0
News
    Home Berita Dewan Perdamaian Gaza Donald Trump Dunia Internasional Featured Gaza Spesial

    Istana Ungkap Alasan Indonesia Gabung Dewan Perdamaian Gaza yang Dipimpin Donald Trump - Merdeka

    4 min read

     

    Istana Ungkap Alasan Indonesia Gabung Dewan Perdamaian Gaza yang Dipimpin Donald Trump

    Mensesneg Prasetyo Hadi hari ini mengatakan Indonesia memutuskan bergabung dengan Dewan Perdamaian Gaza yang dipimpin Presiden AS Donald Trump.

    Warga Palestina yang mengungsi dari Gaza utara membawa barang-barang mereka di sepanjang jalan pesisir menuju Gaza selatan, Selasa (09/09/2025).
    Warga Palestina yang mengungsi dari Gaza utara membawa barang-barang mereka di sepanjang jalan pesisir menuju Gaza selatan, Selasa (09/09/2025). (AP/Jehad Alshrafi)

    Indonesia bergabung dengan Dewan Perdamaian Gaza, bersama beberapa negara lainnya. Tujuan bergabungnya Indonesia untuk mempercepat proses perdamaian di Gaza.

    Hal ini disampaikan Menteri Sekretariat Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi kepada wartawan di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (22/1).

    "Ya kita akan bergabung kalau memang itu kita diminta untuk bergabung. Secara formilnya nanti kami cek ya formilnya, tapi kalau secara apa namanya kehendak ya tentunya Bapak Presiden akan mempertimbangkan untuk bergabung karena yang penting kan tujuannya, tujuannya adalah mempercepat proses perdamaian di Gaza," kata Prasetyo kepada wartawan.

    Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) melalui akun resmi X menyampaikan, Indonesia bergabung dengan Dewan Perdamaian Gaza bersama beberapa negara lainnya.

    Diminta Tandatangani Dokumen

    "Menteri Luar Negeri Republik Turki, Republik Arab Mesir, Kerajaan Hashemite Yordania, Republik Indonesia, Republik Islam Pakistan, Negara Qatar, Kerajaan Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab menyambut baik undangan yang disampaikan kepada para pemimpin mereka oleh Presiden Amerika Serikat, Donald J. Trump, untuk bergabung dalam Dewan Perdamaian," tulis akun @Kemlu_RI seperti dikutip merdeka.com.

    Nantinya, masing-masing menteri dari setiap negara yang bergabung tersebut akan melakukan penandatanganan dokumen.

    "Para Menteri mengumumkan keputusan bersama negara mereka untuk bergabung dengan Dewan Perdamaian. Setiap negara akan menandatangani dokumen bergabung sesuai dengan prosedur hukum dan prosedur lain yang diperlukan di negara masing-masing," ujarnya.

    Bayar USD 1 Miliar

    Dalam akun itu, para menteri masing-masing negara menegaskan kembali dukungan negara mereka terhadap upaya perdamaian yang dipimpin oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

    Tak hanya itu Trump dilaporkan menginginkan negara-negara yang berminat menjadi anggota tetap Dewan Perdamaian Gaza untuk membayar kontribusi sebesar USD 1 miliar.

    "Sebagaimana diuraikan dalam Rencana Komprehensif untuk Mengakhiri Konflik Gaza dan didukung oleh Resolusi Dewan Keamanan PBB 2803, yang bertujuan untuk mengkonsolidasikan gencatan senjata permanen, mendukung rekonstruksi Gaza," tulis Kemlu.

    "Dan memajukan perdamaian yang adil dan abadi yang berlandaskan hak Palestina untuk menentukan nasib sendiri dan mendirikan negara sesuai dengan hukum internasional, sehingga membuka jalan bagi keamanan dan stabilitas bagi semua negara dan rakyat di kawasan tersebut," kata Kemlu.

    


    Komentar
    Additional JS