Inflasi Riau Dipicu Bencana Sumatera, Pemprov Datangkan Pangan dari Jawa -
Inflasi Riau Dipicu Bencana Sumatera, Pemprov Datangkan Pangan dari Jawa
Editor : wislysusanto | Penulis : rivo

PEKANBARU - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau mengakui tekanan inflasi yang terjadi tidak lepas dari dampak situasi regional di Pulau Sumatera. Gangguan pasokan pangan dari sejumlah daerah pemasok utama akibat bencana alam menjadi faktor dominan yang mendorong kenaikan harga bahan pokok di Riau.
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Riau, Syahrial Abdi, mengatakan inflasi yang terjadi di Riau bukanlah fenomena yang berdiri sendiri, melainkan sangat dipengaruhi oleh kondisi daerah lain di Sumatera yang tengah dilanda bencana.
"Iya, kondisi inflasi saat ini sangat dipengaruhi oleh situasi regional di Sumatera. Sejumlah daerah pemasok mengalami bencana alam, dan hal itu berdampak langsung pada tekanan inflasi pangan di Riau,' ujar Syahrial, Selasa (13/1/2026).
Ia menjelaskan, beberapa wilayah seperti Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh saat ini mengalami banjir, banjir bandang, hingga tanah longsor. Bencana tersebut menyebabkan terganggunya distribusi pangan antar daerah.
Padahal, Sumatera Barat dan Sumatera Utara selama ini menjadi daerah andalan Riau dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat. Ketika pasokan dari wilayah tersebut terganggu, dampaknya langsung terasa pada ketersediaan dan harga bahan pokok di pasaran Riau.
Syahrial mengungkapkan, hingga kini Riau masih sangat bergantung pada pasokan pangan dari luar daerah, terutama untuk komoditas strategis seperti cabai, bawang, dan telur. Kondisi ini membuat Riau cukup rentan terhadap gejolak pasokan dan harga.
Untuk mengendalikan inflasi sekaligus menjaga stabilitas ketersediaan pangan, Pemprov Riau mengambil langkah strategis dengan mendatangkan pasokan dari luar Pulau Sumatera sebagai upaya antisipatif.
"Melalui BUMD pangan, kita (Pemprov Riau) telah menjalin kerja sama dengan daerah-daerah yang memiliki surplus produksi atau masuk dalam kategori zona hijau, seperti Magelang dan Malang di Pulau Jawa. Kerja sama tersebut difokuskan untuk mengamankan pasokan sejumlah komoditas yang berkontribusi besar terhadap inflasi, antara lain cabai, bawang, dan bahan pangan pokok lainnya," bebernya.
Selain mengandalkan pasokan dari luar daerah, Pemprov Riau juga mendorong penguatan produksi pangan lokal sebagai solusi jangka menengah dan panjang. Upaya ini dilakukan melalui sektor pertanian dengan mengoptimalkan lahan-lahan potensial, khususnya untuk penanaman cabai dan komoditas strategis lainnya.
Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus mengurangi ketergantungan Riau terhadap pasokan pangan dari luar provinsi di masa mendatang.*
