Israel Ketakutan Jika Perang Amerika vs Iran Terjadi, Zionis Bakal Babak Belur Dihajar Hizbullah - Tribunnews
Militer Israel mengaku tengah mempersiapkan sejumlah skenario darurat menyusul kemungkinan serangan Amerika Serikat (AS) terhadap Iran
Israel Ketakutan Jika Perang Amerika vs Iran Terjadi, Zionis Bakal Babak Belur Dihajar Hizbullah
SERAMBINEWS.COM - Ketegangan geopolitik di Timur Tengah terus meningkat menyusul peringatan bahwa konflik berskala luas antara Amerika Serikat (AS) dan Iran bisa berdampak langsung pada keamanan nasional Israel.
Hal itu termasuk kemungkinan konfrontasi dengan kelompok militan Hizbullah di Lebanon.
Peringatan ini muncul di tengah meningkatnya laporan intelijen internal Israel yang menyatakan bahwa retorika publik dan kebocoran informasi soal potensi serangan terhadap Iran dapat meningkatkan risiko eskalasi konflik yang tak disengaja.
Pejabat Israel khawatir perhitungan yang salah bisa memicu perang yang lebih besar di kawasan.
Militer Israel mengaku tengah mempersiapkan sejumlah skenario darurat menyusul kemungkinan serangan Amerika Serikat (AS) terhadap Iran, termasuk potensi pembalasan Teheran yang dapat menyasar wilayah Israel.
Pernyataan tersebut disampaikan Komandan Komando Utara Pasukan Pertahanan Israel (IDF), Jenderal Rafi Milo, sebagaimana dilaporkan Channel 12 Israel, pada Minggu (25/1/2026).
Baca juga: Iran Tingkatkan Status Siaga, Pasang Mural Ancaman terhadap Armada Militer AS di Timur Tengah
Pernyataan itu muncul hanya beberapa hari setelah kunjungan Komandan Komando Pusat AS (CENTCOM) di Timur Tengah, Laksamana Brad Cooper, ke Israel.
Menurut sumber-sumber militer, Jenderal Milo menegaskan bahwa jika AS melancarkan serangan terhadap Iran, kemungkinan Israel terdampak sangat tinggi.
Ia menyebut salah satu skenario yang disiapkan adalah pembalasan Iran yang dapat menjangkau wilayah Israel.
Selain itu, Milo juga memperingatkan kemungkinan keterlibatan kelompok Hizbullah di Lebanon.
Ia menyebut, jika konflik meluas, Hizbullah berpotensi ikut terlibat dan membuka front tambahan di perbatasan utara Israel.
Spekulasi mengenai kemungkinan serangan AS terhadap Iran kian menguat setelah Presiden AS Donald Trump, pekan lalu, mengumumkan bahwa sejumlah besar peralatan militer AS sedang dalam perjalanan ke kawasan sekitar Iran.
Awal bulan ini, Trump juga mengungkapkan bahwa dirinya sempat membatalkan serangan ke Iran pada menit-menit terakhir, meskipun militer AS telah berada dalam status siaga untuk melakukan intervensi langsung.
Trump sebelumnya menyatakan bahwa opsi militer disiapkan sebagai respons atas dugaan penindasan dan pembunuhan terhadap demonstran yang melakukan aksi kekerasan di Iran.
Di sisi lain, pejabat Iran berulang kali menegaskan bahwa setiap serangan yang dilancarkan AS atau Israel terhadap negaranya akan dibalas dengan respons besar-besaran.
Teheran bahkan memperingatkan bahwa pembalasan tersebut dapat berkembang menjadi perang habis-habisan yang melampaui perhitungan semua pihak.
Para analis menilai, sejak pecahnya perang selama 12 hari pada Juni 2025—ketika Israel dan AS disebut sebagai pihak yang lebih dulu menyerang Iran—risiko pecahnya konflik kembali di kawasan tersebut terus membayangi.
Pada November 2025, sejumlah media AS mengutip pernyataan pejabat negara-negara Teluk yang menyebut perang baru antara Israel dan Iran hampir tidak terhindarkan.
Sementara itu, di dalam negeri Israel, jajak pendapat yang dirilis Institut Demokrasi Israel pada akhir 2025 menunjukkan hampir 70 persen warga Israel meyakini perang baru antara Israel dan Iran akan pecah pada tahun 2026.
Ketegangan Meningkat dan Ancaman Balasan
Kekhawatiran itu diperkuat oleh pernyataan pejabat senior Iran bahwa setiap serangan militer terhadap negaranya akan diperlakukan sebagai perang total.
Iran menegaskan kesiapan militernya menghadapi skenario terburuk saat pasukan AS dan armada kapal perang mendekat ke kawasan untuk meredam ketegangan.
Sementara itu, Komandan Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) menyatakan pasukannya “lebih siap dari sebelumnya” dan siap menekan pemicu konflik jika terjadi serangan, menyiratkan kesiapan militer yang tinggi di balik pernyataan resmi Teheran.
“Garda Revolusi Islam dan Iran tercinta lebih siap dari sebelumnya, dengan jari di pelatuk, untuk melaksanakan perintah dan arahan Panglima Tertinggi,” ujar Jenderal Mohammad Pakpour, Komandan IRGC.
Hizbullah dan Front Utara Israel
Selain ancaman langsung dari Iran, Israel juga menghadapi potensi konflik tambahan di perbatasan utaranya.
Kelompok Hizbullah, yang didukung Iran, telah menjadi faktor ketidakstabilan tersendiri di Lebanon selatan sejak konflik bersenjata sebelumnya.
Peringatan dari militer Israel menunjukkan bahwa jika perang dengan Iran benar-benar meletus, kemungkinan Hizbullah akan terlibat dalam konflik tersebut sebagai bagian dari front pendukung Teheran.
Langkah Israel meningkatkan kesiagaannya di perbatasan Lebanon menunjukkan kekhawatiran atas kemungkinan serangan balasan atau perluasan front perang.
(Serambinews.com/Agus Ramadhan)
Baca dan Ikuti Berita Serambinews.com di GOOGLE NEWS
Bergabunglah Bersama Kami di Saluran WhatsApp SERAMBINEWS.COM
:format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/prilly-latuconsina-profil.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Pengawal-Revolusi-Iran-meluncurkan-Drone-Kamikaze-dan-Rudal-Balistik-ke-Israel.jpg)