Inggris Kembangkan Teknologi Penangkal Drone Berbiaya Murah, Antisipasi Perang - Bisnis com
Inggris Kembangkan Teknologi Penangkal Drone Berbiaya Murah, Antisipasi Perang
Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah Inggris melalui Kementerian Pertahanan resmi meluncurkan Proyek GOSHAWK, untuk mengembangkan sistem pencegat berbiaya rendah yang dirancang menghadapi ancaman modern seperti drone, amunisi jelajah, dan rudal jarak dekat.
Pengumuman ini disampaikan melalui dokumen tender yang dirilis pada 26 Januari, yang mengundang pelaku industri pertahanan untuk mengikuti proses pengadaan secara kompetitif.
Program ini tidak hanya mencakup tahap pengembangan, tetapi juga uji coba langsung guna memastikan efektivitas sistem yang diusulkan.
Dalam persyaratannya, Kementerian Pertahanan menekankan kebutuhan akan pencegat yang mampu bekerja optimal di jarak dekat dan ketinggian rendah, sekaligus memiliki kemampuan menghadapi berbagai jenis ancaman.
Faktor utama yang menjadi perhatian adalah rasio biaya dan efektivitas, sehingga sistem yang dikembangkan dapat menangkal target dengan biaya yang lebih rendah dibandingkan nilai ancaman yang dihadapi.
Pencegat yang diharapkan harus mampu menghadapi target dengan kecepatan, ketinggian, dan lintasan yang beragam, serta beroperasi secara andal dalam berbagai skenario pertempuran.
Pada fase awal Proyek GOSHAWK, Kementerian Pertahanan berencana memberikan satu atau dua kontrak pengembangan yang didanai penuh, masing-masing dengan durasi sekitar 12 bulan. Selama periode ini, peserta akan mematangkan desain sistem dan melakukan pengujian kinerja.
Jika hasil pengujian dinilai memuaskan, Kementerian Pertahanan membuka peluang untuk memberikan kontrak lanjutan yang mencakup produksi pencegat dalam skala besar. Melansir UK Defence Journal Rabu (28/1/2026), kebutuhan produksi diperkirakan mencapai 3.000 hingga 7.000 unit per tahun, meski tidak ada jaminan kontrak lanjutan akan diberikan.
Perusahaan yang ingin mengikuti kompetisi ini diwajibkan memiliki kemampuan menangani informasi rahasia hingga tingkat rahasia sejak tahap awal.
Selain itu, peserta harus menyampaikan detail teknis menyeluruh, termasuk performa sistem, teknologi pemandu dan pencari target, biaya produksi, jadwal, rencana pengujian, serta kebutuhan integrasi.
Aspek skalabilitas produksi juga menjadi perhatian utama, mengingat potensi produksi massal di masa depan. Terkait ekspor, Kementerian Pertahanan menyatakan bahwa sistem ini idealnya bebas dari pembatasan ekspor, meskipun kontrol ekspor Eropa masih dapat diterima jika diperlukan.
Pemerintah Inggris juga mendorong agar sebagian besar belanja proyek dilakukan di dalam negeri, termasuk pengembangan dan produksi.
Kompetisi Proyek GOSHAWK akan ditutup pada 9 Februari 2026. Setelah itu, perusahaan yang lolos seleksi awal akan diundang untuk mengajukan penawaran lengkap sebelum keputusan akhir diambil. (Nur Amalina)