0
News
    Home Airlangga Hartarto Berita Featured Spesial

    Hadapi Ancaman Berbagai Krisis, Airlangga Targetkan RI Raih Ketahanan Pangan - Viva

    5 min read

     

    Hadapi Ancaman Berbagai Krisis, Airlangga Targetkan RI Raih Ketahanan Pangan


    Jakarta, VIVA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menegaskan, di tengah ancaman berbagai krisis dan ketidakpastian global, Indonesia harus berjuang menjadi bangsa yang mandiri dalam berbagai aspek termasuk dalam hal kemandirian pangan.

    PKB Minta Pemerintah Gerak Cepat Atasi Banjir di Wilayah Lumbung Pangan: Petani Itu Pahlawan Kita

    Karenanya, Airlangga menekankan bahwa aspek ketahanan pangan merupakan isu strategis, di tengah volatilitas global yang semakin tinggi.

    "Indonesia harus mandiri secara pangan, agar memiliki resiliensi dalam menghadapi krisis apa pun," kata Airlangga dalam konferensi pers 'Food and Security Summit 2026' di Menara Kadin, Jakarta Selatan, Selasa, 13 Januari 2026.

    Momen Prabowo Pamer Capaian MBG di WEF Davos: Kami Akan Lampaui McDonald's!

    Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto

    Photo :
    • [Mohammad Yudha Prasetya]

    Dia mengatakan, pemerintah juga telah menetapkan sektor pertanian dan pangan sebagai prioritas nasional. Tercatat, produksi beras Indonesia pada tahun lalu mencapai 34,71 juta ton dan menjadi salah satu yang tertinggi sepanjang sejarah, dengan lonjakan produksi sebesar 3,52 juta ton.

    Prabowo Pede Program Makan Bergizi Gratis Kalahkan McD, Target Tembus 82 Juta Porsi Sehari

    Di sisi lain, inflasi pangan tercatat sebesar 6,21 persen, namun diiringi dengan peningkatan Nilai Tukar Petani (NTP) yang mencapai level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir. Saat ini NTP tercatat 125 persen.

    Pemerintah juga memastikan keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan dukungan anggaran APBN sebesar Rp 335 triliun.

    Airlangga juga menyoroti ancaman perubahan iklim terhadap produksi pangan nasional. Fenomena El Nino dan La Nina pada 2024 tercatat menurunkan produksi padi hingga sekitar 4 juta ton.

    Untuk menjawab tantangan tersebut, pemerintah mendorong pengembangan food estate berbasis modern farming yang dinilai memiliki potensi besar sebagai lumbung pangan dan energi. Airlangga menegaskan, ketahanan pangan merupakan kerja bersama yang membutuhkan kolaborasi kuat antara pemerintah dan dunia usaha.

    Dia juga mengapresiasi inisiatif Kadin dalam mendorong Inclusive Closed Loop System di sektor pertanian dan pangan. Menurutnya, penerapan sistem terintegrasi dari hulu hingga hilir tersebut akan memberikan efek berganda bagi perekonomian perdesaan sekaligus memperkuat keberlanjutan program ketahanan pangan nasional.

    “Inisiatif Inclusive Closed Loop System Kadin sangat baik dan dapat diterapkan di 80 ribu desa untuk mendukung program MBG,” ujarnya.


    Komentar
    Additional JS