun, intensitas keluhannya sering kali lebih berat dan muncul secara mendadak. Gejala yang paling sering dilaporkan meliputi:

    - Demam tinggi dan berkepanjangan

    - Panas dingin dan menggigil

    - Nyeri otot dan tubuh terasa sangat pegal

    - Sakit kepala berat

    - Kelelahan ekstrem hingga sulit beraktivitas

    - Hidung tersumbat atau pilek berat

    - Batuk dan nyeri tenggorokan

    Dr. Piprim juga menambahkan, pada anak-anak, flu berat bisa disertai kelelahan luar biasa dan risiko komplikasi bila tidak ditangani dengan baik.

    Perlu dicatat, gejala flu dapat menyerupai COVID-19 atau infeksi virus pernapasan lain.  Maka dari itu, melakukan test menjadi langkah penting. Kini tersedia tes cepat rumahan yang dapat mendeteksi influenza A, influenza B, dan COVID-19 sekaligus.

    Apa yang harus dilakukan jika gejala muncul?

    Jika mengalami gejala flu yang berat, para ahli menekankan pentingnya tidak menganggapnya sebagai pilek biasa. 

    Pekosz mengingatkan, influenza dapat berkembang menjadi penyakit serius, terutama pada kelompok rentan.

    “Flu bukan sekadar pilek. Flu bisa sangat parah,” tegasnya.

    Berikut langkah-langkah yang dianjurkan jika gejala muncul:

    1. Istirahat dan PHBS

    Dr. Piprim menekankan, langkah pertama menghadapi penyakit menular adalah menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), termasuk istirahat cukup, menjaga asupan cairan, dan membatasi kontak dengan orang lain.

    2. Gunakan obat pereda gejala dengan bijak

    Menurut laporan BBC, paracetamol atau ibuprofen dapat membantu menurunkan demam dan meredakan nyeri. 

    Namun, masyarakat diingatkan untuk tidak mengonsumsi paracetamol berlebihan karena banyak obat flu sudah mengandung zat tersebut.

    3. Pertimbangkan antivirus

    Dokter di AS mengakui bahwa obat antivirus menjadi senjata penting untuk kasus flu berat. CDC merekomendasikan empat obat, yakni Tamiflu, Xofluza, Relenza, dan Rapivab. Obat ini paling efektif jika diberikan sejak awal gejala.

    Namun, pasien sebaiknya melakukan konsultasi dulu dengan dokter agar diberikan antivirus sesuai kebutuhan.

    4. Perhatikan tanda bahaya

    Segera hubungi tenaga medis jika muncul demam tinggi yang tidak turun, tanda dehidrasi, nyeri dada, atau kesulitan bernapas.  Dalam kondisi normal, flu biasanya membaik dalam 5–7 hari, tetapi komplikasi tetap bisa terjadi.

    5. Tetap di rumah saat sakit

    Ahli menyarankan agar penderita flu tetap di rumah hingga demam hilang selama 24 jam tanpa obat dan gejala membaik, guna mencegah penularan.

    Apakah vaksin masih efektif?

    Kekhawatiran muncul karena vaksin flu tahun ini disebut tidak sepenuhnya cocok dengan subclade K. Namun, Pekosz menegaskan bahwa vaksin tetap memberikan perlindungan.

    “Vaksin mencakup tiga jenis influenza. Dengan dua di antaranya, kecocokannya cukup baik, dan kami percaya vaksin tetap memberi perlindungan parsial terhadap clade ini,” jelasnya.

    CDC tetap merekomendasikan vaksin influenza untuk semua orang berusia enam bulan ke atas. 

    Para ahli menilai, meski tidak sempurna, vaksinasi dapat mengurangi keparahan penyakit dan risiko rawat inap.

    Meningkatnya kasus superflu menjadi pengingat bahwa influenza bukan penyakit sepele.  Dengan mengenali gejala sejak dini, menerapkan PHBS, dan mengikuti anjuran medis, risiko komplikasi dapat ditekan. 

    Di tengah musim liburan dan mobilitas tinggi, kewaspadaan menjadi kunci untuk melindungi diri sendiri dan orang-orang di sekitar.

    Komentar
    Additional JS